Biznet memperkuat infrastruktur jaringannya dengan mengadopsi teknologi terdepan untuk memenuhi lonjakan kebutuhan konektivitas di Indonesia. Implementasi teknologi WaveLogic 5 Extreme (WL5e) dari Ciena pada jalur internasional kabel bawah laut Biznet Nusantara Cable System-1 (BNCS-1) menjadi tonggak penting dalam upaya ini. Langkah strategis ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jaringan secara signifikan, tetapi juga untuk menyajikan layanan internet berkecepatan super tinggi hingga 400 Gbps kepada para penggunanya.
Kabel bawah laut BNCS-1 sendiri merupakan tulang punggung konektivitas yang menghubungkan tiga pulau vital di Indonesia: Jawa, Sumatra, dan Bangka. Dengan integrasi teknologi WL5e, Biznet tidak hanya memperkuat jalur penghubung antara jaringan lokal dan internasional, tetapi juga secara proaktif menjawab tantangan peningkatan kebutuhan bandwidth yang terus melonjak di seluruh nusantara.
Adi Kusma, President Director Biznet, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan layanan yang lebih cepat dan andal. “Di tengah dunia yang semakin terhubung, Biznet berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan, menjawab kebutuhan bandwidth yang semakin dinamis, dan memberikan pengalaman digital yang optimal kepada pelanggan kami,” ujarnya dalam sebuah pernyataan resmi. Ia menambahkan bahwa kolaborasi Biznet dengan Ciena telah terjalin lama, dan teknologi WaveLogic menjadi kunci dalam menjawab kebutuhan konektivitas di era digital yang serba cepat ini.
“Kami telah bekerja sama dengan Ciena sejak lama, dan teknologi WaveLogic dari Ciena memungkinkan Biznet untuk terus mewujudkan komitmen kami dalam menghadirkan layanan yang lebih cepat dan andal untuk dapat menjawab segala tantangan di era digital saat ini serta mendorong digitalisasi di Indonesia,” jelas Adi.
Proyek peningkatan kapasitas ini melibatkan tim Ciena Services dan Terrabit Networks yang berperan sebagai mitra Ciena. Mereka bertanggung jawab dalam seluruh proses, mulai dari perancangan hingga penerapan perangkat Ciena 6500 yang telah dibekali teknologi WL5e. Perangkat-perangkat canggih ini kemudian diintegrasikan secara mulus dengan infrastruktur jaringan Biznet Fiber yang sudah ada, memastikan kelancaran operasional dan minimalisasi gangguan.
Optimalisasi Jaringan Melalui Ciena Navigator
Untuk mengelola jaringan yang semakin kompleks ini, Biznet juga memanfaatkan Ciena Navigator Network Control Suite. Sistem ini dirancang untuk mendukung kontrol, perencanaan, dan otomasi jaringan secara komprehensif. Dengan adanya sistem ini, operasional jaringan dapat berjalan jauh lebih efisien, dan proses penyediaan layanan baru dapat dilakukan dengan kecepatan yang lebih tinggi, memberikan keunggulan kompetitif bagi Biznet.
Alex Wong, Regional Managing Director ASEAN Ciena, menyoroti posisi strategis Indonesia dalam peta konektivitas Asia Tenggara. Ia mengemukakan bahwa kebutuhan akan jaringan berkapasitas tinggi dengan latensi rendah semakin meningkat tajam, terutama seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI).
“Indonesia sendiri telah menjadi pusat konektivitas di wilayah Asia Tenggara, dengan kebutuhan akan jaringan yang berkapasitas tinggi dan latensi rendah yang terus meningkat pesat seiring berkembangnya era Artificial Intelligence (AI),” ungkap Alex.
Perluasan Kolaborasi dan Dampak Bisnis
Selain peningkatan pada BNCS-1, kolaborasi antara Biznet dan Ciena juga mencakup peningkatan kapasitas pada jalur kritis Batam-Singapura. Jalur ini memiliki peran vital sebagai gerbang akses menuju gateway internasional, yang secara langsung mempercepat akses ke berbagai layanan global dan memastikan stabilitas koneksi.
Peningkatan jaringan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama Biznet dan Ciena yang telah menyentuh berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Jawa, Bali, Sumatra, Batam, Bangka, Kalimantan, Sulawesi, dan Flores.
Dari perspektif bisnis, langkah Biznet ini menunjukkan pergeseran paradigma dalam persaingan layanan internet. Kini, keunggulan tidak hanya ditentukan oleh harga dan paket menarik bagi pelanggan, melainkan juga oleh kekuatan backbone jaringan, kualitas kabel bawah laut, konektivitas internasional yang andal, serta tingkat otomasi jaringan. Faktor-faktor inilah yang menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas layanan di era digital.
Bagi pelanggan, investasi Biznet pada infrastruktur inti ini menjadi fondasi penting untuk memastikan layanan internet tetap stabil dan responsif, bahkan ketika trafik data terus mengalami lonjakan. Hal ini menjadi semakin krusial mengingat semakin banyaknya layanan yang bergantung pada koneksi cepat dan konsisten, seperti layanan cloud, data center, streaming, komunikasi real-time, dan aplikasi AI.
“Di era AI saat ini, koneksi Internet bukan lagi sekedar kebutuhan, melainkan fondasi utama untuk menghadirkan pengalaman digital yang cepat, stabil dan tanpa hambatan. Karena itu, pengembangan infrastruktur jaringan dan peningkatan konektivitas yang kami lakukan bersama Ciena menjadi langkah strategis untuk memastikan pelayanan yang lebih optimal,” tutup Adi.
Implementasi teknologi WaveLogic 5 Extreme pada BNCS-1 ini menandai arah baru dalam pengembangan jaringan internet di Indonesia. Di tengah tuntutan data yang terus meningkat, investasi pada infrastruktur inti menjadi elemen krusial agar konektivitas nasional mampu mengimbangi laju pesat ekonomi digital Indonesia.




