Gegar Budaya dan Pendalaman Dialek Medan dalam Film “AIU-EO Macam Betool Aja”
Proses produksi film drama komedi “AIU-EO Macam Betool Aja” tak luput dari tantangan unik bagi para pemainnya. Salah satu aktor yang merasakan pengalaman tak terlupakan adalah Andri Mashadi. Ia mengaku sempat mengalami gegar budaya, atau culture shock, selama syuting film yang mayoritas melibatkan aktor dan sineas asal Medan. Fenomena ini ia sampaikan saat konferensi pers dan penayangan terbatas film tersebut di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, pada Rabu, 28 Januari 2026.
Gegar budaya yang dialami Andri terutama muncul saat sesi pengarahan blocking di lokasi syuting. Ia terkejut dengan nada dan intonasi bicara kru yang terdengar lebih lantang, seolah-olah sedang marah. “Aku enggak bisa bedain mereka ini lagi marah atau enggak karena maklum aku kan bukan orang sana,” ungkap Andri, menjelaskan ketidakbiasaannya dengan gaya komunikasi tersebut.
Meskipun demikian, Andri menilai proses syuting film ini sangat menyenangkan. Keterbukaan para aktor lain untuk berdiskusi membuatnya merasa nyaman. “Aku merasa kalau syuting di Medan itu kayak main sih, enggak mikir, dan flawless aja gitu,” ujarnya. Pengalaman ini bahkan tidak membuatnya kapok jika di masa depan mendapat tawaran untuk memerankan karakter dengan dialek Medan.
Perjalanan Andri Mashadi dalam Menguasai Dialek Medan

Pemeran film “AIU-EO Macam Betool Aja”, Adi Sudirja (kiri atas), Andri Mashadi, Karin Suca, (kiri bawah), dan Gemi Nastiti, di kantor redaksi Tempo, Jakarta, 29 Januari 2026. Kunjungan mereka untuk mempromosikan film tersebut. Tempo/Ratih Purnama
Dalam kunjungannya ke kantor Tempo di Jakarta pada 29 Januari 2026, Andri Mashadi membagikan lebih banyak detail mengenai perannya sebagai Igor dalam film produksi Tunas Citrasinema Kreatif (TCK) ini. Bersama Alung (diperankan oleh Lolox) dan Ujay (Oki Rengga), Igor membentuk sebuah jasa Event Organizer (EO) di Medan yang diberi nama AIU-EO.
Awalnya, Andri merasa antusias ketika diajak bergabung, melihat potensi kelucuan dan daya tarik cerita film ini. Namun, rasa minder sempat menghampirinya ketika mengetahui bahwa lawan mainnya adalah Lolox dan Oki Rengga, yang sudah memiliki hubungan persahabatan yang erat. “Mereka kalau ngomong udah kayak kakak-adik, rasanya aku kayak mau masuk ke dalam keluarga mereka gitu,” kata Andri. Seiring berjalannya waktu, ia berhasil membangun chemistry yang kuat dengan kedua rekannya, memungkinkan eksplorasi karakter yang lebih mendalam.
Tantangan baru muncul ketika Andri harus melafalkan dialek Medan “totok” dengan fasih sebagai bagian dari karakternya. Beruntung, Lolox dan Oki Rengga memberikan dukungan penuh. Mereka mengajak Andri ke acara open mic komunitas Stand Up Indo Medan, yang dikenal dengan gaya lawakan pinggiran ala Bronx. “Nah kau kalau mau dapat aksen Medan, logat Medan yang pinggir banget, nanti malam kita datang,” tutur Andri, menirukan ajakan Oki.

Poster film AIU-EU Macam Betool Aja. Foto: Instagram.
Dalam acara tersebut, Andri menyaksikan berbagai penampilan komedian tunggal dan berdiskusi dengan mereka hingga larut malam. Hasilnya, ia merasakan peningkatan pesat dalam kefasihan menggunakan dialek Medan. Hal ini terbukti pada keesokan harinya saat syuting, ketika ia mampu mengucapkan dialog dengan aksen yang meyakinkan, mengejutkan sutradara dan para aktor lainnya. “Besok paginya aku udah ‘ngawur’ banget ngomongnya, jadi prosesnya lumayan dar der dor tapi approve kata anak-anak Medan aslinya,” ungkap Andri dengan gembira.
Mempelajari Ritme Komedi untuk “AIU-EO Macam Betool Aja”
“AIU-EO Macam Betool Aja” menandai debut Andri Mashadi sebagai aktor dalam film komedi. Pengalaman ini tidak selalu mulus, karena terkadang terjadi miskomunikasi saat beradu akting dalam adegan-adegan komedi yang tersebar di sepanjang film. “Jadi kadang lagi take Oki ngomong apa, Lolox ngomong apa, terus aku nyaut malah miss gitu,” jelas Andri.
Andri mengungkapkan bahwa ia banyak menerima masukan berharga dari Lolox, Oki Rengga, serta penulis naskah Ridho Brado, yang juga seorang komedian tunggal. Dari mereka, Andri mulai memahami struktur komedi, mulai dari penyusunan set up hingga punchline, serta ritme komedi yang sebelumnya terasa asing baginya. “Aku banyak belajar dari mereka, dan mereka sangat amat open buat discuss ngasih-ngasih kayak gitu. Jadi itu bekal banget sih buat aku,” imbuh Andri.
Selain para aktor yang disebutkan, film “AIU-EO Macam Betool Aja” juga turut dibintangi oleh Michelle Ziudith, Adi Sudirja, dan Mathias Muchus. Film ini dijadwalkan untuk segera tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 12 Februari 2026.


















