Pesona Likupang: Surga Bawah Laut yang Menawarkan Pengalaman Wisata yang Lengkap
Likupang semakin menarik perhatian sebagai destinasi wisata di Indonesia, terutama setelah masuk dalam daftar destinasi super prioritas (DSP) yang dicanangkan pemerintah. Terletak di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut), Likupang menawarkan pesona alam bahari yang memukau dan sering disebut sebagai surga bagi para penyelam.
Lebih dari sekadar keindahan alam, Likupang menjadi contoh bahwa kemajuan peradaban manusia tidak harus mengorbankan alam, melainkan melalui simbiosis mutualisme yang berkelanjutan. Masyarakat setempat memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut, sehingga pengunjung dapat merasakan langsung keindahan alam yang tetap lestari.
Wisatawan yang berkunjung ke Likupang bisa menikmati berbagai pengalaman menarik, mulai dari mempelajari konservasi alam di desa ekowisata, menyantap sajian lokal yang unik, hingga meremajakan tubuh dengan spa berbasis rempah lokal.
1. Desa Ekowisata Bahoi
Salah satu tempat terbaik untuk memulai perjalanan menjelajahi Likupang adalah Desa Ekowisata Bahoi. Destinasi ini memadukan keindahan alam dengan kearifan lokal masyarakat pesisir. Lokasi desa ini berada di Kecamatan Likupang Barat, tepatnya di sisi bukit dengan bentuk memanjang mengikuti pola pesisir.
Desa Bahoi menjadi contoh pengembangan ekowisata berbasis masyarakat. Warga setempat aktif dalam melindungi terumbu karang di daerah perlindungan laut (DPL) seluas 2 hektar (ha). Kawasan DPL tersebut juga dijaga ketat oleh masyarakat, dan jika ada yang melanggar, mereka akan dikenai sanksi berdasarkan peraturan desa (perdes).
Warga setempat mengembangkan sejumlah kegiatan wisata alam dengan tetap menjaga kelestariannya, seperti kawasan konservasi hutan bakau dan terumbu karang. Kegiatan pariwisata di Desa Bahoi dikelola oleh masyarakat dengan bimbingan pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Untuk melengkapi pengalaman berwisata, pengunjung bisa menginap di homestay yang merupakan rumah warga setempat. Di sini, wisatawan dapat berbaur dengan masyarakat, merasakan kehangatan budaya lokal, serta melihat langsung keseharian penduduk yang berkomitmen menjaga kelestarian kawasan ekowisata.
2. Keajaiban Alam di Danau Linow
Selain menyelami eksotisme alam bawah laut, wisatawan yang berkunjung ke Likupang bisa singgah sejenak ke Danau Linow untuk menyaksikan keajaiban alam yang memukau. Danau vulkanik ini dikenal akan keunikan warna airnya yang dapat berubah-ubah antara biru, hijau, atau kuning kecoklatan. Perubahan warna ini disebabkan oleh kandungan belerang di dasar danau.
Selain warnanya yang berubah setiap waktu, Danau Linow juga dikelilingi oleh panorama pepohonan hijau nan rimbun yang menyejukkan. Tak heran bila danau ini menjadi salah satu spot foto favorit para wisatawan.
3. Cakalang, Pelengkap Kuliner Likupang
Setelah puas bermain air, kini saatnya kembali mengisi energi dengan menyantap kuliner khas Likupang. Bubur tinutuan merupakan makanan yang wajib dicoba ketika berwisata ke Sulut. Dalam satu porsi bubur tinutuan, terdapat beragam sayuran segar, seperti kangkung, bayam, kemangi, pipilan jagung, ubi, dan labu kuning.
Sebagai pelengkap, bubur tinutuan biasanya disajikan bersama cakalang atau cacahan daging sapi yang ditaburkan di atasnya, sehingga menghasilkan satu mangkok bubur yang kaya rasa. Tak kalah lezat dari bubur tinutuan, wisatawan dapat pula menikmati sensasi pedas cakalang fufu, ikan cakalang yang dibelah menjadi dua, dilumuri bumbu, lalu diasapi selama empat jam.
Cakalang fufu terasa nikmat bila disantap dengan nasi hangat dan sambal dabu-dabu. Selain itu, masyarakat setempat juga suka mengolah cakalang fufu menjadi rica-rica.
4. Camilan Unik Kaya Rasa
Selain menawarkan masakan berbahan cakalang, Likupang juga memiliki camilan unik, yaitu pisang goroho yang dicocol dengan sambal roa. Berbeda dari pisang pada umumnya, pisang berbentuk panjang dan ramping ini hanya tumbuh di Sulut.
Pisang goroho umumnya diolah dengan cara diiris tipis lalu digoreng, menciptakan tekstur renyah yang mirip dengan keripik pisang. Uniknya, masyarakat lokal menyajikan pisang ini dengan sambal roa sehingga menghadirkan perpaduan rasa manis, gurih, sekaligus pedas dalam satu gigitan. Camilan ini paling pas dinikmati sambil menyeruput kopi, teh, atau minuman hangat lainnya.
5. Refleksikan Tubuh dengan Spa Bakera
Sebagai penutup perjalanan di Likupang, wisatawan dapat mencoba spa bakera untuk merelaksasikan tubuh setelah menjelajahi alam selama beberapa hari. Perawatan tradisional khas suku Minahasa ini awalnya diperuntukkan bagi perempuan setelah melahirkan. Namun, seiring waktu, spa bakera berkembang menjadi terapi relaksasi yang bisa dinikmati siapa saja yang ingin memulihkan kebugaran tubuh dengan cara alami.
Spa bakera menggunakan 20 bahan alami yang 40 persen di antaranya merupakan tanaman rempah herbal, antara lain daun cengkeh, sirih, balacai, suji, balacai, puring, beluntas, pandan, daun kayu manis, bawang putih, dan pala. Bahan-bahan alami tersebut bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh, mengurangi nyeri dan sakit, merangsang perasaan tenang dan rileks, serta detoksifikasi.
Selain itu, spa bakera juga menggunakan buah-buahan, khususnya lemong suangi untuk menghangatkan tubuh, daun sirsak, daun jeruk, dan daun jambu biji. Semua bahan ini direbus untuk digunakan steaming.
Dengan kombinasi keajaiban laut, gastronomi kaya rasa, dan rempah herbal sebagai media relaksasi, Likupang menyajikan paket wisata yang utuh. Pengalaman wisata ke Likupang juga diperkaya dengan pembelajaran terkait konservasi alam secara langsung dari warga setempat. Segera rencanakan perjalanan ke Likupang untuk menjadi bagian dari kisah pelestarian alam Nusantara.



















