Petenis Filipina Alex Eala menegaskan dirinya tidak menyesal meski pulang dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026 hanya dengan medali perunggu. Perjalanan Eala di ajang multievent Asia itu berakhir setelah ia kalah dari Wang Xiyu, hasil yang membuat target emas dan tiket menuju Olimpiade Los Angeles 2028 belum tercapai. Meski demikian, petenis berusia 21 tahun tersebut memilih menerima hasil itu sebagai bagian dari pekerjaannya sebagai atlet profesional.
Keputusan Eala tampil di Asian Games bukan tanpa konsekuensi. Untuk membela negaranya, ia harus melewatkan China Open, turnamen wajib di kalender WTA. Absennya Eala dari ajang tersebut berdampak pada perolehan poin serta membuatnya menanggung penalti. Kendati harus mengorbankan jadwal tur, pemilik gelar Mubadala DC Open 2026 itu tetap memasang ambisi tinggi ketika turun di Aichi-Nagoya.
Harapannya kala itu jelas: membawa pulang medali emas sekaligus membuka jalan ke Olimpiade 2028 di Los Angeles. Namun, setelah langkahnya terhenti dan hanya finis di posisi ketiga, Eala tidak larut dalam kekecewaan. Ia menilai kekalahan adalah hal yang selalu mungkin terjadi di tenis, olahraga yang menuntut konsistensi sekaligus kesiapan menghadapi hasil yang sulit diprediksi.
“Saya tidak menyesal sama sekali,” kata Alex Eala seperti dikutip dari Phil Star Life. Ia menambahkan bahwa dalam dunia tenis profesional, kekalahan merupakan bagian dari tugas seorang petenis. Menurut dia, hasil pertandingan tidak pernah bisa ditebak sepenuhnya, dan justru di situlah tantangan sekaligus daya tarik olahraga tersebut.
“Kamu tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi,” ujar pemilik nama lengkap Alexandra Eala itu. Bagi Eala, ketidakpastian itulah yang mendorongnya terus mengejar performa terbaik. Ia melihat setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk berkembang dan mendekati versi terbaik dari dirinya sendiri, terlepas dari hasil akhir yang didapat.
Di luar urusan pribadi, Eala juga menaruh perhatian pada perkembangan tenis di negaranya. Ia mengaku senang melihat level permainan di Filipina terus naik dan membuatnya bangga. “Saya lebih senang mengetahui jika level tenis di Filipina terus meningkat,” katanya. “Hal itu benar-benar membuat saya tersenyum.”
Usai Asian Games 2026, Eala akan kembali ke agenda tur WTA. Ia dijadwalkan tampil pada Wuhan Open mulai 12 Oktober 2026, menandai kembalinya fokus sang petenis ke kompetisi profesional setelah menyelesaikan tugasnya di level Asia.
Sumber: www.bolasport.com




