Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman menjadi salah satu tokoh yang hadir di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 2 Oktober 2026, menjelang pelantikan anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres. Kedatangannya menarik perhatian karena ia datang dengan busana formal serba hitam, lengkap dengan kopiah hitam dan dasi biru muda, lalu mengaku belum mengetahui secara rinci agenda yang menunggunya di Istana.
Ketika dicegat wartawan sekitar pukul 14.30 WIB, Anwar mengatakan dirinya hanya diminta hadir tanpa penjelasan detail. Ia menyebut undangan itu baru diterima pada Kamis malam, 1 Oktober 2026, sekitar pukul 21.00 WIB, meski komunikasi awal mengenai kehadirannya sudah dilakukan beberapa hari sebelumnya. Anwar juga menegaskan bahwa dirinya tidak tahu apakah kedatangannya berkaitan langsung dengan pelantikan atau agenda lain di lingkungan Istana.
Nama Raffi Ahmad ikut disebut Anwar sebagai pihak yang mengundangnya. Selebritas yang kini menjabat Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni itu disebut menjadi penghubung dalam agenda tersebut. Namun, Anwar tidak merinci lebih jauh bentuk undangan maupun alasan dirinya diminta datang ke Istana pada hari itu.
Ketika ditanya apakah ia akan dilantik sebagai anggota Wantimpres, Anwar memilih tidak berspekulasi. Ia mengatakan belum memperoleh kepastian tentang posisi yang akan diisi, dan meminta wartawan menunggu perkembangan acara. Meski demikian, ia memberi sinyal siap bila memang diminta menjalankan amanah baru. Anwar menegaskan bahwa dirinya adalah warga negara yang patuh pada konstitusi dan siap mengabdi jika diberi tugas.
Dalam pernyataannya, Anwar menyebut setiap penugasan sebagai ruang pengabdian. Ia menilai tugas negara bisa dipandang sebagai bentuk ibadah selama dijalankan dengan tanggung jawab. Pernyataan itu disampaikan di tengah sorotan publik terhadap sejumlah tokoh yang hadir dalam agenda pelantikan di Istana Negara pada hari yang sama.
Presiden Prabowo Subianto kemudian melantik 26 tokoh sebagai anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta Pusat. Selain Anwar Usman, beberapa nama yang menyita perhatian publik adalah Rocky Gerung, Chairul Tanjung, dan sejumlah tokoh lain dari latar belakang berbeda. Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 107P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia, dengan Pratikno sebagai ketua, Mohammad Hatta Rajasa sebagai wakil ketua, dan Muhammad Qodari sebagai sekretaris.
Rocky Gerung sendiri datang ke Istana dengan setelan jas biru tua dan kemeja putih. Kehadiran para tokoh dengan latar belakang politik, akademik, keagamaan, hingga dunia usaha itu menandai komposisi Wantimpres yang beragam. Sejumlah nama lain yang tercantum di antaranya Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, Jenderal TNI Purn Agum Gumelar, Letjen TNI Purn Ida Bagus Purwalaksana, serta Ignasius Jonan.
Sumber: www.jpnn.com




