• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Daerah

Balikpapan: Dari Sumur Mathilda ke Kota Minyak, Jejak Para Pemimpin

Hidayat by Hidayat
10 Februari 2026 - 19:21
in Daerah
0

Balikpapan: Jejak Kota Minyak yang Berevolusi Menjadi Pusat Energi dan Jasa

Balikpapan, sebuah kota yang kini menjadi denyut nadi ekonomi di Kalimantan Timur, menyimpan sejarah panjang yang dimulai dari kilau emas hitam. Identitasnya sebagai “Kota Minyak” bukanlah sekadar julukan, melainkan cerminan dari perjalanan panjangnya sejak akhir abad ke-19. Penemuan cadangan minyak bumi di Teluk Balikpapan pada tahun 1897 menjadi titik tolak yang mengubah wajah pesisir ini menjadi pusat industri yang memantik gelombang kedatangan penduduk dari berbagai penjuru.

Peristiwa krusial yang menandai dimulainya transformasi Balikpapan adalah pengeboran sumur minyak Mathilda pada tanggal 10 Februari 1897. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi kota ini, sebuah pengakuan atas peran vital industri minyak dalam membentuk eksistensinya. Sejak saat itu, Balikpapan bukan lagi sekadar kawasan pesisir biasa, melainkan magnet bagi para pekerja pengeboran, pedagang, dan berbagai profesi lainnya yang datang dari berbagai latar belakang.

Sumur minyak Mathilda sendiri memiliki cerita di balik penamaannya. Nama tersebut diambil dari nama anak JH Menten, salah satu tokoh dari Firma Samuel & Co, yang memenangkan hak konsesi pengeboran. Perusahaan ini ditunjuk oleh pemerintah Hindia Belanda yang saat itu mengontrak wilayah Balikpapan dari Kesultanan Kutai.

Memasuki awal abad ke-20, temuan dan aktivitas pengeboran minyak yang kian marak di Balikpapan turut mendatangkan lonjakan jumlah pendatang. Sebagian besar dari mereka adalah orang Tionghoa dan para pekerja pengeboran yang berasal dari Jawa serta daerah lain seperti India. Kehadiran mereka inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya permukiman awal, seperti di Tukung (sekarang Klandasan) dan Jumpi (sekarang Kampung Baru), yang kemudian menjadi bagian dari sejarah panjang demografi Balikpapan.

Baca Juga  "Malam Baiko": Not Pianika & Lirik, Sumatera Barat

Selain minyak bumi, keberadaan minyak tanah atau yang dikenal sebagai ‘lantung’ juga menjadi daya tarik tersendiri. Hal ini mengundang semakin banyaknya pedagang dari Kerajaan Banjar di Banjarmasin dan Bone di Sulawesi Selatan untuk datang berdagang dan singgah di Balikpapan. Perlahan namun pasti, Balikpapan berkembang menjadi “Kota Minyak” yang sesungguhnya, dengan produksi minyak yang mencapai angka fantastis, yaitu 86 juta barel per tahun pada masa kejayaannya. Industri minyak inilah yang menjadi fondasi utama pembangunan Balikpapan sebagai kota industri.

Namun, denyut nadi Balikpapan kini tidak lagi hanya berputar pada aktivitas pengeboran. Seiring perkembangan zaman, kota ini telah bertransformasi menjadi pusat jasa pengolahan minyak. Balikpapan kini mengolah minyak mentah yang berasal dari berbagai wilayah di sekitarnya, seperti Sepinggan, Handil, Bekapai, Sanga-sanga, Tarakan, Bunyu, dan Tanjung. Tidak hanya itu, minyak mentah dari luar negeri pun turut diolah di fasilitas yang ada di Balikpapan, menegaskan posisinya sebagai pemain penting dalam industri energi.

Menguak Asal Usul Nama Balikpapan: Legenda dan Sejarah

Di balik identitasnya yang kuat sebagai “Kota Minyak”, nama “Balikpapan” sendiri memiliki akar sejarah yang kaya dan beberapa versi penamaan yang menarik. Secara linguistik, kata “Balikpapan” dapat ditelusuri dari akar bahasa Melayu. Catatan dari buku karya F. Valenijn pada tahun 1724 menyebutkan adanya sebuah daerah di hulu sungai yang terletak di teluk, berjarak sekitar tiga mil dari pantai, yang bernama BILIPAPAN. Nama ini dikaitkan dengan sebuah komunitas pedesaan di teluk yang kini kita kenal sebagai Teluk Balikpapan.

Terdapat beberapa versi mengenai asal usul nama Balikpapan, yang masing-masing menawarkan perspektif unik:

  1. Versi Papan Sumbangan yang Kembali (1739)
    Berdasarkan legenda yang tercatat dalam buku “90 Tahun Kota Balikpapan” yang mengutip karya F. Valenijn tahun 1724, asal usul nama Balikpapan berkaitan dengan sebuah peristiwa pada tahun 1739. Di bawah Pemerintahan Sultan Muhammad Idris dari Kerajaan Kutai, para pemukim di sepanjang Teluk Balikpapan diperintahkan untuk menyumbangkan bahan bangunan guna pembangunan istana baru di Kutai Lama. Sumbangan yang diminta adalah seribu lembar papan yang diikat menjadi sebuah rakit dan diangkut sepanjang pantai menuju Kutai Lama.
    Namun, setibanya di Kutai Lama, ditemukan bahwa sepuluh keping papan hilang, terlepas selama perjalanan. Pencarian membuahkan hasil ketika sepuluh keping papan tersebut ditemukan terhanyut dan mengapung di sebuah lokasi yang kini dikenal sebagai “Jenebora”. Peristiwa inilah yang kemudian menjadi dasar pemberian nama Balikpapan. Dalam bahasa Kutai, ungkapan “Baliklah – papan itu” atau “papan yang kembali” merujuk pada sepuluh keping papan yang tidak ikut sampai ke tujuan dan kembali terhanyut.

