Penguatan Koordinasi Lintas Lembaga untuk Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera
Upaya pemulihan infrastruktur dan pembangunan hunian bagi masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Sumatera memerlukan percepatan signifikan. Hal ini dapat dicapai melalui penguatan koordinasi lintas lembaga, sebuah aspirasi yang disuarakan oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Harapan ini disampaikan saat dirinya menghadiri rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana Sumatera yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Aceh.
Dalam forum penting tersebut, Muzakir Manaf secara tegas menyatakan keinginannya agar rapat ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menghasilkan langkah-langkah konkret. Prioritas utama yang disorotnya meliputi percepatan pemulihan infrastruktur yang rusak, akselerasi penyediaan hunian sementara, serta pembangunan hunian tetap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Selain itu, penguatan perlindungan sosial bagi para korban dan kejelasan skema pendanaan, termasuk pembagian peran yang terintegrasi antarpihak, juga menjadi poin krusial yang ia tekankan.
“Kami berharap rapat ini menghasilkan langkah konkret, terutama percepatan pemulihan infrastruktur, percepatan penyediaan hunian sementara, hunian tetap bagi masyarakat terdampak, penguatan perlindungan sosial, serta kejelasan skema pendanaan dan pembagian peran antarpihak secara terintegrasi,” ujar Muzakir dalam rapat tersebut.
Lebih lanjut, Muzakir Manaf menekankan bahwa momentum rapat koordinasi ini harus dimanfaatkan secara strategis untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan yang terpenting, berkeadilan bagi seluruh masyarakat yang terdampak.
Momentum Strategis untuk Penyelarasan Kebijakan dan Sinergi
Gubernur Aceh meyakini bahwa rapat koordinasi ini merupakan kesempatan emas untuk menyelaraskan persepsi, menyatukan visi, dan memperkuat sinergi antara berbagai elemen penting. Elemen-elemen tersebut mencakup DPR RI, kementerian, lembaga pemerintah non-kementerian, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta pemerintah daerah. Dengan adanya keselarasan ini, proses pemulihan diharapkan dapat berjalan lebih efisien dan efektif, mencapai tujuan yang diharapkan tanpa tumpang tindih dalam pelaksanaan program.
“Oleh karena itu, rapat koordinasi ini menjadi momentum strategis dalam menyatukan persepsi, menyelaraskan kebijakan, dan memperkuat sinergi antara DPR RI, kementerian, dan juga lembaga, BUMN, dan pemerintah daerah agar pemulihan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran dan berkeadilan,” tegas Muzakir.
Latar Belakang Rapat Koordinasi Pascabencana
Rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera ini sendiri merupakan inisiatif dari DPR RI. Forum ini digelar bersama kementerian, lembaga terkait, dan pemerintah daerah di Aceh. Acara ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang didampingi oleh dua wakil ketua DPR lainnya, yakni Cucun Ahmad Syamsurijal dan Saan Mustopa.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan menunjukkan keseriusan dalam penanganan pascabencana. Sejumlah kepala daerah turut hadir, mencakup Gubernur Aceh, Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Barat, para wakil gubernur, serta bupati dan wakil bupati dari daerah-daerah yang secara langsung terdampak oleh bencana.
Selain perwakilan pemerintah daerah, rapat ini juga dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat negara yang memegang peranan penting dalam penanggulangan bencana dan pemulihan. Di antaranya adalah Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perhubungan, Menteri Sosial beserta Wakil Menteri Sosial, Menteri Keuangan, Wakil Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Kasatgas Darurat Jembatan, Utusan Khusus Presiden Bidang Kepemudaan, serta perwakilan dari sektor energi dan telekomunikasi seperti Direktur Utama PT Telkomsel dan Direktur Utama PLN.
Pentingnya Koordinasi Solid dalam Pemulihan
Dalam sambutannya, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menjelaskan bahwa rapat ini difasilitasi secara khusus oleh DPR RI guna memperkuat koordinasi dalam upaya pemulihan pascabencana. Ia menekankan bahwa proses pemulihan memerlukan koordinasi yang solid dan terpadu, mengingat banyaknya pihak yang telah terlibat sejak tahap tanggap darurat bencana.
“Khusus pada hari ini, pertemuan sengaja diadakan dan difasilitasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dalam rangka pemulihan pascabencana,” ujar Dasco.
Dasco menambahkan, “Kita menyadari bahwa setelah penanganan bencana kemarin, teman-teman dari TNI, Polri, Pemda, dan relawan telah bekerja keras, sehingga dalam pemulihan pascabencana ini kita perlu bersama-sama melakukan koordinasi untuk fokus terhadap hal-hal yang akan ditangani.”
Pentingnya sinergi antara kementerian, lembaga, pemerintah daerah, DPR, serta BUMN menjadi penekanan utama dari Dasco. Tujuannya adalah untuk menyamakan persepsi, memfokuskan tindakan, serta memastikan efisiensi anggaran dan mencegah tumpang tindih dalam pelaksanaan program pemulihan.
“Perlu adanya sinergi antara Kementerian dan Lembaga, Pemda, DPR, serta BUMN untuk menyamakan persepsi serta memfokuskan tindakan agar efisien dari sisi anggaran dan tidak terjadi tumpang tindih,” pungkas Dasco, menegaskan komitmen bersama untuk mewujudkan pemulihan yang cepat, tepat, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Sumatera yang terdampak bencana.





















