Bali Kini Miliki Layanan Jantung Canggih, Imaging Jantung Jadi Standar Baru

Diposting pada

Teknologi Pencitraan Jantung Menjadi Standar Baru dalam Perawatan Medis

Penggunaan teknologi pencitraan jantung (cardiac imaging) terkini kini menjadi standar baru dalam menentukan strategi intervensi medis yang presisi, aman, dan minim risiko bagi pasien. Hal ini disampaikan oleh Pakar Kardiovaskular Intervensi Siloam Hospitals Bali, Dr. dr. I Made Junior Rina Artha, SpJP(K), FIHA, FAsCC, FAPSIC, FSCAI, FESC, FACC dalam acara Cardiac Symposium: “From Imaging to Intervention” di Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (8/8).

Menurutnya, kemajuan teknologi telah mengubah cara pengobatan penyakit jantung. Imajing tidak hanya membantu menegakkan diagnosis awal, tetapi juga menjadi panduan untuk menentukan intervensi paling tepat bagi setiap pasien.

Simposium bersertifikasi SKP Kemenkes RI ini dihadiri sekitar 100 dokter umum, dokter spesialis, dan mitra medis. Acara ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan pengetahuan para profesional kesehatan tentang perkembangan teknologi pencitraan jantung dan intervensi medis.

Sejak dikembangkan pada 2012 silam, layanan jantung Siloam Hospitals Bali terus bertransformasi dari fasilitas standar menuju teknologi modern berbasis bukti (evidence-based medicine). Saat ini, rumah sakit tersebut telah dilengkapi dengan berbagai perangkat canggih seperti CT Cardiac, Cardiac MRI, Transesophageal Echocardiography (TEE), hingga intravascular imaging.

Dr. Junior menjelaskan bahwa intravascular imaging memberikan gambaran detail bagian dalam pembuluh darah yang tidak terlihat oleh cath lab biasa, seperti tingkat kalsifikasi, lipid, atau fibrous. “Bila cath lab hanya memperlihatkan bagian luar pipa pembuluh darah, intravascular imaging mampu melihat bagian dalamnya. Informasi detail ini memungkinkan kami mengambil keputusan tindakan secara lebih akurat,” katanya.

Dukungan tim multidisiplin serta fasilitas modern seperti image-guided PCI, Coronary Artery Bypass Graft (CABG), dan Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS) membuat tindakan medis lebih presisi dengan risiko komplikasi yang minimal.

Direktur Siloam Hospitals Bali, dr. Ni Gusti Ayu Putri Mayuni, M.M menambahkan bahwa peningkatan teknologi medis harus berjalan selaras dengan pengembangan kompetensi para klinisi. Komitmen inilah yang terus didorong Siloam Hospitals Bali dalam memperkuat posisinya sebagai pusat rujukan layanan jantung komprehensif, khususnya bagi kawasan Indonesia Timur.

Ia menekankan bahwa peningkatan fasilitas ini berdampak signifikan pada volume pelayanan. Menurut dr. Putri, jumlah tindakan kateterisasi jantung di Siloam Bali mencatatkan pertumbuhan konsisten 10–20 persen per tahun sejak 2012, hingga kini mencapai sekitar 150–200 kasus per bulan.

Selain teknologi, dr. Putri menekankan pentingnya kolaborasi multidisiplin yang terintegrasi, memadukan dokter umum, spesialis jantung, radiologi, penyakit dalam, hingga rehabilitasi medik.

Melihat posisi geografis Bali yang strategis, dr. Putri optimistis Siloam Hospitals Bali siap memangkas jarak rujukan bagi pasien di wilayah Indonesia Timur. “Harapan kami, masyarakat di kawasan Indonesia Timur tidak perlu lagi terbang jauh ke Surabaya atau Jakarta untuk mendapatkan tindakan jantung tingkat lanjut,” ujarnya.

Siloam Hospitals Bali sendiri menggandeng Philips Indonesia untuk memperkuat pemanfaatan teknologi Cardiac MRI dan pencitraan jantung (cardiac imaging) canggih. Presiden Direktur Philips Indonesia, Astri Ramayanti Dharmawan menjelaskan bahwa kemajuan teknologi pencitraan dan komputasi saat ini mampu memberikan gambaran komprehensif, tidak hanya struktur fisik jantung tetapi juga karakteristik jaringannya.

“Informasi mendalam ini sangat krusial bagi dokter untuk mengevaluasi kondisi pasien secara menyeluruh, sehingga dapat mengambil keputusan tindakan yang lebih tepat dan presisi,” ujar Astri.

Ia menambahkan, dukungan Philips dalam simposium ilmiah ini merupakan wujud komitmen bersama dalam memberikan edukasi teknologi Kesehatan mulai dari tahap pencegahan, evaluasi, hingga intervensi medis. Sinergi antara perangkat pencitraan mutakhir Philips dan kompetensi dokter di Siloam Hospitals Bali diharapkan mampu memberikan pilihan terapi terbaik bagi pasien, baik untuk kateterisasi, intervensi koroner, maupun operasi jantung terbuka.

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan