Optimalisasi Pengumpulan Zakat Fitrah di Sulawesi Tengah: Fokus pada ASN Menjelang Ramadan
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sulawesi Tengah mengintensifkan upaya pengumpulan zakat fitrah. Fokus utama pengumpulan tahun ini diarahkan pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dengan strategi pendekatan kelembagaan yang melibatkan kerja sama langsung dengan Gubernur.
Strategi Pengumpulan Zakat Melalui Pendekatan Kelembagaan
Ketua Baznas Sulawesi Tengah, Hatamuddin Thamrin, memaparkan bahwa upaya optimalisasi pengumpulan zakat fitrah akan difokuskan pada ASN di lingkup Pemprov Sulawesi Tengah. “Kita akan optimalkan pengumpulan zakat fitrah jelang Ramadan ini, terutama ASN di lingkup Pemprov Sulawesi Tengah. Nantinya kami akan melakukan pendekatan secara kelembagaan melalui Pemerintah Provinsi, termasuk kepada Gubernur,” ujar Hatamuddin Thamrin pada Senin (9/2/2026).
Pendekatan kelembagaan ini diharapkan dapat mempermudah dan meningkatkan partisipasi ASN dalam menunaikan kewajiban zakat mereka. Dengan adanya dukungan dari pemerintah provinsi, diharapkan kesadaran dan kepatuhan ASN untuk menyalurkan zakat melalui Baznas akan semakin meningkat.
Jangkauan Target ASN dan Institusi Pendidikan
Hatamuddin Thamrin menjelaskan bahwa ASN yang menjadi sasaran optimalisasi pengumpulan zakat mencakup Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Tidak hanya itu, jangkauan pengumpulan juga meluas ke tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan sekolah, termasuk jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Selain itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sulawesi Tengah juga menjadi target utama dalam program pengumpulan zakat ini.
Hal ini menunjukkan komitmen Baznas Sulawesi Tengah untuk memastikan bahwa seluruh elemen ASN, baik yang berada di instansi pemerintahan maupun di sektor pendidikan, turut berkontribusi dalam gerakan zakat.
Mekanisme Penyaluran Zakat yang Terarah dan Tepat Sasaran
Baznas Sulawesi Tengah menekankan pentingnya penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi seperti Baznas. “Para ASN ini bisa mengeluarkan zakat, infak, dan sedekahnya, termasuk zakat fitrah, melalui Baznas. Dengan begitu, penyalurannya bisa lebih terkoordinasi dan sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” jelas Hatamuddin.
Melalui pengelolaan Baznas, diharapkan setiap rupiah zakat yang terkumpul dapat disalurkan secara terukur dan akuntabel kepada para mustahik yang berhak menerima. Jaringan Baznas di tingkat kabupaten dan kota akan berperan penting dalam mendistribusikan zakat tersebut, memastikan bahwa bantuan sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
Inisiatif Zakat Produktif untuk Kemandirian Mustahik
Selain fokus pada zakat fitrah, Baznas Sulawesi Tengah juga aktif mendorong penyaluran zakat produktif. Salah satu program unggulan yang digalakkan adalah bantuan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bagi para mustahik.
“Kami punya program bantuan UMKM bagi mustahik. Harapannya, mereka yang awalnya menerima zakat bisa mandiri, bahkan ke depan berubah status dari mustahik menjadi muzaki,” kata Hatamuddin.
Program zakat produktif ini dirancang untuk memberikan solusi jangka panjang bagi para penerima zakat. Dengan bantuan modal usaha atau pengembangan bisnis, para mustahik diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi mereka, menciptakan lapangan kerja, dan pada akhirnya mampu menjadi muzaki (pemberi zakat) di masa mendatang. Ini adalah wujud nyata dari pemberdayaan umat melalui optimalisasi dana zakat.
Ajakan untuk Menunaikan Zakat dan Manfaatnya
Di akhir penjelasannya, Hatamuddin Thamrin turut mengajak seluruh muzaki untuk menunaikan kewajiban zakat mereka, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri. “Kami mengajak seluruh muzaki untuk menunaikan zakatnya. Zakat yang dikelola dengan baik akan memberi manfaat besar bagi kesejahteraan umat,” pungkasnya.
Beliau menekankan bahwa zakat yang dikelola secara profesional dan transparan oleh Baznas akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan sosial ekonomi umat secara keseluruhan.
Saat ini, Baznas Sulawesi Tengah masih dalam proses penentuan besaran nilai tunai zakat fitrah untuk tahun ini. Pihaknya masih menunggu penetapan resmi dari Kementerian Agama dan rekomendasi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai acuan dalam menentukan besaran zakat yang sesuai.




