Klarifikasi Angelina Sondakh: Hubungan dengan Aaliyah Massaid Tetap Harmonis di Tengah Kesibukan
Munculnya isu keretakan hubungan antara artis senior Angelina Sondakh dan Aaliyah Massaid sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan publik. Jarang terlihat tampil bersama belakangan ini memicu spekulasi bahwa hubungan ibu sambung dan anak sambungnya tersebut tengah renggang. Namun, Angelina Sondakh akhirnya angkat bicara untuk meluruskan kabar yang beredar.
Dalam sebuah kesempatan saat menjadi bintang tamu di program televisi, Angelina Sondakh dengan tegas membantah adanya ketidakakur an antara dirinya dan Aaliyah Massaid. Mantan politisi Partai Demokrat ini menjelaskan bahwa kesibukan masing-masing menjadi faktor utama mengapa mereka jarang bertemu secara langsung.
“Sebenarnya sih baik-baik aja ya,” ujar wanita yang akrab disapa Angie ini. Ia menambahkan bahwa komunikasi antara dirinya dan Aaliyah tetap terjalin dengan baik, meskipun frekuensi pertemuan tatap muka berkurang.
Angelina Sondakh mengungkapkan bahwa dirinya dan Aaliyah sempat merencanakan pertemuan sebelum ia bertolak ke Manado. Sayangnya, rencana tersebut harus tertunda karena Aaliyah harus pergi ke Jepang, sementara Angelina sendiri memiliki agenda di Manado.
Meskipun tidak bisa bertemu secara langsung, Angelina mengaku sering mendapatkan kiriman foto dan video cucunya, Arash, putra dari Aaliyah dan Thariq Halilintar. Kehadiran Arash dalam hidupnya membawa kebahagiaan tersendiri dan membuatnya semakin rindu untuk bertemu.
“Aku sering dikirimin ya, maksudnya Arash udah bagaimana gitu. Aku kangen banget pengin ketemu,” kata Angelina. Ia menambahkan bahwa kesulitan mencari waktu yang tepat untuk bertemu membuat ia meminta Aaliyah untuk terus mengirimkan kabar dan foto perkembangan Arash. Hal ini setidaknya dapat sedikit mengobati rasa rindunya.
Lebih lanjut, Angelina Sondakh membeberkan isi percakapannya dengan Aaliyah melalui pesan singkat. Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada konflik atau perselisihan di antara mereka. Sebaliknya, mereka justru sering bercanda dan saling berbagi cerita.
“Alhamdulillah sih enggak pernah ada ya, maksudnya kalau chatting-chattingan malah kita sering bercanda gitu,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa Aaliyah sering mengirimkan foto dan video Arash yang sedang beraktivitas, yang membuat Angelina merasa gemas dan semakin terobati rasa rindunya.
Angelina Sondakh Membela Aaliyah Massaid
Hubungan antara Angelina Sondakh dan Aaliyah Massaid memang dikenal sangat dekat dan penuh kasih sayang. Kedekatan ini kembali terlihat ketika Angelina pasang badan membela Aaliyah yang sempat menjadi sorotan publik. Kala itu, Aaliyah tertangkap kamera meninggalkan putranya yang baru berusia tiga hari untuk menghadiri pernikahan sahabatnya, Al Ghazali.
Angelina Sondakh dengan tegas menyatakan keyakinannya bahwa Aaliyah tahu apa yang terbaik untuk dirinya dan bayinya. Ia juga menekankan pentingnya silaturahmi dalam ajaran Islam. Menurutnya, keputusan Aaliyah untuk menghadiri acara pernikahan sahabatnya merupakan bentuk ibadah dan kewajiban seorang muslim.
“Silaturahmi dalam Islam itu hukumnya wajib. Jadi, datang ke acara sahabat dekat adalah tindakan yang sangat mulia sebagai seorang muslim,” ujar Angelina Sondakh saat ditemui awak media.
Meski demikian, Angelina Sondakh mengaku tidak ingin terlalu ikut campur dalam urusan pribadi Aaliyah, termasuk dalam hal pola asuh terhadap Baby Arash. Ia percaya bahwa generasi muda saat ini sudah sangat cerdas dan memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk menjadi orang tua yang siaga.
“Anak-anak zaman sekarang itu sangat well-informed dan update. Mereka sudah membekali diri dengan pengetahuan yang cukup untuk menjadi orang tua yang siaga,” pungkasnya.
Tidak Menyesali Keputusan Berpolitik
Di sisi lain, Angelina Sondakh juga mengungkapkan pandangannya mengenai dunia politik. Ia tidak menyesali keputusannya untuk terjun ke dunia politik, meskipun kariernya sempat terhenti akibat hukuman penjara selama 10 tahun.
Bagi Angelina, politik bukanlah sesuatu yang identik dengan hal negatif. Ia memandang politik sebagai alat yang mulia, asalkan dijalankan oleh orang-orang yang tepat dan memiliki niat baik.
“Oh enggak, enggak, enggak. Politik itu harusnya kalau terdistribusikan dan dimainkan oleh orang-orang yang baik Insya Allah hasilnya baik juga,” ujar Angelina Sondakh.
Angelina berpendapat bahwa kesalahan dalam politik bukanlah terletak pada sistemnya, melainkan pada individu yang menyalahgunakan kekuasaan. Ia mendorong agar konotasi negatif terhadap politik dapat diubah, karena masalah utamanya seringkali berada pada “pemainnya”.
Namun, Angelina Sondakh juga tidak naif. Ia mengakui bahwa tantangan terbesar bagi orang yang ingin tetap lurus dan bersih di dunia politik adalah melawan sistem yang sudah terlanjur korup. Perlawanan ini bukan hanya terhadap individu, tetapi juga terhadap budaya kolektif yang telah menormalisasi praktik-praktik kotor.
“Ini kan sistem ya. Yang dilawan itu bukan hanya manusianya yang dilawan itu adalah sistem. Dan yang dilawan itu adalah kolektivitas,” jelasnya.
Pengalaman pahit yang pernah dialaminya justru semakin memperkuat keyakinannya bahwa dunia politik membutuhkan lebih banyak orang baik. Ia bahkan tidak akan melarang putranya, Keanu Massaid, jika kelak ingin terjun ke dunia politik.
“Saya enggak pernah melarang Keanu tuh untuk beraktivitas baik secara politik nantinya pun, karena kalau misalkan orang-orang yang baik ini enggak ada dalam politik, siapa lagi ya?” tandasnya.












