Layanan Internet 100 Mbps Hanya Rp 100 Ribu Per Bulan
Ada dua perusahaan yang menawarkan layanan internet berkecepatan 100 Mbps dengan harga hanya Rp 100 ribu per bulan. Kedua layanan tersebut adalah Internet Rakyat dan MyRepublic Air. Meskipun keduanya memiliki kesamaan dalam hal harga, terdapat beberapa perbedaan yang bisa menjadi pertimbangan bagi calon pelanggan.
Internet Rakyat
Internet Rakyat adalah layanan yang dikelola oleh anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), atau dikenal juga sebagai Surge. Layanan ini diluncurkan pada Februari dan fokus pada keterjangkauan ekstrem untuk masyarakat yang sebelumnya terhambat oleh biaya langganan yang tinggi.
Surge memperoleh lisensi di Region 1, yang mencakup Jawa, Papua, dan Maluku. Perusahaan ini menggunakan jalur kereta api sebagai tulang punggung serat optik untuk menyediakan internet melalui teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA). Dengan jaringan terintegrasi, efisiensi distribusi bandwidth antar-kota dan desa di Pulau Jawa serta perluasan konektivitas hingga Papua dan Maluku dapat tercapai.
Internet Rakyat tersedia di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. WIFI bekerja sama dengan OREX SAI Inc., yang berbasis di Jepang, untuk menggelar layanan Akses Nirkabel Tetap alias FWA 5G berbasis Open RAN 1,4GHz di seluruh Indonesia. OREX SAI Inc. merupakan perusahaan patungan antara NTT DOCOMO, INC. dan NEC Corporation.
Selain itu, WIFI baru saja memenangkan lelang penggunaan pita frekuensi radio 1,4 GHz oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tahun lalu. Melalui kemitraan ini, Surge atau WIFI akan menggelar FWA 5G berbasis Open Radio Access Network (RAN) 1,4GHz di seluruh Indonesia. Tujuan dari kemitraan ini adalah memperluas konektivitas internet berkecepatan tinggi yang terjangkau bagi masyarakat yang belum dan kurang terlayani.
MyRepublic Air
MyRepublic Air adalah layanan internet rumahan berbasis teknologi 5G FWA yang diluncurkan oleh MyRepublic pada awal Februari. Layanan ini mulai tersedia secara komersial di Pekanbaru, Lampung, Makassar, dan Bali untuk tahap pertama.
MyRepublic Air menawarkan dua skema penggunaan perangkat, yaitu kepemilikan dan rental atau peminjaman. Skema rental dibanderol Rp 115 ribu per bulan dengan biaya sewa modem Rp 15 ribu per bulan. Sedangkan skema beli putus mematok harga modem Rp 850 ribu dengan biaya berlangganan Rp 100 ribu per bulan. Keduanya menawarkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps tanpa batas kuota alias tanpa FUP.
MyRepublic juga bekerja sama dengan perusahaan teknologi asal Cina, ZTE, untuk menghadirkan MyRepublic Air di Indonesia, khususnya di area luar Pulau Jawa. “Kemitraan ini diharapkan dapat membantu menciptakan ekosistem broadband (pita lebar) yang lebih tangguh dan inklusif, mendorong pertumbuhan digital yang berkelanjutan, memberdayakan masyarakat, serta mendukung pelaku usaha di berbagai wilayah,” ujar Presiden Direktur ZTE Indonesia Richard Liang dalam keterangan pers.
CTO MyRepublic Indonesia Hendra Gunawan menambahkan bahwa inisiatif ini diharapkan mampu menyediakan akses internet yang andal dan dapat menjangkau masyarakat yang selama ini belum terlayani secara optimal.
MyRepublic Air akan memanfaatkan pita frekuensi 1,4 GHz, yang memungkinkan penyediaan layanan broadband yang efisien di wilayah dengan tingkat kepadatan menengah hingga rendah. Sebagai mitra teknologi, ZTE akan menghadirkan solusi jaringan end-to-end yang mencakup RAN, Customer Premises Equipment (CPE), jaringan inti (core network), wireless backhaul, serta sistem kelistrikan.
Kolaborasi yang diberi nama Project Ascend ini akan menyediakan layanan broadband nirkabel berkecepatan tinggi ke berbagai wilayah di luar pusat perkotaan, meliputi wilayah di luar Jawa seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.




















