Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya meluncurkan program bus gratis untuk pelajar dan mahasiswa, sebuah inisiatif yang bertujuan meningkatkan akses pendidikan bagi generasi muda di wilayah tersebut. Peluncuran program ini bertepatan dengan perayaan HUT ke-3 provinsi Papua Barat Daya, yang diadakan di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong.
Program ini dikelola sepenuhnya oleh Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat Daya. Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menyatakan bahwa program ini adalah wujud dukungan pemerintah terhadap pendidikan. “Bus ini akan beroperasi setiap hari sesuai dengan jadwal sekolah dan kuliah,” ujarnya.
Pemerintah menyediakan armada yang terdiri dari dua unit mobil dan satu bus mini yang dikhususkan untuk siswa Sekolah Luar Biasa (SLB), termasuk sekitar 30 siswa yang berasal dari Raja Ampat dan bersekolah di Kota Sorong.
Lebih lanjut, Gubernur Elisa Kambu mengungkapkan rencana pemerintah provinsi untuk membangun asrama khusus di Raja Ampat yang diperuntukkan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Dengan adanya layanan transportasi gratis ini, ditambah dengan kebijakan nasional mengenai program makan gratis di sekolah, pemerintah berharap tidak ada lagi alasan bagi anak-anak untuk tidak bersekolah. “Tidak ada lagi alasan anak-anak tidak pergi sekolah,” tegasnya.
Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat Daya, Viktor Salossa, menjelaskan bahwa dua unit bus baru ini merupakan pengadaan dari pemerintah provinsi. Pemerintah provinsi memiliki kewenangan atas layanan transportasi untuk SLB dan mahasiswa perguruan tinggi. Bus-bus ini akan melayani mahasiswa dari berbagai wilayah yang berjarak jauh, seperti Saoka, Tanjung Kasuari, Aimas, dan daerah sekitarnya.
Setiap bus memiliki kapasitas 20 kursi dan seluruh layanannya diberikan secara gratis. Biaya operasional, termasuk gaji sopir, bahan bakar minyak (BBM), dan pemeliharaan, sepenuhnya ditanggung melalui anggaran Otonomi Khusus (Otsus). Layanan bus gratis ini akan beroperasi dari hari Senin hingga Sabtu, menyesuaikan dengan jadwal sekolah dan kuliah, mulai pukul 07.00 pagi hingga sore hari.
Rute dan Jadwal Operasional
- Senin – Sabtu: Bus beroperasi setiap hari kerja, memberikan fleksibilitas bagi pelajar dan mahasiswa.
- Pukul 07.00 – Sore: Jam operasional yang disesuaikan untuk mengakomodasi jadwal sekolah dan perkuliahan.
Wilayah Layanan: Saoka, Tanjung Kasuari, Aimas, dan sekitarnya.
- Bus akan menjangkau wilayah-wilayah yang berjarak jauh dari pusat pendidikan, sehingga memudahkan akses bagi mahasiswa yang tinggal di daerah pinggiran.
Armada Khusus untuk Siswa SLB
- Dua Unit Mobil dan Satu Bus Mini: Armada khusus ini didesain untuk memenuhi kebutuhan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB).
- Siswa Raja Ampat: Prioritas diberikan kepada sekitar 30 siswa SLB asal Raja Ampat yang menempuh pendidikan di Kota Sorong.
Rencana Pembangunan Asrama: Pemerintah Provinsi berencana membangun asrama khusus di Raja Ampat bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
- Ini adalah langkah strategis untuk memberikan fasilitas yang lebih baik dan mendukung pendidikan inklusif.
Pembiayaan dan Pengelolaan
- Anggaran Otonomi Khusus (Otsus): Seluruh biaya operasional bus, termasuk gaji sopir, BBM, dan pemeliharaan, dibiayai melalui anggaran Otsus.
- Dinas Perhubungan: Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat Daya bertanggung jawab penuh atas pengelolaan dan pengawasan program bus gratis ini.
- Gratis: Layanan bus ini sepenuhnya gratis untuk pelajar dan mahasiswa.
Uji Coba dan Antusiasme Masyarakat
Gubernur Elisa Kambu berkesempatan mencoba langsung bus tersebut. Ia duduk di kursi penumpang sementara Kepala Dinas Perhubungan Viktor Salossa mengemudikan kendaraan, mengangkut puluhan mahasiswa berkeliling kawasan Alun-alun Aimas. Para mahasiswa tampak antusias dan senang dengan fasilitas baru ini. Ini adalah langkah nyata Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam memperluas akses pendidikan dan meningkatkan pelayanan publik bagi generasi muda.
Dampak Positif
Program bus gratis ini diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pendidikan di Papua Barat Daya, antara lain:
- Peningkatan Akses Pendidikan: Memudahkan pelajar dan mahasiswa dari wilayah-wilayah terpencil untuk mengakses pendidikan.
- Pengurangan Beban Ekonomi: Mengurangi biaya transportasi bagi keluarga pelajar dan mahasiswa.
- Peningkatan Motivasi Belajar: Menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan meningkatkan motivasi belajar siswa.
- Pemerataan Pendidikan: Mendukung pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Papua Barat Daya.
- Mendukung Program Makan Gratis: Bersinergi dengan program makan gratis di sekolah, memastikan anak-anak tidak lagi memiliki hambatan untuk bersekolah.




