Waspada Cuaca Ekstrem: Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengancam Sulawesi Selatan
Makassar, Sulawesi Selatan – Masyarakat di Sulawesi Selatan perlu meningkatkan kewaspadaan menyusul prediksi cuaca buruk yang akan melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang, yang diperkirakan terjadi mulai tanggal 2 hingga 4 Februari 2026.
Cuaca ekstrem ini tidak hanya berpotensi menimbulkan gangguan aktivitas sehari-hari, tetapi juga membawa ancaman bahaya seperti banjir dan tanah longsor. Peringatan ini disampaikan menyusul laporan adanya hujan deras yang disertai angin kencang di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Gowa, pada Minggu (1/2/2026).
Di salah satu lokasi pantauan di Perumahan Taman Zarindah, hujan yang awalnya turun dengan intensitas rendah sejak pagi, meningkat drastis menjadi deras sekitar pukul 10.00 Wita. Angin kencang turut menemani, membuat dedaunan bergoyang hebat dan sesekali terdengar gemuruh guntur, menciptakan suasana mencekam.
Melalui akun Instagram resminya, @bmkgsulsel, BMKG merinci prakiraan cuaca untuk tiga hari ke depan, mencakup periode 2 hingga 4 Februari 2026. Dalam unggahannya, BMKG secara spesifik menyebutkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat di 16 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Beberapa wilayah yang diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas tinggi, bahkan sangat lebat, antara lain Makassar, Gowa, Maros, Takalar, Pangkep, dan Pinrang. Bersamaan dengan hujan lebat, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi angin kencang yang akan menerpa wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan.
Potensi Bahaya dan Tips Siaga dari BMKG
Menghadapi potensi cuaca buruk ini, BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap beberapa ancaman serius:
- Banjir: Hujan dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan meluapnya sungai dan genangan air di permukiman.
- Tanah Longsor: Daerah perbukitan dan lereng yang curam sangat rentan terhadap longsor, terutama jika disertai hujan deras yang terus-menerus.
Untuk membantu masyarakat mempersiapkan diri, BMKG memberikan sejumlah tips siaga yang sangat penting untuk diterapkan:
- Pastikan saluran air bersih dan lancar: Membersihkan selokan dan memastikan aliran air tidak terhambat dapat mengurangi risiko genangan air dan banjir di lingkungan sekitar.
- Hindari bepergian ke daerah rawan banjir/longsor: Jika prediksi cuaca menunjukkan potensi bahaya di suatu area, sebaiknya tunda atau urungkan niat untuk berkunjung ke lokasi tersebut demi keselamatan.
- Simpan barang penting di tempat yang aman: Barang berharga, dokumen penting, dan perlengkapan elektronik sebaiknya disimpan di tempat yang lebih tinggi atau terlindung dari potensi banjir.
- Tetap pantau informasi cuaca terbaru dari BMKG: Informasi terkini dari sumber resmi sangat krusial untuk mengambil keputusan yang tepat dan meminimalkan risiko. Utamakan keselamatan dalam setiap tindakan.
Antisipasi Dampak Listrik Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang
Selain ancaman banjir dan longsor, cuaca ekstrem yang melibatkan hujan deras dan angin kencang juga dapat menimbulkan dampak signifikan pada infrastruktur kelistrikan. Pohon tumbang, ranting berserakan, hingga tiang listrik yang rusak dapat mengganggu pasokan listrik ke sejumlah daerah.
Menyadari potensi bahaya ini, pihak PLN juga turut memberikan imbauan dan tips kepada masyarakat agar tetap aman dan nyaman beraktivitas, serta menghindari risiko yang mungkin timbul terkait kelistrikan saat musim penghujan.
Bambang Yusuf, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (PLN UID Sulselrabar), membagikan beberapa langkah pencegahan yang dapat diterapkan oleh masyarakat:
- Hindari Berteduh di Tempat Berbahaya: Jangan pernah berteduh atau berlindung di bawah pohon tinggi, baliho, tiang listrik, atau tower listrik. Benda-benda tinggi memiliki risiko tinggi tersambar petir atau roboh akibat terpaan angin kencang. Carilah tempat perlindungan di dalam bangunan yang kokoh dan aman dari potensi banjir.
- Cabut Peralatan Listrik Saat Hujan Petir: Jika terjadi badai petir, sangat disarankan untuk mencabut stop kontak semua peralatan listrik yang terhubung ke sumber daya. Hal ini dapat mencegah kerusakan akibat lonjakan listrik atau sambaran petir.
- Siapkan Daya Cadangan untuk Perangkat Komunikasi: Sediakan power bank untuk mengisi daya ponsel atau perangkat komunikasi lainnya. Ini penting agar Anda tetap dapat terhubung dan melaporkan situasi darurat jika sewaktu-waktu terjadi gangguan listrik.
- Matikan Listrik Saat Banjir Melanda: Apabila rumah Anda terendam banjir, segera matikan aliran listrik dari Meter Circuit Breaker (MCB) atau thermis pada kWh meter. Pindahkan peralatan elektronik ke tempat yang lebih tinggi dan aman untuk mencegah bahaya tersengat listrik.
- Laporkan Gangguan Listrik Segera: Jika terjadi banjir dan jaringan listrik di area Anda belum dipadamkan oleh PLN, segera laporkan melalui aplikasi PLN Mobile, hubungi Contact Center PLN di nomor 123, atau datangi kantor PLN terdekat. Selain itu, jangan lupa melaporkan juga kepada instansi terkait penanggulangan bencana banjir.
- Pastikan Kondisi Kering Sebelum Listrik Dinyalakan Kembali: Setelah banjir surut, pastikan seluruh peralatan elektronik dan instalasi listrik di rumah dalam keadaan benar-benar kering sebelum aliran listrik dinyalakan kembali. PLN akan melakukan penormalan listrik setelah memastikan instalasi PLN maupun milik warga sudah siap dan aman dialiri listrik. Proses penyalaan ini biasanya akan didahului dengan penandatanganan berita acara yang disaksikan oleh perwakilan masyarakat setempat seperti Ketua RT/RW.
Bambang juga menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik di rumah. “Segera hubungi penyedia jasa pemeriksaan instalasi listrik melalui PLN Mobile untuk memastikan kondisi instalasi listrik rumah dalam kondisi baik, layak, dan dilengkapi grounding yang cukup untuk mengantisipasi bahaya yang mungkin timbul saat cuaca ekstrim,” ujar Bambang.
Dengan kewaspadaan dan persiapan yang matang, diharapkan masyarakat dapat meminimalkan risiko dan menjaga keselamatan diri serta keluarga selama menghadapi periode cuaca ekstrem ini.


















