Warga Kampung Jembawan Khawatir Akibat Amblesnya Talud Sungai Cilandak
Warga di Kampung Jembawan, khususnya RT 6 RW 1, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kota Semarang, sedang mengalami kekhawatiran besar akibat amblesnya talud Sungai Cilandak. Kondisi ini memicu ketakutan terhadap keselamatan dan keamanan rumah mereka.
Kondisi Terparah di RT 6
Kondisi terparah terjadi di RT 6, sementara titik lain berada di antara RT 6 dan 7 serta di RT 7. Amblesnya talud mencapai kedalaman sekitar 2 meter. Hal ini membuat warga khawatir karena lokasi ambles sangat dekat dengan permukiman.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa lebar talud ambles di RT 6 hampir memakan jalan penuh. Hanya tersisa setara jalan setapak yang bisa dilalui warga dengan berjalan kaki. Di kawasan tersebut, sudah dipasang penutup jalan agar tidak dilalui warga, terutama pengendara roda dua dan roda empat.
Pengalaman Warga tentang Retakan Talud
Satu di antara warga, Suprihatin (61), menjelaskan bahwa retakan pada talud sebenarnya sudah terlihat sejak sekitar satu bulan lalu. Namun, ambles paling parah baru terjadi dalam dua hari terakhir. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi tersebut, menyebut retakan awal sudah lama terlihat sebelum akhirnya ambles semakin parah.
Ia menduga perubahan kondisi sungai menjadi salah satu penyebab amblesnya talud. Dahulu, aliran sungai relatif dangkal dan lancar, namun kini cenderung menjadi dalam dan tenang seperti genangan. Ia juga menyinggung keberadaan ikan sapu-sapu yang diduga turut mempercepat pengikisan pondasi.
Perkiraan Bahaya Saat Banjir Besar
Warga mengaku sangat khawatir, terutama jika terjadi banjir besar yang dapat memperparah kerusakan hingga mengancam rumah mereka. Warga lain, Supat (71), menyebut talud tersebut sudah berusia sekitar 40 tahun, sehingga kondisi strukturnya dinilai rentan.
Suprihatin dan Supat juga mengungkapkan, saat ambles terjadi, sempat terdengar suara retakan dari struktur talud. Peristiwa tersebut, menurutnya terjadi pada siang hingga menjelang sore hari dalam kondisi cuaca panas, bukan saat hujan.
Harapan Warga kepada Pemerintah
Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan cepat sebelum kerusakan semakin meluas dan membahayakan keselamatan. Sekretaris RT 06 RW 1 Jembawan, Kalibanteng Kulon, Kiswanto (56) mengungkapkan, kondisi air sungai yang kerap tinggi menjadi salah satu faktor yang memperparah kerusakan talud.
Ia menambahkan, kemunculan ikan sapu-sapu diduga turut berkontribusi terhadap pengikisan, meski retakan sebenarnya sudah terjadi sebelumnya akibat derasnya arus air. Panjang talud yang mengalami kerusakan mencapai sekitar 30 meter dan berpotensi terus meluas ke arah selatan.
Potensi Dampak bagi Warga
Di wilayah tersebut, jumlah warga yang berpotensi terdampak cukup besar. Kiswanto menyebut ada lebih dari 900 warga berdasarkan data saat Pemilu, dengan enam rumah berada sangat dekat dengan titik ambles. Meski sudah beberapa kali dilakukan survei oleh pihak terkait, warga mengaku belum melihat adanya tindak lanjut konkret.
Tindakan Darurat oleh Warga
Sebagai langkah darurat, warga berinisiatif menggelar kerja bakti untuk menahan potensi ambles susulan. Mereka berencana menggunakan karung berisi pasir untuk memperkuat bagian yang rawan. Kerja bakti akan dilakukan malam ini, dengan partisipasi warga dan RW setempat.
Kiswanto menekankan, langkah cepat perlu dilakukan untuk mencegah air sungai masuk ke permukiman jika talud kembali ambles. Karena, jika jatuh otomatis langsung masuk airnya.

















