BMKG Peringatkan 13 Provinsi Berpotensi Hujan Ekstrem pada 3 Oktober 2026, Sumatera Utara Masuk Siaga

Diposting pada

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem untuk Sabtu, 3 Oktober 2026. Dalam pemutakhiran tersebut, satu provinsi ditetapkan berstatus Siaga karena berpeluang mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, sementara 12 provinsi lain masuk kategori Waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat.

Wilayah yang paling perlu diantisipasi adalah Sumatera Utara. BMKG menempatkan provinsi itu pada level Siaga untuk 3 Oktober 2026. Status ini menandakan curah hujan yang diperkirakan cukup tinggi sehingga dapat mengganggu aktivitas warga dan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, terutama di daerah yang rawan genangan, banjir, atau longsor. Menariknya, kondisi serupa juga sudah tercatat pada 2 Oktober 2026, sehingga ancaman hujan intens masih berlanjut setidaknya selama dua hari.

Di luar Sumatera Utara, BMKG mencatat 12 provinsi lain yang perlu mewaspadai hujan sedang hingga lebat pada hari yang sama. Provinsi-provinsi itu adalah Aceh, Banten, Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua. Dengan demikian, total ada 13 provinsi yang masuk daftar perhatian BMKG untuk 3 Oktober 2026.

Jawa Barat termasuk wilayah yang dipantau karena kondisi cuaca dapat berubah cepat. Pada 3 Oktober 2026, provinsi ini masih berada di level Waspada. Namun, BMKG mencatat pada 4 Oktober 2026 status Jawa Barat meningkat menjadi Siaga. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan atmosfer dari hari ke hari bisa mendorong kenaikan intensitas hujan di suatu daerah.

Dalam tabel Potensi Cuaca Ekstrem 3 Harian BMKG, tidak ada provinsi yang tercantum pada kategori angin kencang untuk 3 Oktober 2026. Meski begitu, lembaga tersebut tetap mengingatkan bahwa hujan lebat di sejumlah tempat dapat disertai kilat, petir, atau hembusan angin kuat secara lokal, tergantung dinamika cuaca setempat.

Untuk periode 2–8 Oktober 2026, BMKG menjelaskan bahwa atmosfer Indonesia masih relatif kering di beberapa wilayah, tetapi peluang hujan lebat tetap terbuka karena dipengaruhi sejumlah faktor, seperti gelombang atmosfer, suhu muka laut yang hangat, serta area konvergensi, perlambatan, dan belokan angin. Karena itu, masyarakat di wilayah Waspada maupun Siaga diminta terus memantau pembaruan resmi BMKG, terutama bila hendak beraktivitas di luar ruangan atau berada di daerah yang rentan banjir, longsor, pohon tumbang, dan gangguan perjalanan.

Sumber: trends.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan