Anggota DPR RI, Endipat Wijaya, menjadi sorotan setelah diduga melontarkan sindiran terhadap aksi penggalangan dana yang dilakukan oleh relawan untuk korban banjir di Sumatera. Sosok yang diduga disindir adalah Ferry Irwandi, yang berhasil mengumpulkan lebih dari Rp 10 miliar dalam waktu singkat melalui platform KitaBisa. Di tengah ramainya perbincangan ini, kekayaan Endipat Wijaya pun turut menjadi perhatian publik.
Kekayaan Endipat Wijaya: Tembus Rp 12 Miliar
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 9 September 2024, Endipat Wijaya memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 12.493.805.131. Berikut rinciannya:
Tanah dan Bangunan: Rp 2.500.000.000
- Tanah seluas 123 m2 di Kota Tangerang Selatan: Rp 1.000.000.000
- Tanah seluas 205 m2 di Bogor: Rp 1.000.000.000
- Tanah seluas 105 m2 di Bogor: Rp 500.000.000
Alat Transportasi dan Mesin: Rp 2.546.000.000
Mobil SUV Premium GWM Tank 500 HEV Tahun 2024: Rp 1.196.000.000
- Mobil Honda CRV Tahun 2019: Rp 350.000.000
- Mobil Toyota Alphard Tahun 2021: Rp 1.000.000.000
- Harta Bergerak Lainnya: Rp 52.000.000
- Surat Berharga: Rp 5.000.000.000
- Kas dan Setara Kas: Rp 2.395.805.131
- Harta Lainnya: Rp –
- Hutang: Rp –
Total harta kekayaan Endipat Wijaya adalah Rp 12.493.805.131.
Profil Singkat Endipat Wijaya
Endipat Wijaya lahir di Bengkulu pada 31 Mei 1984. Ia merupakan alumni SMA Taruna Nusantara dan lulusan Teknik Metalurgi ITB Bandung (2006). Ia juga menyelesaikan pendidikan Manajemen di Swiss German University pada tahun 2019.
Sebelum terjun ke dunia politik, Endipat sempat berkarir sebagai teknisi di Double A Group dan kemudian bergabung dengan PT Kaltim Prima Coal. Pada tahun 2011, ia memulai karir politiknya dengan bergabung dengan Partai Gerindra. Kedekatannya dengan tokoh-tokoh penting di Gerindra, termasuk Prabowo Subianto, memuluskan jalannya di dunia politik. Saat ini, Endipat menjabat sebagai anggota Komisi I DPR RI periode 2024-2029, yang memiliki lingkup tugas di bidang pertahanan, luar negeri, komunikasi, dan informasi.
Dugaan Sindiran Terhadap Ferry Irwandi
Dugaan sindiran terhadap Ferry Irwandi muncul saat rapat kerja Komisi I DPR RI dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Dalam rapat tersebut, Endipat memberikan masukan kepada Menteri Kominfo agar lebih gencar menyebarluaskan informasi mengenai kinerja pemerintah dalam penanganan bencana di Sumatera.
Pernyataan Endipat yang menjadi sorotan adalah ketika ia menyebut adanya pihak-pihak yang “sok paling” dalam penanganan bencana. Meskipun tidak menyebut nama secara langsung, banyak pihak yang menduga bahwa sindiran tersebut ditujukan kepada Ferry Irwandi, yang berhasil mengumpulkan donasi lebih dari Rp 10 miliar untuk korban banjir.
Endipat juga menyinggung mengenai anggapan bahwa pemerintah tidak hadir dalam memberikan bantuan kepada korban bencana. Ia menegaskan bahwa negara telah hadir sejak awal dan memberikan kontribusi yang jauh lebih besar dibandingkan sumbangan individu.
“Orang perorang cuma nyumbang Rp10 miliar, negara sudah triliun-triliunan ke Aceh itu Bu. Jadi yang kayak gitu mohon dijadikan perhatikan perhatian sehingga ke depan tidak ada lagi informasi yang seolah-olah negara tidak hadir di mana-mana. Padahal negara sudah hadir sejak awal di dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.
Respon Ferry Irwandi
Menanggapi dugaan sindiran tersebut, Ferry Irwandi memberikan respon melalui akun Instagram pribadinya. Ia terkesan santai dan tidak terlalu mempermasalahkan pernyataan Endipat.
“Gpp dia bener kok. udah santai saja,” tulis Ferry di kolom komentar.
Ferry juga mengakui bahwa donasi yang ia kumpulkan masih kurang dan berharap dapat memberikan lebih banyak bantuan kepada para korban.
“Gue malah ngerasa kurang euy (Rp10 miliar), beneran. I wish i can do more.”
“Maaf ya teman-teman, sekali lagi maaf,” tulis Ferry.
Mengenai pernyataan Endipat tentang anggaran triliunan yang digelontorkan pemerintah, Ferry memberikan tanggapan positif. Ia menyambut baik hal tersebut karena Aceh memang membutuhkan percepatan pemulihan.
“Syukurlah karena Aceh emang butuh percepatan,” kata Ferry.


















