Komandan Kodim Jayawijaya Tegaskan Peran Vital Babinsa di Elelim, Papua Pegunungan
ELELIM, PAPUA PEGUUNGAN – Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 1702/Jayawijaya, Letkol Inf Ilham Datu Ramang, baru-baru ini melaksanakan kunjungan kerja ke Pos Ramil Elelim di Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kesiapan prajurit serta memberikan arahan strategis guna memperkuat pengabdian dan sinergi di wilayah teritorial.
Dalam kesempatan tersebut, Letkol Inf Ilham Datu Ramang didampingi oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XVII Kodim 1702/Jayawijaya, Ny Galuh Anggraeny Datu Ramang, serta sejumlah perwira staf. Kunjungan yang berlangsung pada Sabtu, 24 Januari 2026, ini menegaskan komitmen pimpinan Kodim dalam memastikan prajurit di lini terdepan senantiasa siap dan berdedikasi.
Peningkatan Pengabdian dan Profesionalisme Babinsa
Komandan Kodim menekankan pentingnya peningkatan pengabdian Bintara Pembina Desa (Babinsa) kepada masyarakat di Kabupaten Yalimo. Ia menyatakan bahwa Babinsa merupakan ujung tombak Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat di wilayah. Keberhasilan seorang pimpinan dan nama baik satuan sangat bergantung pada peran aktif dan kontribusi Babinsa di lapangan.
“Babinsa harus memiliki jiwa kesiapsiagaan menghadapi berbagai kemungkinan situasi di wilayah, serta komitmen untuk tetap menjaga dedikasi dan loyalitas sebagai prajurit TNI,” tegas Letkol Inf Ilham Datu Ramang.
Beliau juga berpesan agar para Babinsa senantiasa menjaga profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas. Hal ini mencakup kemampuan untuk beradaptasi dengan dinamika lingkungan, memahami kebutuhan masyarakat, dan bertindak secara efektif demi terciptanya stabilitas keamanan.
Sinergi Kolaboratif dengan Pemerintah Daerah dan Masyarakat
Salah satu poin penting yang disampaikan oleh Komandan Kodim adalah keharusan bagi para prajurit di Pos Ramil Elelim untuk membangun dan menjaga sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah setempat. Kolaborasi ini sangat krusial, terutama dalam upaya mendukung pelaksanaan tugas-tugas kemanusiaan dan pemeliharaan keamanan wilayah.
“Kunjungan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebagai wujud perhatian dan dukungan kami kepada seluruh anggota Koramil maupun Pos Ramil di jajaran Kodim 1702/Jayawijaya,” ujar Letkol Inf Ilham Datu Ramang.
Beliau berharap melalui kunjungan kerja ini, komunikasi dan koordinasi di antara prajurit TNI dapat semakin solid. Soliditas ini diharapkan mampu menghasilkan pengabdian terbaik bagi masyarakat di wilayah binaan masing-masing.
Menjaga Kesehatan dan Semangat Pengabdian
Lebih lanjut, Komandan Kodim mengingatkan para prajurit untuk senantiasa menjaga kesehatan fisik dan mental. Rutin berolahraga disarankan sebagai salah satu cara untuk menjaga kebugaran. Pelaksanaan tugas di lapangan harus dilakukan dengan penuh semangat, disertai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta bekerja dengan tulus dan ikhlas.
Komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan rasa aman kepada masyarakat menjadi prioritas utama. Kehadiran pimpinan di pos-pos pertahanan bertujuan untuk memotivasi para prajurit, meningkatkan kinerja, loyalitas, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.
Sekilas tentang Kabupaten Yalimo dan Tantangan Logistik
Kabupaten Yalimo merupakan salah satu dari delapan kabupaten yang berada di Provinsi Papua Pegunungan. Jarak antara ibu kota Kodim Jayawijaya di Wamena dengan Yalimo dapat ditempuh dalam waktu 4 hingga 8 jam perjalanan darat. Wilayah ini menawarkan pemandangan alam yang asri, termasuk beberapa air terjun yang masih terjaga keasliannya.
Berbeda dengan pusat ibu kota kabupatennya yang cenderung panas, beberapa distrik di Yalimo memiliki cuaca yang sangat dingin dan sejuk. Kabupaten ini memegang peranan strategis sebagai penghubung jalan Trans-Papua, menghubungkan Jayapura dengan sejumlah kabupaten lain di Provinsi Papua Pegunungan seperti Yahukimo, Jayawijaya, Nduga, Lanny Jaya, dan Tolikara.
Meskipun menjadi jalur vital, pendistribusian sembilan bahan pokok (sembako) ke wilayah Papua Pegunungan hingga kini masih sangat mengandalkan transportasi udara. Akibatnya, harga barang kebutuhan pokok di sana cenderung tinggi dan tidak pernah turun secara signifikan dari tahun ke tahun. Bahkan, harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di tingkat pengecer masih berada di kisaran Rp 20.000 per liter.
Harga Rp 20.000 ini masih tergolong mudah diperoleh, mengingat pembelian BBM di Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) memerlukan kupon khusus. Antrean kendaraan di APMS menjadi masalah tahunan yang belum terselesaikan secara tuntas oleh pemerintah maupun aparat penegak hukum. Tantangan logistik ini menjadi salah satu latar belakang pentingnya peran Babinsa dalam menjaga stabilitas dan membantu masyarakat di wilayah terpencil seperti Yalimo.



















