Menginspirasi Melalui Pengabdian: Kisah Aiptu Najahi dan Makna Kematian
Di tengah hiruk pikuk kehidupan sehari-hari, kisah tentang pengabdian tulus kepada sesama seringkali menjadi lentera yang menerangi jalan. Salah satu kisah yang patut digarisbawahi adalah tentang Aiptu Najahi, seorang personel Kepolisian Resor Melawi yang tidak hanya menjalankan tugas pokoknya, tetapi juga memberikan kontribusi luar biasa dalam kegiatan sosial yang mendalam. Dedikasinya dalam memimpin dan membantu pelaksanaan Fardu Kifayah di Desa Paal sejak tahun 2020 telah menarik perhatian dan memberinya penghargaan dari Kapolres Melawi, AKBP Harris Batara Simbolon.
Penghargaan ini diberikan kepada Aiptu Najahi dan empat belas personel lainnya pada Senin, 1 Juni 2026, di lapangan apel Bhayangkara. Pemberian apresiasi ini tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Kepolisian Resor Melawi Polda Kalbar Nomor // KEP // 14 // EMPAT ROMAWI // 2026 // Tanggal // 28 April 2026//, yang secara khusus mengakui kontribusi dan dedikasi tinggi para penerima dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri.
Pionir Kebaikan di Desa Paal
Kapolres Melawi, AKBP Harris Batara Simbolon, SIK, SH, M.Tr.Opsla, secara khusus menyoroti peran Aiptu Najahi sebagai pionir dalam kegiatan pembinaan masyarakat. “Terjun langsung bersama masyarakat membantu Fardu Kifayah warga yang meninggal dunia dalam hal ini menggali kubur, dalam pelaksanaannya tidak di pungut biaya,” ujar Kapolres Melawi. Tindakan ini bukan sekadar tugas, melainkan wujud nyata kepedulian yang mendalam terhadap sesama, terutama di saat-saat paling rentan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Fardu Kifayah, sebuah kewajiban kolektif dalam Islam untuk mengurus jenazah, seringkali membutuhkan tenaga dan dukungan ekstra. Kehadiran Aiptu Najahi yang secara sukarela memimpin dan menggerakkan warga untuk melaksanakan kewajiban ini, tanpa memungut biaya, menunjukkan tingkat keikhlasan yang luar biasa. Ia tidak hanya mengarahkan, tetapi juga turut serta dalam setiap proses, mulai dari penggalian kubur hingga penguburan.
Sosok Sederhana dengan Semangat Luar Biasa
Aiptu Najahi, yang akrab disapa Long Hi, adalah pria berusia empat puluh tujuh tahun yang berasal dari Kabupaten Bengkayang. Meski telah bertugas di Polres Melawi, logat Melayu-nya masih kental terdengar. Kehidupannya mencerminkan kesederhanaan yang luar biasa. Ia dikenal selalu tenang, dan ciri khasnya adalah sepeda motor Honda Supra Fit tahun 2003 yang setia menemaninya dalam menjalankan tugas. Dengan kecepatan yang tidak melebihi tiga puluh lima kilometer per jam, ia menempuh perjalanan menuju Polres Melawi, sebuah gambaran ketenangan dan fokus dalam menjalani setiap aspek kehidupannya.
Kesederhanaan inilah yang justru membuat tindakannya semakin menginspirasi. Ia tidak mencari pujian atau pengakuan, melainkan murni didorong oleh panggilan hati untuk berbuat baik. Keterlibatannya dalam Fardu Kifayah di Desa Paal sejak tahun 2020 bukan hanya sekadar kegiatan sampingan, tetapi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitasnya sebagai seorang pelayan masyarakat.
Makna Kehidupan dan Kematian: Refleksi Mendalam
Kapolres Melawi, AKBP Harris Batara Simbolon, mengungkapkan pandangannya mengenai dampak positif dari kegiatan yang dipimpin oleh Aiptu Najahi. “Tentu saja kegiatan bersama masyarakat ini sangat baik, Aiptu Najahi mampu memimpin dan membantu langsung Fardu Kifayah sungguh memberikan magnet tersendiri akan makna kehidupan dan kematian sebagai tamu yang tanpa kita ketahui kapan datangnya,” terangnya.
Pernyataan ini menyentuh inti dari makna kemanusiaan. Kehidupan adalah sebuah perjalanan sementara, dan kematian adalah kepastian yang tak terhindarkan. Melalui kegiatan Fardu Kifayah, Aiptu Najahi secara tidak langsung mengingatkan masyarakat akan pentingnya mempersiapkan diri, baik secara spiritual maupun sosial, untuk menghadapi momen tersebut. Tindakannya menciptakan kesadaran kolektif akan siklus kehidupan dan kematian, serta pentingnya saling membantu dalam menghadapi cobaan.
Dukungan Penuh dari Pimpinan
AKBP Harris Batara Simbolon tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung kegiatan mulia yang dilakukan oleh Aiptu Najahi. “Siap memberikan dukungan atas pembinaan mulia yang dilakukannya dan mempersilahkan untuk meluangkan waktu dinasnya apa bila sewaktu waktu di perlukan untuk melaksanakan Fardu Kifayah untuk yang membutuhkan,” tegas Kapolres.
Dukungan ini sangat krusial, karena menunjukkan bahwa institusi Polri tidak hanya fokus pada tugas penegakan hukum, tetapi juga menghargai dan mendorong anggotanya untuk berkontribusi positif dalam masyarakat. Kesediaan untuk memberikan kelonggaran waktu dinas menunjukkan betapa Kapolres memandang tinggi nilai kemanusiaan dari kegiatan Fardu Kifayah ini.
Pesan untuk Terus Menebar Kebaikan
Menutup pernyataannya, Kapolres Melawi memberikan pesan yang mendalam kepada Aiptu Najahi dan seluruh masyarakat Desa Paal yang terlibat dalam kolaborasi hebat ini. “Kepada Aiptu Najahi dan masyarakat Desa Paal yang telah berkolaborasi hebat membantu Fardu Kifayah ini, saya berpesan terus lah menebar kebaikan, kesabaran dan keikhlasan semoga menjadi lautan amal baik saat tamu menjemput kelak,” pungkas Kapolres Melawi.
Pesan ini adalah pengingat bahwa setiap tindakan kebaikan, sekecil apapun, akan memberikan dampak yang besar. Kesabaran dan keikhlasan adalah kunci dalam menjalani kehidupan dan melayani sesama. Dengan terus menebar kebaikan, diharapkan Aiptu Najahi dan masyarakat Desa Paal dapat mengumpulkan bekal amal yang berlimpah untuk kehidupan setelah kematian. Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa pengabdian tulus kepada masyarakat dapat memberikan inspirasi tak terhingga dan memperkaya makna kehidupan kita semua.











