jatim.
SURABAYA – Berita duka datang dari Arab Saudi, tiga jemaah haji asal Embarkasi Surabaya meninggal dunia. Dengan demikian jumlah jemaah yang wafat di Tanah Suci hingga saat ini menjadi enam orang.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam menyampaikan bahwa berdasarkan laporan petugas kesehatan, seluruh jemaah yang wafat telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur dan dimakamkan di Arab Saudi. PPIH Embarkasi Surabaya juga terus berkoordinasi dengan keluarga jemaah di daerah asal masing-masing.
“Kami turut berduka cita atas wafatnya para jemaah haji di Tanah Suci. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata As’adul Anam, Senin (11/5).
Sementara itu, jumlah jemaah yang masih mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya tercatat sebanyak 12 orang. Mereka terdiri atas delapan jemaah sakit, dua pendamping, dan dua jemaah kategori lain-lain. Sebagian jemaah masih menjalani observasi kesehatan dan menunggu ketersediaan kursi kosong untuk diberangkatkan pada kloter berikutnya.
Hingga 10 Mei 2026, Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 26.927 jemaah dan petugas dalam 71 kloter. Pada 11 Mei 2026, Embarkasi Surabaya kembali memberangkatkan lima kloter, yakni SUB 72 hingga SUB 76, dengan total 1.897 orang. Dengan tambahan tersebut, total jemaah dan petugas yang telah diberangkatkan mencapai 28.445 orang dalam 76 kloter.
Berikut adalah daftar enam jemaah haji Embarkasi Surabaya yang wafat di Arab Saudi:
- Kamariyah Dul Tayib (85), Kloter 8 asal Kabupaten Pasuruan, wafat di Hotel Maysan Al Harithia, Madinah pada 26 April 2026 karena Acute Respiratory Failure.
- Abd Wachid (71), Kloter 7 asal Kabupaten Pasuruan, wafat di RS Al-Noor, Makkah pada 7 Mei 2026 karena Septic Shock.
- Fajar Puja Sasmita (53), Kloter 11 asal Kota Malang, wafat di RS King Faisal, Makkah pada 7 Mei 2026 karena Cardiogenic Shock.
- Sibiatun Saji (72), Kloter 33 asal Kabupaten Lamongan, wafat di Mouwarat Hospital, Madinah pada 8 Mei 2026 karena Acute Respiratory Failure.
- Mustikan Rajim Diman (75), Kloter 47 asal Kabupaten Gresik, wafat di Al Haram Hospital, Madinah pada 8 Mei 2026 karena Cardiogenic Shock.
- Suyono Reso (58), Kloter 62 asal Kabupaten Jombang, wafat di RS King Faisal, Makkah pada 9 Mei 2026 karena Cardiogenic Shock.
Selama masa pemberangkatan, Embarkasi Surabaya terus memastikan kesiapan kesehatan dan pengawasan terhadap semua jemaah haji. Proses pemberangkatan dilakukan secara bertahap agar setiap jemaah dapat memperoleh layanan yang optimal. PPIH Embarkasi Surabaya juga berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada keluarga jemaah yang meninggal, baik secara emosional maupun administratif.
Selain itu, pihak embarkasi juga melakukan koordinasi dengan pihak berwenang di Arab Saudi guna memastikan bahwa proses pemakaman dan pengurusan dokumen kematian berjalan dengan lancar. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap jemaah haji yang telah gugur dalam menjalankan ibadah.
Pemantauan kesehatan terhadap jemaah tetap dilakukan secara intensif, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu. Setiap jemaah yang mengalami gangguan kesehatan akan segera ditangani oleh tenaga medis yang tersedia di tempat pelaksanaan ibadah haji.
Embarkasi Surabaya juga terus memperbarui data jumlah jemaah yang telah diberangkatkan serta yang masih menunggu proses pemberangkatan. Dengan adanya perhitungan yang akurat, embarkasi dapat memastikan bahwa setiap jemaah mendapatkan kesempatan yang sama untuk melaksanakan ibadah haji.
Seluruh upaya yang dilakukan oleh Embarkasi Surabaya bertujuan untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaah. Dengan kerja sama yang baik antara pihak embarkasi, petugas kesehatan, dan pihak berwenang di Arab Saudi, diharapkan ibadah haji dapat berjalan dengan lancar dan tanpa kendala.