  2. Versi Suku Pasir Kuleng (Sekitar 1527)
    Versi lain berasal dari legenda rakyat yang juga dimuat dalam buku “90 Tahun Kota Balikpapan”, yang bersumber dari cerita turun-temurun masyarakat Suku Pasir Balik, atau yang lazim disebut Suku Pasir Kuleng. Menurut legenda ini, asal mula nama “Negeri Balikpapan” berkaitan dengan leluhur mereka yang bernama “KAYUN KULENG dan PAPAN AYUN”.
    Keturunan dari pasangan leluhur ini kemudian mendirikan kampung nelayan di sepanjang pantai Teluk Balikpapan. Kampung tersebut diberi nama “KULENG – PAPAN”. Dalam bahasa Pasir, “Kuleng” berarti “Balik” dan “Papan” tetap berarti “Papan”. Dengan demikian, “Kuleng – Papan” diartikan sebagai “Balik – Papan”. Diperkirakan, asal usul nama negeri Balikpapan ini telah ada sejak sekitar tahun 1527.

Baca Juga  Jadwal Mati Lampu Senin (30/3): Bali Timur, Denpasar, Tabanan

Jejak Kepemimpinan: 11 Walikota Membangun Balikpapan

Perjalanan Balikpapan sebagai sebuah kota tidak lepas dari peran para pemimpinnya. Sejak resmi berdiri sebagai kota pada tahun 1960, Balikpapan telah dipimpin oleh sebelas orang walikota yang silih berganti memegang tampuk kekuasaan. Masing-masing dari mereka telah memberikan kontribusi dalam membangun dan mengembangkan kota ini, dari era industri minyak hingga menjadi pusat jasa pengolahan energi yang modern.

Berikut adalah daftar Walikota Balikpapan dari masa ke masa:

  • H.A.R.S. MUHAMMAD (1960 – 1963)
  • MAYOR TNI. AD BAMBANG SOETIKNO (1963 – 1965)
  • MAYOR TNI.AD IMAT SAILI (1965 – 1967)
  • MAYOR POL. ZAINAL ARIFIN (1967 – 1973)
  • LETKOL. POL. H.M. ASNAWI ARBAIN (1974 – 1981)
  • KOL. CZI. TNI. AD. SYARIFUDIN YOES (1981 – 1989)
  • H. HERMAIN OKOL (Sebagai Plt. Walikota) (1989 – 1991)
  • KOL. INF. H. TJUTJUP SUPARNA (1991 – Juni 2001)
  • H. IMDAAD HAMID (Juni 2001 – 2011)
  • H. M. RIZAL EFFENDI (2011 – 2021)
  • H. RAHMAD MAS’UD, S.E., M.E (2021 — sekarang)

Kisah Balikpapan adalah cerminan evolusi sebuah kota. Dari sebuah titik pengeboran minyak yang sederhana, ia tumbuh menjadi simbol kemajuan industri, dan kini terus beradaptasi menjadi pusat energi dan jasa yang strategis di Indonesia. Sejarah nama dan perjalanannya sebagai “Kota Minyak” menjadi pengingat akan akar budayanya, sementara transformasinya menunjukkan visi masa depan yang dinamis.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Ketua DPRD Batam Terima Aspirasi Mahasiswa, Janji Kawal Tuntutan Soal Lingkungan dan Krisis Air
Batam

Ketua DPRD Batam Terima Aspirasi Mahasiswa, Janji Kawal Tuntutan Soal Lingkungan dan Krisis Air

18 Juni 2026 - 20:02
Ketua DPRD Kota Batam Terima Aksi Mahasiswa, Tampung Aspirasi soal MBG hingga Persoalan Sampah
Batam

Ketua DPRD Kota Batam Terima Aksi Mahasiswa, Tampung Aspirasi soal MBG hingga Persoalan Sampah

18 Juni 2026 - 20:02
Komisi II DPRD Kota Batam Datangi Kemenkeu, Soroti Anjloknya DBH PPh 21 dan Persoalan NITKU di Coretax
Batam

Komisi II DPRD Kota Batam Datangi Kemenkeu, Soroti Anjloknya DBH PPh 21 dan Persoalan NITKU di Coretax

18 Juni 2026 - 18:02
Validasi IPKD, Batam Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel
Batam

Validasi IPKD, Batam Tegaskan Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

18 Juni 2026 - 15:02
Polres Loteng Naik Tipe A: Struktur dan SDM Siap
Daerah

Polres Loteng Naik Tipe A: Struktur dan SDM Siap

18 Juni 2026 - 13:24
Ribuan Lampion Terangi Langit Borobudur, Ekonomi Daerah Bersemi
Daerah

Ribuan Lampion Terangi Langit Borobudur, Ekonomi Daerah Bersemi

18 Juni 2026 - 12:06
Please login to join discussion

Berita Populer

  • Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pilihan Redaksi

YBM PLN Cirebon: Berbagi Kurban, Sebarkan Kepedulian

YBM PLN Cirebon: Berbagi Kurban, Sebarkan Kepedulian

19 Juni 2026 - 01:56
Zurich Life: Faktor Penggerak Unitlink 2026

Zurich Life: Faktor Penggerak Unitlink 2026

19 Juni 2026 - 01:30

Dampak Perjanjian Dagang Baru: Meningkatnya Hubungan Diplomatik Indonesia-Australia

19 Juni 2026 - 01:24
Eagles Ship AJ Brown to Patriots

Eagles Ship AJ Brown to Patriots

19 Juni 2026 - 01:17
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In