FA Dakwa Alvaro Arbeloa Usai Komentari Wasit di Laga Fulham kontra Manchester United

Diposting pada

Pelatih Fulham, Alvaro Arbeloa, tengah menghadapi urusan disipliner dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) setelah komentarnya soal wasit dalam laga melawan Manchester United dianggap melanggar aturan. Dakwaan itu muncul usai duel di Craven Cottage pada 20 September 2026 yang berakhir 1-1, ketika Fulham merasa layak meraih hasil lebih baik setelah sempat unggul lebih dulu.

Dalam pertandingan tersebut, Fulham membuka keunggulan lewat gol bunuh diri bek Manchester United, Lisandro Martinez. Namun, keunggulan itu tidak bertahan sampai akhir karena Matheus Cunha menyamakan skor untuk tim tamu pada menit-menit akhir. Hasil ini membuat Fulham kehilangan peluang meraih tiga poin, sementara Arbeloa tampak kecewa dengan cara timnya gagal mempertahankan posisi unggul.

Usai laga, pelatih asal Spanyol itu menyoroti keputusan-keputusan wasit dan menilai ada sejumlah keputusan yang merugikan timnya. Dalam pernyataannya, ia menyinggung bahwa Fulham seharusnya bisa mendapat hasil yang lebih baik. Arbeloa juga mengaitkan pertandingan tersebut dengan pandangannya atas laga-laga Manchester United sebelumnya. “Setiap keputusan menguntungkan mereka dan saya tahu setelah pertandingan melawan Manchester City bahwa mereka tidak akan membiarkan Manchester United kalah. Kami pantas mendapatkan sedikit lebih,” ujarnya.

FA kemudian menilai komentar itu bermasalah. Menurut badan sepak bola Inggris tersebut, Arbeloa didakwa karena ucapannya dapat dipahami sebagai tudingan adanya keberpihakan terhadap salah satu tim sekaligus mempertanyakan integritas ofisial pertandingan. FA memberi tenggat kepada Arbeloa hingga Kamis (1/10) untuk menanggapi dakwaan itu. Langkah ini membuat situasi Fulham bertambah rumit di awal musim.

Arbeloa sendiri belakangan mencoba meredam ucapannya ketika kembali ditanya soal wasit dalam konferensi pers. Ia menyatakan bahwa bahasa Inggrisnya mungkin tidak cukup baik untuk menjelaskan maksudnya secara tepat, lalu memilih tidak berkomentar lebih jauh. “My English is not so good. Maybe I explain myself so bad and I prefer not to say anything about the referees because you never know,” kata Arbeloa.

Masalah ini datang pada saat Fulham juga belum tampil meyakinkan di Premier League. Sejak Arbeloa mulai menangani tim pada Juli 2026, The Cottagers belum mencatat kemenangan dalam lima laga pertama. Mereka kalah 2-3 dari Chelsea, takluk 0-1 di markas Sunderland, lalu menyerah 2-3 dari Crystal Palace di kandang sendiri. Setelah itu, Fulham menahan Liverpool 0-0 dan kembali berbagi angka saat menjamu Manchester United.

Dengan catatan dua hasil imbang dan tiga kekalahan, Fulham masih berada di papan bawah klasemen. Arbeloa kini dituntut memulihkan performa tim sekaligus menyelesaikan persoalan dengan FA akibat komentarnya seusai laga kontra Manchester United.

Sumber: jawapos.com

Tinggalkan Balasan