Persebaya Surabaya Berbekal Rekor Gemilang Hadapi Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo
Menjelang bentrokan panas pekan ke-21 Liga Super 2025/2026, Persebaya Surabaya memiliki modal psikologis yang sangat kuat berkat rekor pertemuan impresif melawan Bhayangkara FC. Dalam sebelas duel sebelumnya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, tim berjuluk Green Force ini berhasil merengkuh enam kemenangan. Sebaliknya, Bhayangkara FC hanya mampu meraih satu kemenangan, sementara dua pertandingan lainnya berakhir imbang.
Catatan ini tidak hanya menunjukkan dominasi Persebaya Surabaya dalam beberapa musim terakhir, tetapi juga keunggulan dalam hal produktivitas gol. Persebaya Surabaya tercatat telah mencetak 17 gol ke gawang Bhayangkara FC, sementara lawannya hanya mampu mengemas 10 gol. Statistik ini tentu menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi skuad Persebaya Surabaya yang tengah menikmati performa menanjak di musim ini.
Dukungan penuh dari ribuan Bonek, suporter setia Persebaya Surabaya, di kandang sendiri, Stadion Gelora Bung Tomo, semakin menambah optimisme. Atmosfer positif yang terbangun diharapkan dapat menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk meraih hasil maksimal.
Namun, meski memiliki keunggulan statistik, Persebaya Surabaya tidak ingin terlena. Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap Bhayangkara Presisi Lampung FC yang datang dengan wajah baru. Tim lawan terbukti aktif bergerak di bursa transfer putaran kedua, mendatangkan sejumlah pemain berkualitas yang berpotensi merepotkan.
Bhayangkara FC Datang dengan Amunisi Baru
Bernardo Tavares, yang memiliki lisensi UEFA Pro, mengakui bahwa Bhayangkara FC tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia melihat pergerakan tim lawan di bursa transfer sebagai indikasi kuat keinginan mereka untuk bangkit dan bersaing di paruh kedua musim.
“Saya rasa Bhayangkara FC adalah salah satu tim yang mendapatkan lebih banyak pemain di bursa transfer kali ini. Dan bukan hanya itu, ada pemain-pemain kunci dari klub lain,” ujar Tavares.
Tavares merinci beberapa rekrutan penting yang dilakukan Bhayangkara FC, seperti Moussa Sidibe yang sebelumnya menjadi motor serangan Persis Solo, serta Privat Mbarga yang pernah membela Bali United. Selain itu, kedatangan pemain Jepang seperti Yamamoto dan pemain Jepang lainnya yang tidak memerlukan masa adaptasi di Indonesia, semakin menambah kekuatan tim lawan.
“Mereka merekrut Yamamoto, dan pemain Jepang lainnya. Jadi mereka memiliki banyak pemain baru yang tidak perlu beradaptasi di Indonesia,” jelas Tavares. “Sedangkan kami merekrut pemain yang membutuhkan adaptasi. Jadi mereka akan menjadi tim yang berbahaya.”
Pelatih asal Portugal ini juga mengingatkan kembali hasil imbang 1-1 pada pertemuan pertama musim ini, di mana Persebaya Surabaya nyaris meraih kemenangan sebelum akhirnya kebobolan gol di menit akhir melalui skema lemparan ke dalam. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga untuk tidak mengulangi kesalahan serupa.
Sejarah Pertemuan: Dominasi Persebaya Surabaya
Rekor pertemuan antara Persebaya Surabaya dan Bhayangkara FC menunjukkan dominasi tim Green Force dalam beberapa musim terakhir:
- Musim 2026:
- Pertemuan terakhir pada 28 November 2025, berakhir imbang 1-1 di kandang Bhayangkara FC. Persebaya Surabaya sempat unggul sebelum akhirnya kebobolan di menit akhir.
- Musim 2024:
- Persebaya Surabaya meraih dua kemenangan penting. Kemenangan 1-0 di kandang pada 4 Februari 2024.
- Kemenangan 2-1 di markas Bhayangkara FC pada 8 Agustus 2023.
- Musim 2023:
- Persebaya Surabaya menang 2-1 di kandang pada 23 Januari 2023.
- Bhayangkara FC membalas dengan kemenangan tipis 1-0 saat bermain di kandang pada 7 Agustus 2022.
- Musim 2022:
- Bhayangkara FC sempat menang 2-1 pada 18 Januari 2022.
- Persebaya Surabaya kalah 0-1 di kandang sendiri pada 24 September 2021.
- Musim 2019:
- Persebaya Surabaya menang telak 4-0 di kandang pada 8 Desember 2019.
- Kemenangan 2-0 di markas Bhayangkara FC pada 31 Agustus 2019.
- Musim 2018:
- Persebaya Surabaya menang 1-0 di kandang pada 26 November 2018.
- Pertemuan 11 Juli 2018 berakhir imbang 3-3 dalam duel sengit.
Jika dirangkum, dari sebelas pertemuan, Persebaya Surabaya mengoleksi enam kemenangan, sementara Bhayangkara FC hanya satu kali menang. Dua laga lainnya berakhir imbang.
Menjaga Konsistensi dan Fokus
Meskipun rekor pertemuan sangat memihak, Persebaya Surabaya dituntut untuk tetap menjaga konsistensi permainan dan fokus sepanjang 90 menit pertandingan. Pengalaman kebobolan di menit-menit akhir pada pertemuan sebelumnya harus menjadi pelajaran berharga.
Dukungan penuh dari publik Stadion Gelora Bung Tomo diprediksi akan menjadi faktor pembeda. Tekanan dari tribun penonton kerap kali berhasil mengganggu konsentrasi lawan, terutama bagi pemain-pemain baru yang belum terbiasa dengan atmosfer pertandingan di Surabaya.
Pertandingan pekan ke-21 ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Laga ini akan menjadi pembuktian apakah dominasi Persebaya Surabaya atas Bhayangkara FC akan terus berlanjut, atau justru akan terhenti di tangan tim lawan yang telah melakukan perombakan besar-besaran. Dengan bekal enam kemenangan dan hanya sekali kalah, Persebaya Surabaya memiliki alasan kuat untuk percaya diri. Namun, kewaspadaan tetap menjadi kunci utama agar catatan manis tersebut tidak berubah menjadi bumerang di hadapan para pendukungnya sendiri.




