IHSG Melemah di Tengah Aksi Ambil Untung Investor
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada perdagangan intraday hari Kamis (30/4). Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 10.10 WIB, IHSG berada di posisi 6.990 atau turun sebesar 1,58% dari level 7.000. Pergeseran ini terjadi setelah IHSG sempat dibuka menguat 2,03 poin atau 0,03% ke posisi 7.103,26.
Sementara itu, Indeks LQ45 yang terdiri dari 45 saham unggulan juga mengalami penurunan sebesar 0,50 poin atau 0,07% menjadi 683,64. Penurunan IHSG ini menunjukkan ketidakpastian di pasar modal, khususnya menjelang libur panjang yang akan dimulai pada Jumat (1/5).
Salah satu saham yang mengalami penurunan signifikan adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Harga saham BBCA terpantau turun hingga di bawah level 6.000, yaitu 5.825 atau turun 2% pada pukul 10.15 WIB. Dalam sebulan terakhir, harga saham BBCA telah turun sebesar 9,8%, sedangkan sejak awal tahun, saham ini telah turun 27,41% dari Rp 8.075 pada perdagangan Jumat (2/1).
Analisis dan Prediksi Pasar
Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus atau dikenal sebagai Nico, penurunan IHSG disebabkan oleh aksi ambil untung dari investor menjelang libur panjang. Ia menyatakan bahwa berdasarkan analisa teknikal, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance antara 7.000 hingga 7.325.
Dari luar negeri, bank sentral Amerika Serikat (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di level 3,5-3,75%. Namun, terdapat perbedaan pendapat di kalangan pejabat The Fed mengenai prospek kebijakan di tengah meningkatnya ketidakpastian di Timur Tengah. Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa ia akan tetap berada di dalam The Fed sebagai Dewan Gubernur hingga semua investigasi selesai secara transparan dan tuntas.
Pertemuan kali ini merupakan pertemuan terakhir Powell sebagai pemimpin rapat The Fed. Ia akan digantikan oleh Kevin Warsh, yang telah mendapatkan konfirmasi dari Senat AS untuk mengisi posisi tersebut. Pelaku pasar AS juga menantikan rilis indeks PCE Prices bulan Maret 2026 yang diperkirakan naik di level 3,3% dari sebelumnya 2,8% pada Februari 2026. Selain itu, pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal I-2026 diperkirakan tumbuh 1,5% quartal on quartal (qoq) dari sebelumnya 0,5% (qoq).
Perkembangan Ekonomi Global
Di kawasan Eropa, pelaku pasar akan mencermati rilis data PDB kuartal I-2026, inflasi, tingkat pengangguran, serta hasil pertemuan European Central Bank (ECB). Menurut konsensus, ECB masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level 2,15%, sementara Bank of England (BoE) berpotensi mempertahankan suku bunga di level 3,75%.
Dari dalam negeri, perdagangan saham hanya berlangsung selama empat hari pada pekan ini, seiring adanya Hari Buruh Internasional (May Day) pada Jumat, 1 Mei 2026, yang disusul libur akhir pekan Sabtu dan Minggu. Sementara itu, Presiden Prabowo menargetkan percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan. Dalam waktu dekat, sekitar 1.000 koperasi akan diresmikan, disusul lebih dari 25.000 dalam beberapa bulan, dengan target akhir mencapai sekitar 80.000 unit di seluruh Indonesia.
Pergerakan Bursa Regional
Pada perdagangan Rabu (29/4/2026), bursa saham Eropa kompak melemah. Euro Stoxx 50 melemah 0,39 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 1,16 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,27 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,39 persen. Sementara itu, bursa AS Wall Street ditutup variatif pada Rabu (29/04), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,57 persen ke 48.861,81, indeks S&P 500 melemah 0,04 persen ke 7.135,95, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,58 persen ke 27.186,99.
Di kawasan Asia, bursa saham regional pagi ini juga mengalami fluktuasi. Indeks Nikkei melemah 656,96 poin atau 1,10 persen ke 59.260,50, indeks Shanghai menguat 8,06 poin atau 0,20 persen ke 4.115,58, indeks Hang Seng melemah 159,34 poin atau 0,61 persen ke 25.952,50, dan indeks Strait Times menguat 36,54 poin atau 0,75 persen ke 4.897,51.





















