Persebaya Surabaya: Perombakan Skuad Menjelang Putaran Kedua, Tiga Pemain Brasil Merapat
Memasuki paruh kedua kompetisi Super League 2025/2026, Persebaya Surabaya menunjukkan geliat perubahan signifikan dalam komposisi timnya. Serangkaian manuver transfer telah dilakukan, meliputi pelepasan empat pemain lama dan kedatangan tiga amunisi baru asal Brasil. Perubahan ini diharapkan mampu memperkuat skuad dan mengembalikan performa terbaik Bajol Ijo di sisa musim.
Salah satu sorotan utama adalah bergabungnya Gustavo Fernandes, seorang bek tengah asal Brasil yang diharapkan dapat menjadi tembok kokoh di lini pertahanan Persebaya. Bersamaan dengan Fernandes, dua kompatriotnya, Bruno Paraíba dan Jefferson Silva, juga resmi diperkenalkan sebagai bagian dari keluarga besar Persebaya. Kedatangan para pemain asing ini tentu membawa optimisme baru bagi para pendukung setia, yang akrab disapa Bonek.
Empat Pemain Dilepas, Tiga Amunisi Brasil Tiba
Persebaya secara resmi mengumumkan perpisahan dengan empat pemainnya di awal Januari 2026. Keempat pemain tersebut adalah Rizky Dwi Pangestu, Diego Mauricio, Rendy Oscario, dan Dime Dimov. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari evaluasi tim jelang putaran kedua.
- Rizky Dwi Pangestu: Sang pemain muda dipinjamkan ke Garudayaksa FC. Langkah ini diambil untuk memberikannya kesempatan bermain lebih banyak dan mengasah kemampuannya di kompetisi yang berbeda.
- Diego Mauricio: Striker asal Brasil ini dilepas setelah dinilai belum memberikan kontribusi maksimal. Dalam tujuh penampilannya, ia gagal mencetak gol, sehingga manajemen memutuskan untuk tidak memperpanjang masa baktinya.
- Rendy Oscario: Kiper ini telah menemukan pelabuhan baru di Semen Padang. Ia bahkan sudah menjalani latihan perdana bersama tim Kabau Sirah dan disambut hangat oleh para suporternya.
- Dime Dimov: Bek tengah asal Makedonia ini mengucapkan selamat tinggal melalui unggahan yang menyentuh di media sosial. Selama membela Persebaya, Dimov tampil dalam 12 pertandingan dan dikenal sebagai pemain yang tenang serta profesional di lini belakang.
Sebagai gantinya, Persebaya bergerak cepat mendatangkan tiga pemain asing berkualitas dari Brasil. Mereka adalah Bruno Paraíba, Jefferson Silva, dan Gustavo Fernandes. Bruno Paraíba diproyeksikan mengisi pos lini serang sebagai striker utama. Jefferson Silva akan mengisi sektor bek kiri, posisi yang sebelumnya ditempati oleh Dejan Tumbas. Sementara itu, Gustavo Fernandes, rekrutan terakhir, secara spesifik didatangkan untuk memperkuat jantung pertahanan, menggantikan peran Dime Dimov.
Dejan Tumbas Absen, Spekulasi Bonek Menguat
Ketidakhadiran Dejan Tumbas dalam dua sesi latihan terakhir Persebaya memicu beragam spekulasi di kalangan Bonek. Sejumlah unggahan di media sosial resmi klub yang menampilkan latihan tanpa kehadiran Tumbas langsung menjadi perhatian para suporter. Komentar-komentar pun bertebaran, mempertanyakan keberadaan pemain yang kerap mengisi pos bek kiri tersebut.
Beberapa akun suporter mengaitkan absennya Tumbas dengan kepergian Dime Dimov, yang notabene datang di periode yang sama. Muncul dugaan bahwa Tumbas akan menyusul Dimov meninggalkan tim. Salah satu komentar dari akun @msshop981 berbunyi, “Bruno onok.. Tumbas sing gak ketok. Teko’e sepaket kro Dimov.” Pernyataan ini semakin memperkuat spekulasi tentang kemungkinan hengkangnya Tumbas.
Namun, tidak semua suporter berpendapat demikian. Akun @chusni27_ mencoba meredam spekulasi dengan memberikan informasi berbeda. “Dejan masih masuk skema e Coach Bernardo Tavares, rencana e malah dicoba dadi striker,” tulisnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Tumbas mungkin akan diplot di posisi yang berbeda, bukan meninggalkan tim.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Persebaya belum memberikan klarifikasi resmi mengenai status Dejan Tumbas. Publik dan para suporter masih menanti kejelasan status sang pemain menjelang laga perdana putaran kedua yang semakin dekat.
Harapan Baru di Lini Belakang: Kedatangan Gustavo Fernandes
Gustavo Fernandes resmi diperkenalkan sebagai bek tengah baru Persebaya. Pemain berusia 26 tahun ini berasal dari Osasco, Brasil, dan memiliki postur menjulang setinggi 1,95 meter. Kaki dominannya adalah kiri, yang diharapkan dapat memberikan variasi dalam distribusi bola dari lini pertahanan.

Dengan nilai pasar yang dilaporkan mencapai Rp 4,35 miliar, Gustavo Fernandes membawa ekspektasi besar. Angka tersebut mencerminkan potensi dan kualitas yang dimilikinya, serta harapan agar ia dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pertahanan Persebaya di Liga Indonesia.
Gustavo sendiri mengungkapkan rasa optimisme dan motivasinya. “Sangat senang dan termotivasi oleh kesempatan ini dalam karir saya,” ujarnya, disambut hangat oleh para pendukung. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat lini belakang Persebaya yang kini memiliki tiga bek tengah asing: Risto Mitrevski, Leo Lelis, dan Gustavo Fernandes. Kombinasi ketiganya diharapkan mampu memberikan stabilitas, disiplin, dan komunikasi yang lebih baik di area pertahanan.
Regenerasi Pemain Muda dan Peluang Striker Lokal
Di sisi lain, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan pemain muda lokal. Menyadari bahwa Persebaya hanya memiliki tiga penyerang murni dalam skuad saat ini—Bruno Paraíba, Perovic, dan Dejan Tumbas—tim pelatih tengah mempertimbangkan penambahan satu striker lokal. Langkah ini tidak hanya untuk menambah kedalaman skuad di lini depan, tetapi juga untuk menjaga kuota pemain asing tetap ideal.
Manajemen Persebaya membuka pintu lebar-lebar bagi para pemain dari tim junior untuk mendapatkan kesempatan promosi ke tim utama. Regenerasi pemain menjadi salah satu pilar strategi jangka panjang klub. Bernardo Tavares menegaskan hal ini pada 5 Januari 2026 di Surabaya, “Pemain muda punya energi dan motivasi besar. Jika mereka siap, kami akan beri kesempatan.”
Kebijakan ini diharapkan dapat memicu persaingan yang lebih sehat di lini depan, sekaligus memastikan adanya keberlanjutan talenta di Persebaya. Dengan kedalaman skuad yang semakin merata, baik pemain senior maupun junior, Persebaya diharapkan dapat tampil lebih solid dan kompetitif di putaran kedua Super League 2025/2026.




