Kondisi Persebaya Surabaya yang Mengesankan
Persebaya Surabaya datang ke markas Persis Solo dengan modal tiga clean sheet beruntun jelang laga pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (9/5/2026). Kondisi ini membuat Green Force berada di atas angin, sementara Persis Solo justru dihantui ancaman degradasi setelah terpuruk di posisi ke-16 dengan 27 poin dari 31 pertandingan.
Persebaya Surabaya sedang dalam performa menakutkan di penghujung musim ini. Tim asuhan Paul Munster sukses meraih kemenangan meyakinkan atas Malut United 2-0, membantai Arema FC 4-0, hingga menghajar PSBS Biak 4-0. Catatan tersebut membuat lini pertahanan Persebaya Surabaya menjadi sorotan utama. Dalam tiga pertandingan terakhir, Green Force sama sekali tidak memberi ruang lawan untuk mencetak gol.
Situasi itu jelas menjadi alarm bahaya bagi Persis Solo yang baru saja dihajar Malut United dengan skor telak 5-2. Kekalahan tersebut memperlihatkan rapuhnya pertahanan Laskar Sambernyawa saat menghadapi tekanan lawan.
Di tengah performa apik Persebaya Surabaya, kabar kurang menyenangkan datang untuk Bonek. Panpel Persis Solo memastikan suporter tim tamu tidak diizinkan hadir langsung di Stadion Manahan.
Persis Solo Terluka Setelah Dibantai Malut United
Persis Solo datang ke laga ini dengan kondisi mental yang belum sepenuhnya pulih. Kekalahan telak dari Malut United di Stadion Jatidiri Semarang pada Sabtu (2/5/2026) menjadi pukulan keras bagi skuad asuhan Milomir Seslija. Sebenarnya Persis Solo sempat membuka keunggulan lebih dulu lewat Bruno Gomes pada menit ke-14. Namun keunggulan itu langsung buyar setelah David Da Silva mengamuk lewat trigol pada menit ke-19, 39, dan 45+2.
Tidak berhenti di situ, Malut United kembali menambah dua gol lewat N. Junior menit ke-50 dan Yakob Sayuri menit ke-69. Persis Solo hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol Arkhan Kaka pada menit ke-78. Lima gol yang bersarang ke gawang Persis Solo memperlihatkan lemahnya koordinasi lini belakang mereka.
Empat gol bahkan lahir dari situasi bola mati yang gagal diantisipasi dengan baik oleh para pemain belakang Laskar Sambernyawa. Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Menurutnya, tim sebenarnya tampil cukup baik pada awal pertandingan sebelum kehilangan fokus setelah lawan berhasil membalikkan keadaan.
“Terlepas dari masalah teknis seperti hujan tadi, kita sebenarnya memulai laga dengan cukup baik. Kita bahkan mencuri keunggulan tapi kita tadi cukup ceroboh di lini pertahanan dengan membiarkan ada beberapa kesempatan lawan,” kata Milo.
Milomir Seslija Akui Pertahanan Persis Solo Bermasalah
Milomir Seslija tidak menutupi kelemahan utama Persis Solo saat ini. Pelatih asal Bosnia tersebut secara terbuka mengkritik buruknya antisipasi anak asuhnya ketika menghadapi set piece lawan.
“Kita kebobolan empat gol dari tendangan sudut dan kita melakukan reaksi yang salah untuk bisa merespon dan hanya menghasilkan dua gol dari kesempatan yang tidak terlalu banyak. Dan setelah gol dari Malut, mungkin ada merasa mental pemain turun,” tuturnya.
Pernyataan Milo menjadi bukti jika sektor pertahanan Persis Solo sedang dalam masalah serius. Padahal, mereka kini harus menghadapi Persebaya Surabaya yang sedang tajam dan memiliki kepercayaan diri tinggi.
Green Force juga sedang menikmati momentum positif di papan klasemen Super League 2025/2026. Produktivitas lini depan dan kokohnya pertahanan menjadi kombinasi berbahaya yang bisa membuat Persis Solo semakin tertekan.
Persebaya Surabaya Berpeluang Besar Permalukan Persis Solo
Melihat kondisi kedua tim, Persebaya Surabaya jelas lebih diunggulkan dalam laga nanti. Green Force datang dengan pertahanan solid, lini depan tajam, dan mental bertanding yang sedang tinggi. Sebaliknya, Persis Solo sedang dibayangi tekanan besar karena wajib menang demi keluar dari ancaman degradasi.
Kekalahan atau bahkan hasil imbang bisa membuat posisi mereka makin sulit di klasemen. Dengan koleksi 27 poin dari 31 pertandingan, Persis Solo kini tertahan di peringkat ke-16. Mereka harus bersaing ketat dengan tim-tim papan bawah lain untuk menyelamatkan diri dari turun kasta.
Tekanan besar juga akan dirasakan para pemain Persis Solo saat menghadapi Persebaya Surabaya. Publik Solo tentu berharap tim kebanggaannya bisa bangkit, namun performa terakhir justru menunjukkan banyak pekerjaan rumah yang belum selesai.
Sementara itu, Persebaya Surabaya berpotensi memanfaatkan situasi tersebut untuk mencuri poin penuh di Stadion Manahan. Jika kembali tampil disiplin seperti dalam tiga laga terakhir, Green Force punya peluang besar mempermalukan tuan rumah.
Pertandingan ini pun diprediksi berlangsung panas sejak menit awal. Persis Solo akan tampil habis-habisan demi bertahan di Super League, sedangkan Persebaya Surabaya ingin melanjutkan tren positif mereka di akhir musim.



















