Kurniah dan Bayinya Tidur di Gazebo Selama Tujuh Bulan
Kurniah (43), seorang warga Desa Beringin, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, menjadi sorotan setelah viral di media sosial. Ia tinggal di gazebo kayu tanpa dinding bersama bayinya yang berusia sembilan bulan. Kehidupannya yang memprihatinkan ini telah berlangsung selama sekitar tujuh bulan, dimulai sejak masa kehamilannya menginjak usia lima bulan.
Penelusuran pemerintah desa menunjukkan bahwa alasan Kurniah tinggal di luar rumah bukan hanya karena faktor ekonomi, melainkan konflik keluarga yang berlarut-larut. Setelah tujuh bulan bertahan hidup di gazebo tanpa dinding, akhirnya Kurniah luluh. Melalui mediasi yang alot, ia kini bersedia dipindahkan dan akan segera memiliki hunian yang lebih layak.
Pemerintah Desa Beringin, Kecamatan Pangenan, segera bergerak cepat dengan menyiapkan rencana pembangunan rumah sederhana satu petak untuk Kurniah dan bayinya yang masih berusia sembilan bulan.
Konflik Keluarga yang Menahun
Sekretaris Desa (Sekdes) Beringin, Supriyadi, menjelaskan bahwa penyebab Kurniah terlantar bukan hanya sekadar faktor ekonomi, tetapi adanya konflik keluarga yang sudah berlangsung lama.
“Setahu kami, konfliknya itu sudah lama. Konflik keluarga yang menyebabkan Ibu Kurniah beberapa bulan ini terpaksa tidur di luar rumah,” ujar Supriyadi.
Pihak desa sebenarnya sudah berupaya membujuk Kurniah sejak awal, namun selalu ditolak. Sikap Kurniah baru melunak setelah videonya viral dan mendapat perhatian luas dari Muspika hingga Dinas Sosial.
Membangun Rumah dengan Tabungan Sendiri
Hasil mediasi bersama keluarga besar memutuskan bahwa Kurniah akan dibuatkan rumah satu petak yang lebih aman dari panas dan hujan. Menariknya, pembangunan tersebut akan menggunakan dana dari tabungan Kurniah sendiri.
“Besok kami akan mengantar Ibu Kurniah ke bank untuk mengambil tabungannya. Selama proses pembangunan rumah, dia akan mengungsi sementara ke tempat yang lebih layak,” jelas Supriyadi.
Kesehatan Bayi Jadi Prioritas
Selain urusan hunian, kesehatan bayi Kurniah yang baru berusia sembilan bulan kini menjadi perhatian serius. Selama menghuni gazebo, keduanya diketahui belum pernah mendapatkan layanan pemeriksaan medis.
“Selama ini belum ada pemeriksaan. Kami segera berkoordinasi dengan Puskesmas Pangenan untuk mengecek kondisi kesehatan Ibu Kurniah beserta bayinya,” tambahnya.
Sebelumnya, Kurniah hidup memprihatinkan di gazebo kayu tanpa dinding. Untuk makan sehari-hari, ia hanya mengandalkan uluran tangan tetangga. Kini, dengan bantuan Dinsos yang telah memberikan paket sembako dan perlengkapan tidur, serta rencana pembangunan rumah petak, masa depan sang bayi mulai menemukan titik terang.




















