Mayjen TNI Krido Pramono Resmi Jabat Pangdam VI/Mulawarman: Profil dan Perjalanan Karier
Dalam rotasi jabatan strategis di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) terbaru, Mayor Jenderal TNI Krido Pramono resmi mengemban amanah sebagai Panglima Kodam (Pangdam) VI/Mulawarman. Beliau menggantikan Mayjen TNI Rudy Rachmat dalam sebuah mutasi yang menunjukkan dinamika dan penyegaran dalam organisasi militer. Lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1997 ini, sebelum memegang tampuk kepemimpinan Kodam VI/Mulawarman, telah menorehkan jejak karier yang cemerlang di berbagai posisi penting, termasuk sebagai Asisten Intelijen Panglima TNI.
Mutasi di tubuh TNI merupakan sebuah proses yang lazim dilakukan secara berkala. Tujuan utamanya adalah untuk menyegarkan organisasi, memberikan ruang pengembangan karier bagi para personel, serta menyesuaikan kebutuhan strategis institusi militer dengan dinamika zaman. Mayjen TNI Krido Pramono, dengan latar belakang pendidikan militernya di Akmil, sebuah institusi pendidikan kedinasan yang mencetak calon perwira TNI Angkatan Darat di Magelang, Jawa Tengah, kini dipercaya untuk memimpin salah satu komando kewilayahan pertahanan darat yang vital.
Jabatan Pangdam VI/Mulawarman memiliki cakupan wilayah tanggung jawab yang luas, meliputi pertahanan darat di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Markas Kodam VI/Mulawarman sendiri berlokasi di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Keberadaan Kodam ini sangat krusial dalam menjaga kedaulatan dan integritas wilayah darat Indonesia di bagian utara Pulau Kalimantan.
Sebelum dipercaya menduduki posisi Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono telah malang melintang di berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat. Perjalanan kariernya menunjukkan rekam jejak yang solid dan penuh dedikasi. Beliau lahir pada 17 Oktober 1975, dan kini berusia 50 tahun. Selama masa baktinya, Krido Pramono pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 611/Awang Long dan Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1002/Barabai. Pengalaman di tingkat batalyon dan distrik ini memberikannya pemahaman mendalam mengenai operasional di lapangan dan hubungan dengan masyarakat di tingkat akar rumput.
Karier Mayjen TNI Krido Pramono terus menanjak. Beliau pernah menduduki posisi penting di lingkungan sipil namun tetap terkait dengan pertahanan dan kenegaraan, yaitu sebagai Kepala Bagian di Sekretariat Militer Presiden (Kabag PPTP Biro PTP Setmilpres) pada periode 2016-2019. Posisi ini menuntutnya untuk terlibat dalam urusan-urusan kepresidenan yang berkaitan dengan militer, menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari pimpinan.
Pada tahun 2022, lulusan Akmil 1997 dari kecabangan Infanteri (Raider) ini diamanahkan untuk menjabat sebagai Asisten Personel (Aspers) Kodam I/Bukit Barisan. Jabatan Aspers sangat vital dalam pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan TNI AD, mulai dari rekrutmen, penempatan, hingga pengembangan karier prajurit. Setahun kemudian, Krido Pramono melanjutkan perjalanannya dengan menjabat sebagai Paban V/Binkar Spersad, sebuah posisi di tingkat Staf Personel Angkatan Darat yang fokus pada pembinaan karier.
Puncak karier di bidang personel semakin terlihat ketika pada November 2023, beliau dipercaya menjadi Wakil Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Darat (Waaspers Kasad) Bidang Pembinaan Personel (Binpers). Jabatan ini memberikannya tanggung jawab yang lebih besar dalam merumuskan kebijakan dan strategi pembinaan personel di seluruh jajaran TNI AD.
Selain itu, Mayjen TNI Krido Pramono juga pernah memegang komando teritorial sebagai Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 052/Wijayakrama pada tahun 2024. Pengalaman memimpin Korem memberikannya gambaran yang lebih luas mengenai tantangan kewilayahan dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta unsur masyarakat. Beliau juga pernah dipercaya sebagai Perwira Sahli Tingkat III Bidang Hubungan Internasional (Hubint) Panglima TNI. Jabatan ini menegaskan kapasitasnya dalam diplomasi militer dan kemampuan menjalin serta memperkuat hubungan kerja sama dengan angkatan bersenjata negara lain di kancah internasional.
Puncak pengabdiannya sebelum menjadi Pangdam adalah ketika beliau ditunjuk sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI. Dalam posisi ini, beliau bertanggung jawab membantu Panglima TNI dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan informasi intelijen strategis yang krusial untuk mendukung pengambilan keputusan serta operasi militer. Pengalaman di bidang intelijen ini tentu akan menjadi bekal berharga dalam memimpin Kodam VI/Mulawarman.
Serah Terima Jabatan Enam Jenderal TNI AD
Peresmian jabatan Mayjen TNI Krido Pramono sebagai Pangdam VI/Mulawarman merupakan bagian dari serah terima jabatan (Sertijab) yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Acara Sertijab ini dilaksanakan di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, pada hari Kamis, 11 Desember 2025.
Dalam upacara tersebut, sebanyak enam posisi strategis di lingkungan TNI AD mengalami pergantian pucuk pimpinan. Keenam jabatan yang diserahterimakan adalah sebagai berikut:
Pangdam I/BB
- Pejabat Lama: Mayjen TNI Rio Firdianto
- Pejabat Baru: Mayjen TNI Hendy Antariksa
Pangdam VI Mulawarman
- Pejabat Lama: Mayjen TNI Rudy Rachmat
- Pejabat Baru: Mayjen TNI Krido Pramono
Pangdam XIII/Mdk
- Pejabat Lama: Mayjen TNI Suhardi
- Pejabat Baru: Mayjen TNI Mirza Agus
Danseskoad
- Pejabat Lama: Mayjen TNI Hendy Antariksa
- Pejabat Baru: Mayjen TNI Dr. Agustinus Purboyo
Kadisjasad
- Pejabat Lama: Brigjen TNI Dedi Ruswandi
- Pejabat Baru: Brigjen TNI Andri Amijaya
Dandenmabesad
- Pejabat Lama: Brigjen TNI M. Aidi
- Pejabat Baru: Brigjen TNI I Made Sutia

Dalam sambutan yang disampaikan oleh KSAD, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian mereka selama menjabat. Kepada para pejabat yang baru, KSAD menekankan pentingnya untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik, serta mendorong inovasi yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan institusi TNI AD secara keseluruhan. Beliau juga menegaskan bahwa pengalaman bertugas di berbagai satuan merupakan bekal yang sangat berharga dalam memimpin organisasi yang lebih besar.
Melalui pergantian kepemimpinan ini, TNI AD memiliki harapan besar untuk dapat semakin memperkuat kualitas kinerja di seluruh jajaran satuan, baik dalam pelaksanaan operasi militer maupun dalam pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, rotasi ini juga diharapkan dapat melahirkan generasi pemimpin-pemimpin baru yang adaptif, responsif, dan mampu menjawab setiap tantangan serta dinamika tugas yang semakin kompleks di masa depan.



















