.CO.ID-JAKARTA
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan beberapa strategi yang digunakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah-langkah ini mencakup intervensi pasar, penguatan likuiditas, serta pengetatan pembelian valuta asing (valas).
Kondisi nilai tukar rupiah kembali melemah. Berdasarkan data dari Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,17% secara harian ke Rp 17.424 per dolar AS pada Selasa (5/5/2026). Sementara itu, menurut Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,32% secara harian ke Rp 17.425 per dolar AS.
Perry menyampaikan bahwa BI telah mendapatkan dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap tujuh langkah kebijakan yang akan diambil oleh BI untuk memperkuat rupiah dalam situasi tekanan global.
“Kami melapor kepada Bapak Presiden dan beliau merestui serta memberikan dukungan terhadap tujuh langkah penting yang dilakukan Bank Indonesia untuk menjadikan rupiah lebih kuat dan stabil ke depan,” ujar Perry usai bertemu dengan Presiden Prabowo, Selasa (5/5/2026).
Berikut adalah tujuh langkah utama yang akan diambil oleh Bank Indonesia:
Pertama
Memperkuat intervensi di pasar valuta asing, baik di dalam negeri maupun luar negeri. BI akan terus melakukan intervensi di pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), serta Non Deliverable Forward (NDF) di sejumlah pusat keuangan global.
“Kami terus akan melakukan intervensi untuk menstabilkan rupiah. Cadangan devisa kami lebih dari cukup,” jelasnya.
Kedua
Bank Indonesia bersama pemerintah mendorong aliran modal asing masuk melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk mengimbangi arus keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan saham.
Ketiga
BI akan melanjutkan pembelian SBN di pasar sekunder sebagai bagian dari sinergi dengan kebijakan fiskal. Hingga saat ini, realisasi pembelian telah mencapai Rp 123,1 triliun secara year to date.
Keempat
Penguatan likuiditas perbankan dan pasar uang terus dilakukan. Perry menyebut, kondisi likuiditas masih longgar yang tercermin dari pertumbuhan uang primer yang mencapai 14,1%.
Kelima
BI memperketat pembelian valas di dalam negeri. Batas pembelian dolar tanpa underlying diturunkan dari US$ 100.000 menjadi US$ 50.000 per orang per bulan, dan akan kembali diturunkan menjadi US$ 25.000.
“Pembelian dolar di atas US$ 25.000 nantinya harus disertai underlying,” tegasnya.
Keenam
Selain itu, BI juga mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional, termasuk penguatan pasar yuan dan rupiah guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
Ketujuh
Memperkuat intervensi di pasar offshore melalui instrumen Offshore NDF, sekaligus membuka ruang bagi bank domestik untuk berpartisipasi agar pasokan valas meningkat.
Tambahan
BI juga meningkatkan pengawasan terhadap perbankan dan korporasi yang memiliki aktivitas pembelian valas tinggi. Langkah ini dilakukan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna menjaga stabilitas sistem keuangan.
Dengan strategi tersebut, Bank Indonesia optimistis stabilitas rupiah dapat tetap terjaga di tengah dinamika global yang masih bergejolak.






