Wasir Bisa Kambuh Lagi, Ini Penyebabnya
Wasir atau hemoroid adalah kondisi yang tidak langsung mengancam nyawa, tetapi dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang cukup besar dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang beranggapan bahwa setelah diobati, wasir akan sembuh sepenuhnya dan tidak pernah kambuh lagi. Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar. Wasir tetap berisiko kambuh jika faktor pemicunya tidak dihindari.
Dr. Franky Mainza Zulkarnain, Sp. B, menjelaskan bahwa wasir bisa kambuh kembali. “Perihal kambuh lagi, jelas bisa,” ujarnya saat ditemui di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Faktor Pemicu Kambuhnya Wasir
Gaya Hidup
Salah satu penyebab utama kekambuhan wasir adalah gaya hidup. Kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele ternyata berperan besar dalam meningkatkan tekanan di area anus dan rektum.
“Duduk lama, duduk lama di kamar mandi sambil pegang HP, itu bisa menyebabkan kekambuhan,” kata dr. Franky. Ia menjelaskan bahwa duduk terlalu lama, terutama saat buang air besar (BAB), dapat meningkatkan tekanan di dalam anus. Tekanan yang terus-menerus ini membuat pembuluh darah vena di sekitar anus mudah melebar dan kembali membengkak, sehingga wasir muncul lagi.
Selain itu, kebiasaan bermain ponsel saat BAB juga membuat durasi duduk menjadi lebih lama dari seharusnya. Akibatnya, aliran darah di area anus terganggu dan risiko kekambuhan wasir pun meningkat. “Yang suka main HP saat BAB hati-hati, yang biasanya cuma lima menit jadi 30 menit karena megang HP. Kenapa? Karena tekanan jadi meningkat di dalam anus karena dia duduk lama,” papar dr. Franky.
Untuk orang-orang yang aktivitas hariannya lebih banyak duduk, ia menyarankan agar maksimal duduk tiga jam, lalu berdiri sebentar sebelum duduk kembali, untuk menghindari risiko hemoroid dengan menurunkan tekanan di anus.
Pola Makan yang Kurang Sehat
Selain kebiasaan duduk lama, pola makan juga berperan penting dalam kekambuhan wasir. Konsumsi makanan tertentu dapat memicu iritasi saluran cerna dan meningkatkan tekanan saat BAB.
“Makan makanan pedas, durian, nanas, kambing, alkohol, yang bikin perut panas,” ucap dr. Franky. Ia menjelaskan bahwa makanan tersebut dapat menyebabkan hiperperistaltik, yakni kondisi ketika gerakan usus menjadi terlalu cepat. Akibatnya, tekanan di anus menjadi lebih tinggi saat BAB.
Tekanan inilah yang kemudian memicu pelebaran pembuluh darah di sekitar anus atau rektum, sehingga wasir yang sebelumnya sudah mereda bisa muncul kembali. Jarang mengonsumsi serat dan minum air putih yang cukup juga bisa meningkatkan risiko wasir kambuh. Sebab, BAB jadi kurang lancar, dan mengejan harus dilakukan cukup ekstra agar feses keluar. Sementara itu, mengejan yang berlebihan dapat menyebabkan wasir.
Faktor Keturunan
Faktor keturunan juga bisa membuat seseorang kembali mengalami wasir. Ini berkaitan dengan kualitas pembuluh darah. Jika ada riwayat keluarga dengan wasir, maka risiko kekambuhan juga lebih tinggi.
Kehamilan
Pada perempuan, kehamilan juga menjadi faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan wasir kambuh. Tekanan dari rahim yang membesar dapat menekan pembuluh darah di area panggul dan menghambat aliran darah balik ke jantung. Kondisi ini membuat pembuluh darah di sekitar anus lebih mudah melebar.
“Jantung memompa darah ke semua, termasuk ke daerah anus, lalu balik lagi ke atas jantung. Saat dia balik, karena ada bayi, enggak bisa bali sepenuhnya dan akhirnya bikin tekanan di bawah karena bayi yang semakin besar,” ucap dr. Franky.
Apakah Perlu Dioperasi Lagi?
Menurut dokter spesialis bedah umum dari RS Pondok Indah – Puri Indah ini, apakah wasir yang kambuh itu perlu dioperasi lagi atau cukup dengan pengobatan, dokter harus melihat langsung kondisinya. Selain itu, kekambuhan tidak serta-merta berarti wasir tidak bisa sembuh. Namun, penanganan lanjutan perlu disesuaikan dengan kondisi terbaru pasien, termasuk melihat derajat atau stadium hemoroid yang dialami.


















