Kekayaan dan Kritik terhadap KAI dari Anggota DPR RI
Firnando Hadityo Ganinduto, anggota Komisi VI DPR RI, menjadi sorotan setelah mendesak Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengundurkan diri pasca kecelakaan kereta api di Bekasi Timur. Selain kritiknya terhadap sistem keselamatan KAI, laporan harta kekayaannya juga turut menjadi perhatian publik.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan Firnando mencapai sekitar Rp112,9 miliar setelah dikurangi utang. Mayoritas harta berasal dari aset tanah dan bangunan di Palembang serta properti di Jakarta dan Tangerang Selatan.
Rincian Harta Kekayaan Firnando
- Tanah dan Bangunan: Total senilai Rp96,63 miliar.
- Tanah seluas 8.824 m² di Kota Palembang dengan nilai Rp4,412 miliar.
- Tanah seluas 17.640 m² di Kota Palembang dengan nilai Rp8,82 miliar.
- Tanah seluas 14.961 m² di Kota Palembang dengan nilai Rp7,4805 miliar.
- Dan masih banyak lagi tanah yang tersebar di Palembang dengan nilai bervariasi.
- Bangunan seluas 23 m² di Jakarta Pusat dengan nilai Rp898,218.750.
Tanah dan bangunan seluas 84 m²/104 m² di Tangerang Selatan dengan nilai Rp2,615 miliar.
Alat Transportasi dan Mesin: Total senilai Rp2,04 miliar.
- Mobil Mitsubishi Pajero tahun 2018 senilai Rp490 juta.
- Mobil Toyota Velfire tahun 2021 senilai Rp1,2 miliar.
Mobil Nissan Elgrand tahun 2016 senilai Rp350 juta.
Harta Bergerak Lainnya: Senilai Rp30 juta.
Surat Berharga: Senilai Rp10,617 miliar.
Kas dan Setara Kas: Senilai Rp978,939.502.
Harta Lainnya: Senilai Rp6,576,237.504.
Total keseluruhan harta yang dilaporkan mencapai Rp116,87 miliar. Setelah dikurangi utang sebesar Rp3,94 miliar, total kekayaan bersih Firnando menjadi Rp112,9 miliar.
Desakan Firnando terhadap Dirut KAI
Sebelumnya, Firnando menyampaikan duka mendalam atas kecelakaan KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur. Ia menilai insiden ini menunjukkan kegagalan sistemik dalam manajemen operasional KAI. “Insiden ini merupakan indikasi kuat adanya kegagalan sistemik dalam manajemen operasional yang seharusnya mampu mencegah tabrakan antar kereta di jalur yang sama,” ujarnya.
Firnando menyoroti pentingnya sistem KRL yang mampu mendeteksi keberadaan kereta yang sedang berhenti di depannya. Dalam sistem perkeretaapian modern, teknologi seperti automatic signaling, train protection system, dan fail-safe mechanism seharusnya dapat mencegah terjadinya tabrakan, bahkan dalam kondisi human error sekalipun.
“Ketidakmampuan sistem dalam mengantisipasi kondisi tersebut menunjukkan adanya celah serius dalam integrasi teknologi dan pengawasan operasional,” kata Firnando.
Lebih lanjut, ia menyoroti tanggung jawab manajerial di tingkat tertinggi, termasuk Direktur Utama KAI. “Ada pertanyaan mendasar mengenai efektivitas pengawasan, kesiapan sistem keselamatan, serta standar operasional yang diterapkan. Ini adalah tanggung jawab manajemen puncak, kami mendesak dirut KAI untuk mengundurkan diri,” ujarnya.
Firnando juga menilai kejadian ini mencerminkan lemahnya implementasi manajemen keselamatan (safety management) yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam industri transportasi publik. Ia mendorong dilakukannya audit menyeluruh terhadap manajemen operasional KAI, termasuk evaluasi terhadap sistem komunikasi antar stasiun, prosedur pemberhentian darurat, serta keandalan teknologi deteksi dan pengendalian kereta.
Profil Lengkap Firnando Hadityo Ganinduto
Firnando Hadityo Ganinduto adalah politisi Indonesia yang menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029. Ia merupakan kader Partai Golkar dan mewakili Daerah Pemilihan Jawa Tengah I.
Sebelum terjun ke dunia politik, Firnando memiliki karir yang kuat di sektor korporasi. Ia pernah menjadi Vice President di PT CFLD Indonesia serta menduduki posisi manajerial di berbagai perusahaan di Indonesia, termasuk sebagai Senior Manager Government Relations di PT Sorikmas Mining dan bagian Business Development di PT Indika Energy Tbk.
Ia juga pernah bekerja di sektor perbankan sebagai Relationship Manager di DBS Bank. Di parlemen, Firnando ditempatkan di Komisi VI DPR RI, yang membidangi urusan perdagangan, BUMN, koperasi & UMKM, investasi, serta standar nasional.
Firnando merupakan bagian dari generasi politisi muda yang meneruskan tradisi keterlibatan keluarga dalam politik, dengan latar belakang pendidikan internasional dan pengalaman profesional yang kuat. Keberhasilannya meraih kursi DPR RI dari Dapil Jawa Tengah menunjukkan dukungan masyarakat terhadap capaiannya dalam pemilu 2024.




