Timnas Indonesia Dikritik Gagal di Piala AFF, Perlu Evaluasi Sistematis

Diposting pada



Kegagalan Timnas Indonesia dalam melaju ke babak semifinal Piala AFF 2026 telah menjadi perhatian luas dari berbagai pihak. Salah satu yang menyoroti hal ini adalah pengamat sepak bola nasional, Haris Pardede atau yang dikenal sebagai Bung Harpa. Ia menilai bahwa kegagalan tersebut bukan hanya disebabkan oleh hasil pertandingan yang kurang memuaskan, tetapi juga menunjukkan adanya masalah mendasar dalam sistem sepak bola Indonesia.

Harpa menyatakan bahwa performa Indonesia saat menghadapi Singapura tidak mencerminkan tim yang siap untuk meraih gelar juara. Menurutnya, secara individu, Indonesia memiliki pemain yang lebih unggul dibandingkan Singapura. Namun, Singapura tampil lebih gigih, sementara Indonesia gagal memaksimalkan penguasaan bola.

“Yang pasti mengecewakan. Bukan hanya soal hasil, tetapi juga permainan. Kita sudah disuguhkan dengan materi yang mungkin paling bagus sepanjang sejarah, tetapi kita enggak bisa memaksimalkan pertandingan tadi malam,” ujar Harpa kepada Jawa Pos.

Menurut Harpa, evaluasi tidak boleh berhenti pada posisi pelatih John Herdman. Ia menekankan bahwa masalah sepak bola Indonesia sudah menyentuh fondasi yang lebih luas, mulai dari pembinaan usia dini, kompetisi profesional dan amatir, kebijakan naturalisasi, hingga federasi. Apalagi, kegagalan di Piala AFF bukanlah satu-satunya hasil buruk yang dialami Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

“Ini sudah kegagalan yang sistematis. Evaluasinya juga harus sistematis, jangan hanya untuk mencari kambing hitam,” tegasnya.

Harpa juga menegaskan bahwa kegagalan di Piala AFF tidak boleh langsung ditutup dengan harapan bahwa Indonesia akan bangkit pada FIFA ASEAN Cup. Ia menilai pentingnya evaluasi yang mendalam dan terstruktur agar bisa menghindari kegagalan serupa di masa depan.

Sementara itu, Presiden Forum Komunikasi Suporter Indonesia, Richard Achmad Supriyanto, melihat persoalan lain yang turut berkontribusi terhadap kegagalan Indonesia. Ia menilai bahwa persiapan dan kemampuan John Herdman dalam membaca pertandingan perlu dievaluasi. Richard menyoroti kesalahan strategi saat menghadapi Vietnam, termasuk keterlambatan dalam mengantisipasi permainan lawan dan melakukan rotasi pemain.

Richard juga mempertanyakan kembali keberlanjutan proyek naturalisasi pemain diaspora. Menurutnya, kebijakan tersebut perlu dibicarakan secara terbuka untuk menentukan apakah masih menjadi bagian dari solusi bagi Timnas Indonesia atau justru perlu dievaluasi.

“Apakah proyek soal naturalisasi diaspora perlu dilanjutkan? Ini ada di (tangan) federasi dan John Herdman.”

Hasil Indonesia di Babak Penyisihan Piala AFF 2026

  • 27 Juli 2026: Indonesia 5 vs Kamboja 1
  • 31 Juli 2026: Timor Leste 0 vs Indonesia 3
  • 3 Agustus 2026: Indonesia 0 vs Vietnam 3
  • 7 Agustus 2026: Singapura 1 vs Indonesia 1

Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa Indonesia mengalami banyak kendala selama babak penyisihan. Dari lima pertandingan, hanya dua kali mereka berhasil meraih kemenangan, sementara tiga lainnya berakhir dengan kekalahan atau hasil imbang. Hal ini memperkuat argumen para pengamat bahwa sistem sepak bola Indonesia perlu direvisi secara menyeluruh.

Beberapa faktor seperti manajemen rotasi pemain, strategi pelatih, dan kebijakan naturalisasi menjadi sorotan utama. Selain itu, pembinaan usia dini dan kompetisi lokal juga perlu diperbaiki agar dapat memberikan dasar yang kuat bagi perkembangan sepak bola Indonesia di masa depan.

Dengan semua masalah yang muncul, diperlukan komitmen yang kuat dari seluruh pihak terkait untuk menciptakan perubahan nyata. Hanya dengan pendekatan yang sistematis dan kolaboratif, sepak bola Indonesia bisa kembali bangkit dan bersaing di kancah internasional.

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan