BNN Jakarta Ungkap Fakta ‘Podgeter’ Pasca Lula Lahfah.

Diposting pada

Dunia hiburan kembali dihebohkan dengan isu narkoba jenis baru yang disamarkan dalam bentuk cairan vape. Artis sekaligus DJ, Dinar Candy, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai maraknya peredaran “podgeter” di kalangan anak muda, khususnya di dunia malam. Istilah “podgeter” sendiri merujuk pada narkotika yang disamarkan dalam bentuk cairan atau liquid vape.

Unggahan Dinar Candy mengenai bahaya podgeter ini muncul di tengah kabar duka meninggalnya selebgram Lula Lahfah secara mendadak. Dinar Candy bahkan secara langsung menandai akun Instagram Badan Narkotika Nasional (BNN) DKI Jakarta, menunjukkan keseriusannya terhadap isu ini.

Klarifikasi dari BNNP DKI Jakarta

Menanggapi keresahan yang diungkapkan Dinar Candy, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta akhirnya memberikan klarifikasi. Humas BNNP DKI Jakarta, Wina Hadi, menjelaskan bahwa istilah “podgeter” yang viral di media sosial bukanlah istilah resmi yang terdaftar dalam nomenklatur narkotika maupun kebijakan BNN.

“Terkait istilah podgeter yang beredar di media sosial, dapat kami sampaikan bahwa istilah tersebut bukan merupakan istilah resmi dalam nomenklatur narkotika maupun kebijakan BNN,” ujar Wina.

Meskipun demikian, Wina mengakui bahwa fenomena yang dimaksud oleh Dinar Candy memang merujuk pada penyalahgunaan narkotika dalam bentuk cairan atau liquid vape. Ia pun mengapresiasi inisiatif Dinar Candy dalam membuat konten edukasi mengenai bahaya narkoba.

“Konten yang beredar di media sosial tersebut merupakan bagian dari edukasi dan kewaspadaan publik terhadap berbagai modus baru penyalahgunaan narkotika, termasuk penyamaran narkotika dalam bentuk cairan atau liquid vape,” tambahnya.

Upaya Pemberantasan Narkoba Terus Ditingkatkan

BNNP DKI Jakarta menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam dalam menghadapi ancaman narkotika yang disamarkan dalam bentuk rokok elektrik. Upaya penindakan dan penyelidikan terus dilakukan secara intensif di wilayah Jakarta.

Baru-baru ini, BNN RI berhasil membongkar dugaan peredaran narkotika dengan modus cairan vape di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan. Dalam penggerebekan tersebut, petugas menemukan 3.000 cartridges (kartrid) vape beserta cairan yang diduga mengandung narkotika.

BNN DKI Jakarta saat ini tengah melakukan pengembangan dari kasus tersebut untuk mengungkap jaringan peredaran yang lebih luas.

“BNN secara berkelanjutan melakukan upaya pengungkapan dan penindakan terhadap peredaran gelap narkotika, termasuk modus narkotika cair melalui vape. Sejalan dengan hal tersebut, BNNP DKI Jakarta terus melakukan penyelidikan untuk pengungkapan dan penindakan selanjutnya,” tegas Wina.

BNNP DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berperan aktif dalam memberantas narkoba dengan melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan atau peredaran narkotika. Laporan dari masyarakat sangat penting untuk membantu aparat dalam memberantas peredaran narkoba.

Pengalaman Dinar Candy dengan “Podgeter”

Sebelumnya, Dinar Candy membuat heboh publik dengan unggahan di akun Instagram pribadinya yang memperingatkan bahaya vape berisi zat terlarang. Ia mengaku sering ditawari barang haram tersebut saat sedang bekerja di kelab malam.

“Beberapa kali di club ada anak muda yang nawarin podgeter. Itu berupa kayak vape gitu tapi kecil. ‘Teh, coba sedot ini nanti enak melayang sampai pagi’,” cerita Dinar Candy menirukan tawaran tersebut.

Dinar yang mengaku hobi berolahraga dengan tegas menolak tawaran tersebut. Ia bahkan merasa ngeri melihat ada perempuan yang kehilangan kendali karena barang tersebut.

“Pas kesini-sini tambah lagi ada seorang cewek out of control terus-terusan fotoin favegeter itu buat ngajak make bareng. Itu bahaya lho,” ungkap Dinar memperingatkan.

Dinar pun meminta para orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anak mereka agar tidak terjebak dalam lingkaran “narkocoy” yang berkedok perangkat vape sederhana. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak agar anak tidak mudah terjerumus ke dalam pergaulan yang salah.

Pentingnya Kewaspadaan dan Peran Orang Tua

Kasus “podgeter” ini menjadi pengingat bagi kita semua akan bahaya narkoba yang semakin beragam modusnya. Masyarakat, khususnya para orang tua, harus lebih waspada dan proaktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah anak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba:

  • Membangun komunikasi yang baik dengan anak: Orang tua harus menjadi teman bagi anak, sehingga anak merasa nyaman untuk bercerita tentang masalah yang mereka hadapi.
  • Memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba: Edukasi tentang bahaya narkoba harus diberikan sejak dini, agar anak memiliki pemahaman yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan teman.
  • Mengawasi pergaulan anak: Orang tua harus mengetahui dengan siapa anak bergaul dan kegiatan apa saja yang mereka lakukan.
  • Menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis: Lingkungan keluarga yang harmonis dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak, sehingga mereka tidak mencari pelarian ke narkoba.
  • Mendorong anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan positif: Libatkan anak dalam kegiatan positif seperti olahraga, seni, atau kegiatan sosial lainnya. Hal ini dapat membantu mereka mengembangkan potensi diri dan menjauhi kegiatan negatif.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan