Bocah Pemberani Taklukkan Ratusan Kilometer Menuju Ibu Kota Nusantara dengan Sepeda
Sebuah aksi luar biasa yang menginspirasi datang dari seorang bocah laki-laki yang nekat melakukan perjalanan bersepeda seorang diri dari Balikpapan menuju lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Momen epik ini terekam dalam sebuah video yang kemudian viral dan menyita perhatian publik. Dengan perlengkapan bersepeda yang lengkap, bocah tangguh ini mendokumentasikan setiap detik perjalanannya, mulai dari kegelapan subuh yang masih menyelimuti hingga sengatan matahari terik di sepanjang jalur lintas provinsi yang penuh tantangan.
Video yang mengisahkan petualangan luar biasa ini pertama kali diunggah ke media sosial pada Rabu, 11 Februari 2026. Sejak awal, semangatnya sudah membara. Perjalanan dimulai ketika langit masih gelap gulita. Mengenakan jersey biru cerah dan helm putih yang melindungi kepalanya, bocah ini menunjukkan antusiasme yang tinggi meskipun cuaca di awal perjalanan terpantau kurang bersahabat, bahkan sedikit gerimis.
“Kita bakal lewat Kilo, cuaca agak gerimis, aman aja lah. Kita lanjut gas lagi,” ucapnya dengan nada optimis di awal video, menunjukkan kesiapannya menghadapi segala kondisi.
Ketika ia memasuki kilometer 19, mendekati angka 20, fajar mulai perlahan menyingsing, memberikan cahaya pertama pada rute yang ditempuhnya. Untuk mengusir keheningan dan menambah semangat, ia memutuskan untuk memutar musik.
“Oke, kilometer 19 mendekati 20. Kita mulai putar musik,” katanya, seolah memberi semangat pada dirinya sendiri dalam kesendiriannya.
Perjalanan sejauh ini tentu menuntut fisik yang prima dan menguras energi yang tidak sedikit. Demi menjaga stamina dan kondisi tubuh, bocah pemberani ini tercatat melakukan empat kali sesi istirahat di titik-titik yang telah ia tentukan sebagai lokasi strategis.
Rangkaian Perhentian Strategis dalam Perjalanan
-
Istirahat Pertama di Gapura Balikpapan
Perhentian pertama dilakukan saat matahari baru saja terbit, tepatnya di area Gapura Balikpapan.
“Istirahat pertama di Gapura Balikpapan. Ini masih di kilometer 24. Mungkin kita nanti sampai kisaran jam 12.00 atau 11.00. Oke, gas lagi!” ujarnya sambil merekam kondisi di sekitarnya. -
Istirahat Kedua di Kilometer 42
Setelah menempuh jarak lebih jauh, ia berhenti di kilometer 42. Di titik ini, ia menikmati keindahan alam berupa pemandangan hijau yang menyejukkan mata. Namun, di tengah ketenangannya, ia mengalami sebuah kejadian tak terduga yang cukup mengejutkan.
“Istirahat kedua, kilometer 42. Pemandangannya bagus sumpah. Tadi itu ketemu bekantan, mau ngejar! Capek-capek nih mau dikejar, aduh. Untung aman aja. Oke, gas lagi!” ceritanya dengan sedikit nada terkejut namun tetap bersemangat. -
Istirahat Ketiga di Kilometer 48
Perhentian ketiga dilakukannya di kilometer 48. Pada titik ini, medan jalan mulai terasa semakin berat dan menantang.
“Istirahat ketiga, kilometer 48. Menyiksa sumpah, rolling parah. Gas lagi!” keluhnya, menggambarkan perjuangan melewati tanjakan dan turunan yang curam. -
Istirahat Keempat di Kilometer 66
Di kilometer 59, ia sempat merasakan kelelahan yang luar biasa akibat tanjakan yang sangat terjal. Namun, ia tidak menyerah dan terus memotivasi diri. Perhentian terakhirnya untuk mengisi tenaga dilakukan di kilometer 66, di sebuah supermarket.
“Kilometer 59, nggak kuat naik lagi. Terjal amat tapi nggak kuat. Gas lagi!” serunya.
“Istirahat keempat, kilometer 66. 15 kilo lagi. Kita istirahat di Indomaret. Aku habis beli ini (menunjukkan roti). Gas lagi!” ucapnya sambil menunjukkan camilan yang dibelinya untuk menambah energi.
Menjelang Garis Finis di Ibu Kota Nusantara
Setelah melewati berbagai rintangan, termasuk tanjakan dan turunan yang tajam, momen yang dinanti pun tiba. Dari kejauhan, kemegahan bangunan Istana Negara IKN mulai terlihat. Dengan napas yang masih terengah-engah namun raut wajah yang memancarkan kebanggaan luar biasa, ia membagikan catatan akhir perjalanannya.
“Kita finish di 89 kilo dengan waktu 4 setengah jam. Rata-rata kecepatan 19. Kita udah sampai di Istana Negara,” tutupnya dengan penuh rasa haru dan pencapaian.
Sambutan Hangat dari Warganet
Unggahan video petualangan luar biasa ini sontak menuai beragam reaksi positif dan pujian dari para warganet di kolom komentar. Banyak yang terkesan dengan keberanian dan ketangguhan bocah ini.
“Keren de. Tambah sehat Wal Afiat ya,” tulis salah seorang warganet, mendoakan kesehatan dan kebaikan untuknya.
“Keren Nak, tapi tetep hati-hati yaaa, semoga selamat sampai tujuan dan kembali dengan selamat Aamiin ya Rabbal Aalaamiin,” timpal warganet lain, menunjukkan kepedulian dan doa keselamatan.
“Hebat kamu de,” komentar singkat namun penuh makna dari warganet lain, mengakui luar biasanya perjuangan bocah tersebut.



















