Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, berupaya keras untuk menjamin ketersediaan dan stabilitas pasokan gas elpiji subsidi ukuran tiga kilogram bagi masyarakatnya. Upaya ini dilakukan menyusul kekhawatiran yang sempat muncul di tengah masyarakat mengenai potensi kelangkaan gas. Untuk memastikan situasi di lapangan, pemerintah daerah telah melakukan inspeksi langsung ke sejumlah agen utama elpiji yang beroperasi di wilayah tersebut.
Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Bangka Selatan memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas pasokan elpiji. Plt Kepala Dinas DKUKMINDAG Bangka Selatan, Deka Indra, menjelaskan bahwa pemantauan terhadap distribusi elpiji subsidi dari agen ke pangkalan telah dilakukan secara intensif sejak beberapa waktu lalu. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan bahwa ketersediaan gas tetap terjaga, sekaligus merespons isu-isu yang berkembang di masyarakat terkait kemungkinan kelangkaan.
“Distribusi gas elpiji subsidi tiga kilogram dari agen ke pangkalan saat ini masih dalam kondisi terkendali dan kondusif,” ujar Deka Indra. Pernyataan ini memberikan keyakinan bahwa sistem distribusi berjalan dengan baik dan pasokan gas mencukupi kebutuhan masyarakat.
Dalam kegiatan pemantauan tersebut, tim dari DKUKMINDAG mengunjungi tiga agen LPG utama yang beroperasi di Bangka Selatan. Ketiga agen ini merupakan pemasok utama elpiji tiga kilogram ke ratusan pangkalan yang tersebar di berbagai kecamatan di wilayah tersebut. Berikut adalah rincian mengenai aktivitas distribusi dari masing-masing agen:
PT Ladang Intan Nusantara: Agen ini mendistribusikan elpiji sebanyak satu truk per hari, dengan total 560 tabung. Penyaluran dilakukan ke 23 pangkalan yang berlokasi di seluruh Kabupaten Bangka Selatan. Frekuensi pengiriman adalah dua kali dalam seminggu.
PT Eriks Dharma Pratama: Agen ini menyalurkan elpiji subsidi sebanyak tiga truk per hari, dengan total 1.680 tabung. Perusahaan ini memasok 44 pangkalan di Kabupaten Bangka Selatan, dengan kuota masing-masing pangkalan sebanyak 1.000 tabung per bulan.
- PT Haluan Karya Mandiri (HKM): Agen ini merupakan salah satu pemasok terbesar di wilayah tersebut. Distribusi yang dilakukan mencapai lima truk per hari, atau sekitar 2.800 tabung elpiji. HKM menyuplai 81 pangkalan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bangka Selatan. Alokasi untuk masing-masing pangkalan adalah sebanyak 1.500 tabung per bulan.
Dengan demikian, total distribusi gas elpiji tiga kilogram dari ketiga agen utama tersebut mencapai 5.040 tabung per hari. Jumlah ini disalurkan melalui sembilan truk ke ratusan pangkalan yang tersebar di seluruh wilayah Bangka Selatan.
“Dengan melihat angka-angka tersebut, dapat disimpulkan bahwa pasokan gas subsidi saat ini masih mencukupi dan distribusinya berjalan normal,” jelas Deka Indra. Hal ini memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa kebutuhan mereka akan gas elpiji subsidi dapat terpenuhi dengan baik.
Selain memastikan ketersediaan pasokan, DKUKMINDAG Bangka Selatan juga memberikan perhatian khusus terhadap penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji subsidi ukuran tiga kilogram. Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat untuk memahami dan mematuhi ketentuan HET yang telah ditetapkan.
HET elpiji subsidi di Kabupaten Bangka Selatan telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sejak tahun 2021. Besaran HET bervariasi, tergantung pada lokasi geografis masing-masing kecamatan. Berikut adalah rincian HET di beberapa wilayah:
- Kecamatan Payung: Rp18.300 per tabung.
- Kecamatan Airgegas dan Simpang Rimba: Rp18.500 per tabung.
- Kecamatan Pulau Besar: Rp18.800 per tabung.
- Kecamatan Toboali: Rp18.900 per tabung.
- Kecamatan Sadai: Rp19.400 per tabung.
Untuk wilayah kepulauan dan daerah terluar, HET ditetapkan lebih tinggi, mengingat adanya biaya distribusi tambahan. Berikut adalah rincian HET di wilayah-wilayah tersebut:
- Wilayah Penutuk: Rp23.700 per tabung.
- Tanjung Labu dan Tanjung Sangkar: Rp25.200 per tabung.
- Kepulauan Pongok: Rp27.900 per tabung.
“Kami mengingatkan setiap agen untuk tidak menjual gas elpiji subsidi tiga kilogram di atas HET yang telah ditetapkan,” tegas Deka Indra. Penegasan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari praktik-praktik penjualan yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap distribusi elpiji tiga kilogram. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa ketersediaan gas subsidi tetap aman dan terjamin bagi masyarakat. Hingga saat ini, belum ada indikasi kelangkaan gas elpiji di wilayah tersebut.
Pemerintah daerah mengimbau kepada seluruh agen dan pangkalan untuk menyalurkan gas elpiji sesuai dengan kuota dan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, pasokan gas dapat didistribusikan secara merata dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan optimal.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik apabila mendengar isu-isu yang berkaitan dengan kelangkaan gas elpiji subsidi tiga kilogram,” ucap Deka Indra. Pemerintah daerah akan terus berupaya untuk menjaga stabilitas pasokan dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.



















