Alasan Sein Merah Ditinggalkan?

Diposting pada

Mungkin Anda berpikir bahwa lampu sein belakang berwarna merah adalah sesuatu dari masa lalu. Pendapat ini ada benarnya, mengingat kita sering melihat mobil-mobil, terutama yang berasal dari Amerika Serikat pada era 70-an hingga 90-an, masih menggunakan lampu jenis ini. Bahkan, Opel Blazer keluaran tahun 1996-1998 tercatat sebagai salah satu mobil terakhir yang beredar di Indonesia dengan lampu sein belakang berwarna merah.

Namun, meskipun di Indonesia penggunaannya sudah tidak lazim, di Amerika Serikat dan beberapa wilayah Amerika Utara, khususnya Meksiko, lampu sein belakang berwarna merah masih digunakan hingga saat ini. Mengapa demikian?

Evolusi Warna Lampu Sein: Dari Merah ke Oranye

Sebenarnya, lampu sein berwarna merah pernah menjadi standar global, termasuk di Eropa dan Jepang. Kita bisa menemukan mobil-mobil dari era 60-an yang masih menggunakannya, seperti Mercedes-Benz Fintail atau W110 hingga W112.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu dan melalui berbagai kajian, muncul pandangan bahwa lampu sein sebaiknya memiliki warna yang berbeda agar lebih aman. Tujuannya adalah agar nyala lampu sein dapat dibedakan dengan lebih jelas dari lampu rem atau lampu belakang. Pengamatan menunjukkan bahwa warna oranye atau amber (sebutan di AS) adalah warna yang ideal untuk lampu sein.

Lantas, mobil apa yang pertama kali menggunakan lampu sein berwarna oranye/amber? Menurut catatan sejarah, mobil pertama yang menggunakan lampu sein berwarna oranye adalah Buick pada tahun 1939. Menariknya, mobil ini adalah buatan Amerika Serikat. Namun, penggunaan lampu sein berwarna oranye pada Buick ini tidak langsung populer dan bahkan seolah terlupakan.

Baru pada era 60-an, Volkswagen Beetle menjadi mobil pertama yang secara luas mengadopsi lampu sein berwarna oranye, khususnya untuk pasar Eropa. Perbedaan warna cahaya yang signifikan inilah yang kemudian diterima oleh banyak produsen mobil di seluruh dunia, termasuk pabrikan AS.

Mobil-mobil AS yang menggunakan lampu sein berwarna oranye mulai muncul pada era 70-an. Salah satunya adalah Dodge Monaco atau Plymouth Fury keluaran 1977, yang dikenal sebagai pelopor penggunaan lampu sein belakang berwarna oranye. Namun, entah mengapa, sebagian besar mobil Amerika pada akhirnya tetap setia menggunakan lampu sein berwarna merah hingga saat ini.

Regulasi Federal AS dan Pilihan Warna Lampu Sein

Otoritas otomotif federal AS hingga saat ini tidak mewajibkan penggunaan lampu sein belakang berwarna kuning/oranye. Otoritas di AS memberikan kebebasan untuk memilih antara lampu sein berwarna merah atau oranye. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Menurut National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), badan pemerintah federal di bawah Departemen Perhubungan AS, lampu sein berwarna kuning secara signifikan mampu mencegah kecelakaan. Meskipun demikian, rekomendasi ini tampaknya tidak banyak diterapkan di AS hingga saat ini.

Bahkan, beberapa mobil non-AS dari Eropa atau Jepang justru ikut menggunakan lampu sein berwarna merah sebagai ciri khas untuk USDM (US Domestic Market). Hal ini dapat ditemui pada beberapa model BMW, Audi, dan Toyota.

Ketidaksesuaian Lampu Sein Merah dengan Aturan di Indonesia

Di Indonesia, regulasi mengenai warna lampu diatur dalam UU. LLAJ & PP No. 5 2012. Dalam peraturan tersebut, disebutkan bahwa lampu penunjuk arah (sein) wajib berwarna kuning tua dengan sinar berkedip.

Dengan berlakunya undang-undang ini, maka mobil yang dijual oleh APM Amerika di Indonesia wajib mengikuti aturan tersebut. Contohnya adalah Jeep, yang telah mengikuti aturan ini bahkan sebelum aturan ini diberlakukan.

Pada era 90-an, kita bisa melihat bahwa lampu sein YJ Wrangler menggunakan sein dengan mika berwarna oranye. Hal ini disebabkan karena Wrangler yang masuk ke Indonesia menggunakan spesifikasi Eropa atau Australia. Hal yang sama juga berlaku untuk penerusnya, yaitu TJ hingga JL, yang menganut standar Eropa.

Secara ringkas, berikut beberapa poin penting terkait perbedaan penggunaan lampu sein berwarna merah dan oranye:

  • Sejarah: Lampu sein merah pernah menjadi standar global sebelum digantikan oleh lampu sein oranye.
  • Keamanan: Studi menunjukkan bahwa lampu sein oranye lebih mudah dibedakan dari lampu rem, sehingga meningkatkan keselamatan.
  • Regulasi: Amerika Serikat memberikan kebebasan dalam memilih warna lampu sein, sementara Indonesia mewajibkan penggunaan lampu sein berwarna kuning tua.
  • Adaptasi: Beberapa produsen mobil non-AS mengikuti preferensi pasar AS dengan menggunakan lampu sein merah pada model USDM.
  • Implementasi: Mobil-mobil yang dipasarkan di Indonesia harus mematuhi regulasi yang mewajibkan penggunaan lampu sein berwarna kuning tua.

Dengan memahami sejarah, regulasi, dan alasan di balik perbedaan penggunaan warna lampu sein, kita dapat lebih menghargai pentingnya standar keselamatan dan adaptasi terhadap regulasi di berbagai negara.

Gambar Gravatar
Rizki merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan