Keamanan Jalur Lintas Bengkulu-Lubuklinggau Ditingkatkan Pasca Aksi Begal Mahasiswa
Rejang Lebong – Insiden pencurian dengan kekerasan (curas) yang menimpa seorang mahasiswa di Desa Simpang Beliti, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, pada Rabu sore (18/3/2026) menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Peristiwa yang terjadi di jalur vital penghubung Provinsi Bengkulu dengan Sumatera Selatan ini mendorong Polda Bengkulu untuk segera memerintahkan jajaran Polres Rejang Lebong melakukan pengejaran intensif terhadap para pelaku.
Aparat kepolisian menegaskan bahwa keamanan pengguna jalan di jalur lintas ini tetap menjadi prioritas utama. Meskipun insiden ini sempat menimbulkan keresahan, pihak kepolisian berupaya keras memastikan situasi tetap terkendali dan kondusif.
Pengejaran Intensif Dilancarkan
Menyikapi aksi begal yang meresahkan tersebut, Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Ichsan Nur, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan memberikan celah sedikit pun bagi pelaku kejahatan jalanan. Polres Rejang Lebong telah diinstruksikan untuk bergerak cepat, melakukan penyelidikan mendalam, serta melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
“Polres Rejang Lebong telah diinstruksikan untuk melakukan penyelidikan intensif dan pengejaran terhadap pelaku. Kami berkomitmen mengusut tuntas kasus ini hingga pelaku tertangkap,” tegas Kombes Pol Ichsan Nur. Ia menambahkan bahwa kehadiran kepolisian adalah untuk menegakkan supremasi hukum dan memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman tanpa rasa takut.
Imbauan untuk Tetap Tenang dan Waspada
Meskipun insiden begal ini cukup mengagetkan, kepolisian mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, personel kepolisian telah disebar di berbagai titik rawan yang ada di sepanjang jalur lintas.
Selain itu, masyarakat juga diajak untuk berperan aktif dalam membantu proses penyelidikan. Sekecil apa pun informasi yang dimiliki terkait identitas atau keberadaan pelaku sangat dibutuhkan oleh pihak kepolisian.
“Jika ada warga yang mengetahui identitas atau keberadaan pelaku, segera laporkan kepada kami. Identitas pelapor akan kami jaga kerahasiaannya,” ujar Kombes Pol Ichsan Nur, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menciptakan keamanan.
Manfaatkan Layanan Darurat dan Pos Polisi
Sebagai langkah preventif dan untuk memberikan rasa aman lebih, Polda Bengkulu mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk tidak ragu memanfaatkan layanan kepolisian yang beroperasi selama 24 jam.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Jika terjadi sesuatu yang mencurigakan atau tindak kejahatan, segera hubungi Call Center 110. Personel kami siap memberikan respons cepat,” kata Kombes Pol Ichsan Nur.
Bagi para pengendara yang melakukan perjalanan jauh, disarankan untuk memanfaatkan pos pengamanan atau pos polisi terdekat untuk beristirahat apabila merasa lelah. Langkah sederhana ini dinilai sangat penting untuk menjaga kondisi fisik pengendara dan secara signifikan meminimalkan potensi menjadi sasaran empuk para pelaku kejahatan.
Keamanan Jalur Lintas Menjadi Prioritas Utama
Kasus begal yang terjadi di Rejang Lebong ini menjadi pengingat bahwa jalur lintas antarwilayah, terutama pada area yang minim penerangan dan jauh dari permukiman, masih memiliki tingkat kerawanan. Polda Bengkulu berkomitmen untuk terus meningkatkan intensitas patroli dan menerapkan berbagai langkah preventif lainnya demi menciptakan rasa aman yang optimal bagi seluruh masyarakat.
Dengan upaya pengejaran yang sedang dilakukan secara intensif, kepolisian optimis bahwa para pelaku akan segera berhasil ditangkap. Hal ini diharapkan dapat mengembalikan situasi keamanan di jalur lintas Bengkulu-Lubuklinggau menjadi kondusif seperti sedia kala.
Kronologi Kejadian: Mahasiswa Menjadi Korban
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, korban dalam insiden ini diketahui bernama Mangihut T.S (23), seorang mahasiswa yang sedang melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor dari Kota Bengkulu menuju Kota Lubuklinggau. Diduga, kondisi jalan yang relatif sepi pada saat itu dimanfaatkan oleh para pelaku untuk melancarkan aksinya.
Ketika korban tiba di kawasan Desa Simpang Beliti, ia tiba-tiba dipepet oleh dua orang pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Berdasarkan keterangan awal, kedua pelaku diketahui membawa senjata tajam jenis pisau.
Dalam upaya mempertahankan diri, korban berusaha melakukan perlawanan. Namun, dalam pergumulan tersebut, salah satu pelaku berhasil menusukkan senjata tajam ke bagian dada kiri korban. Akibat luka tusuk yang cukup dalam, korban mengalami pendarahan hebat dan terkapar di lokasi kejadian. Beruntung, warga sekitar yang melihat insiden tersebut segera memberikan pertolongan pertama kepada korban.
Olah TKP dan Pengumpulan Bukti Dilakukan
Menindaklanjuti laporan mengenai kejadian tersebut, Kapolsek Padang Ulak Tanding, AKP Edi Hemanto Purba, menyatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Selain melakukan olah TKP, personel kepolisian juga dikerahkan untuk mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata di sekitar lokasi kejadian. Hal ini dilakukan guna memperkuat proses penyelidikan yang sedang berjalan. Petugas juga melakukan penyisiran di sepanjang jalur lintas untuk mencari jejak-jejak yang mungkin ditinggalkan oleh para pelaku.
“Personel sudah melakukan cek TKP dan kasus ini segera diteruskan ke piket Polsek untuk proses penyidikan lebih lanjut. Fokus kami saat ini memastikan penanganan medis korban berjalan maksimal sembari memperkuat bukti-bukti di lapangan,” ujar AKP Edi Hemanto Purba.




