Bank Jatim Suntik Modal Rp 100 Miliar ke Bank NTT, Raih 3,2 Persen Kepemilikan
Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) telah menyelesaikan transaksi penyertaan modal sebesar Rp 100 miliar kepada PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT). Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya penguatan permodalan Bank NTT dan memperluas jangkauan Bank Jatim dalam ekosistem perbankan daerah. Transaksi penyertaan modal ini telah dicatat secara resmi dalam administrasi pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Laporan mengenai realisasi penyertaan modal ini disampaikan oleh Bank Jatim kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 17 Desember 2025. Melalui penyertaan modal ini, Bank Jatim kini menggenggam kepemilikan saham sebesar 3,2 persen di Bank NTT. Angka ini menandai langkah awal Bank Jatim dalam menjadi pemegang saham pengendali di Bank NTT, sebuah posisi yang juga telah mendapatkan persetujuan dari OJK.
Proses menuju kepemilikan saham ini tidak terlepas dari serangkaian penilaian yang cermat. OJK telah melakukan kajian mendalam terhadap kemampuan dan kepatutan Bank Jatim sebagai calon pemegang saham pengendali. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga turut berperan sebagai calon Ultimate Shareholder Bank NTT melalui pembelian saham ini. Persetujuan dari OJK ini menegaskan bahwa Bank Jatim memenuhi kriteria yang ditetapkan untuk mengambil peran strategis dalam pengelolaan Bank NTT.
Penyelesaian transaksi penyertaan modal ini secara resmi dilakukan pada tanggal 11 Desember 2025. Melalui suntikan modal ini, Bank NTT diharapkan dapat memperkuat struktur permodalannya, yang pada gilirannya akan meningkatkan kapasitasnya dalam melayani masyarakat dan pelaku usaha di Nusa Tenggara Timur. Penguatan modal ini juga krusial dalam menghadapi tantangan dan peluang di industri perbankan yang terus berkembang, serta mendukung program-program pembangunan daerah.
Peran Strategis Bank Jatim dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur
Keputusan Bank Jatim untuk berinvestasi di Bank NTT bukan hanya sekadar transaksi finansial, melainkan juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan sinergi antar Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia. Dengan menjadi pemegang saham pengendali, Bank Jatim memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman, keahlian, dan teknologi dalam operasional perbankan kepada Bank NTT. Hal ini diharapkan dapat mendorong inovasi dan peningkatan layanan di Bank NTT, serta memperkuat posisinya di pasar.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sebagai calon Ultimate Shareholder melalui pembiayaan ini, menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, tidak hanya di wilayahnya sendiri tetapi juga di daerah lain. Keterlibatan pemerintah provinsi ini memberikan landasan kuat dan dukungan kebijakan yang diperlukan untuk memastikan keberhasilan kolaborasi antara Bank Jatim dan Bank NTT. Dukungan ini penting untuk menjaga stabilitas dan arah strategis Bank NTT ke depan.
Dampak dan Harapan ke Depan
Penyertaan modal ini diharapkan akan membawa dampak positif yang signifikan bagi Bank NTT. Dengan tambahan modal dan potensi transfer pengetahuan dari Bank Jatim, Bank NTT akan memiliki kapasitas yang lebih besar untuk:
- Meningkatkan penyaluran kredit: Terutama kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor-sektor strategis lainnya yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
- Memperluas jangkauan layanan: Melalui pengembangan produk dan layanan digital yang inovatif, serta memperkuat jaringan kantor cabang.
- Meningkatkan efisiensi operasional: Dengan mengadopsi teknologi dan praktik terbaik yang telah terbukti di Bank Jatim.
- Memperkuat tata kelola perusahaan: Melalui penerapan standar Good Corporate Governance (GCG) yang lebih baik.
Bagi Bank Jatim sendiri, investasi ini membuka peluang untuk diversifikasi portofolio dan memperluas jejak bisnisnya di luar Jawa Timur. Kolaborasi ini juga sejalan dengan visi Bank Jatim untuk menjadi bank pembangunan daerah yang terkemuka dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional.
OJK, yang telah memberikan persetujuan, akan terus memantau perkembangan dan kinerja Bank NTT pasca-penyertaan modal ini. Pengawasan yang ketat diharapkan dapat memastikan bahwa investasi ini memberikan manfaat maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan, terutama masyarakat Nusa Tenggara Timur. Dengan dukungan dari Bank Jatim dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bank NTT memiliki prospek yang cerah untuk terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan ekonomi daerah.
Keberhasilan kolaborasi ini juga dapat menjadi model bagi BPD lain di Indonesia untuk saling bersinergi, berbagi sumber daya, dan memperkuat posisi mereka dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di industri keuangan. Ini adalah langkah penting menuju penguatan sistem perbankan daerah yang lebih tangguh dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan di seluruh nusantara.



















