Ledakan Diduga Bom Perang Dunia II Guncang Biak: 5 Tewas, Belasan Luka, Ratusan Mengungsi
BIAK – Ketegangan menyelimuti Kompleks Perikanan Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, menyusul insiden ledakan dahsyat yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II. Peristiwa mengerikan ini terjadi di wilayah yang selama ini dikenal sebagai pusat aktivitas perikanan, namun kini berubah menjadi lokasi pencarian korban dan sterilisasi darurat. Hingga Senin (1/6/2026) malam, aparat gabungan terus berupaya keras untuk memastikan area tersebut aman, meskipun pusat ledakan utama masih dinyatakan berisiko tinggi.
Operasi Pencarian dan Sterilisasi yang Intensif
Sejak ledakan pertama kali terdengar, aparat gabungan dari Kepolisian, TNI, dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, menjelaskan bahwa fokus operasi kini telah diperluas ke area ring dua, yang mencakup perairan dan kawasan pantai di sekitar lokasi ledakan. Keputusan ini diambil karena area ring satu, tempat ledakan utama terjadi, masih dianggap sangat fluktuatif dan membahayakan keselamatan.
Tim penyelamat terus bekerja tanpa kenal lelah, menyisir setiap sudut area untuk menemukan korban yang dilaporkan masih hilang. Upaya ini tidak hanya melibatkan personel darat, tetapi juga penyelaman di perairan sekitar.
Temuan Mengerikan dan Identifikasi Korban
Data terbaru yang dirilis pada Senin sore mengungkapkan jumlah korban jiwa yang tragis. Sebanyak lima orang dinyatakan meninggal dunia akibat ledakan tersebut. Seluruh jenazah korban telah dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sorido untuk dimakamkan.
Namun, pencarian belum berhenti. Tiga korban lainnya dilaporkan masih hilang, dan tim gabungan terus melakukan penyisiran untuk menemukan mereka. Dalam operasi yang dramatis pada Senin malam, tim penyelamat berhasil menemukan 13 potongan tubuh korban di area ring dua. Temuan mengerikan ini langsung diserahkan kepada kepolisian untuk dibawa ke RSUD Biak guna menjalani proses identifikasi lebih lanjut.
AKBP Ari Trestiawan, dalam konferensi pers di Posko Basarnas Biak, didampingi oleh Penjabat (Pj) Sekda Biak Numfor serta unsur pimpinan dari TNI-Polri, Pemerintah Daerah, dan Basarnas, memaparkan perkembangan terkini.
Penemuan Bahan Peledak Berbahaya
Selain pencarian korban, tim Penjinak Bom (Jibom) dari Brimob Polda Papua juga telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk menjinakkan sisa-sisa bahan peledak yang mungkin masih ada. Upaya penyisiran awal membuahkan hasil yang cukup mengkhawatirkan. Petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk:
- Dua buah proyektil: Amunisi ini terindikasi sudah dikosongkan dan memiliki pola bekas gerinda.
- Satu buah granat nanas modifikasi: Granat ini segera dimusnahkan di tempat pada pukul 18.00 WIT demi mencegah insiden lebih lanjut.
Penyisiran lanjutan kembali menemukan satu buah granat nanas tambahan di area yang sama. Namun, karena kondisi medan yang gelap dan air laut yang pasang, proses pemusnahan granat kedua ini terpaksa ditunda hingga Selasa pagi.
Dampak Pengungsian dan Bantuan Logistik
Insiden ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka, tetapi juga memaksa ratusan warga untuk mengungsi. Hingga saat ini, tercatat 56 jiwa warga setempat terpaksa meninggalkan rumah mereka. Rincian pengungsi adalah sebagai berikut:
- 43 orang dewasa
- 13 anak balita
Selain itu, sebanyak 18 orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat ledakan tersebut. Dua di antara mereka masih memerlukan perawatan intensif di RSUD Biak.
Menanggapi situasi darurat ini, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor, Zacharias L. Mailoa, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan dukungan penuh.
Dukungan Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah telah berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Sosial dan instansi terkait lainnya untuk memastikan kebutuhan logistik para pengungsi terpenuhi. Prioritas utama juga diberikan kepada kelangsungan pendidikan anak-anak usia sekolah yang terdampak oleh pengungsian.
Pendataan menyeluruh terhadap kerusakan rumah warga baru akan dilakukan setelah tim Jibom menyatakan area tersebut sepenuhnya aman dari sisa bahan peledak.
Rencana Tindak Lanjut
Untuk hari Selasa, tim gabungan memiliki agenda sebagai berikut:
- Perluasan area pencarian: Pencarian tiga korban hilang akan difokuskan di area perairan (ring dua).
- Sterilisasi total: Tim Jibom Brimob akan melakukan penyisiran menyeluruh di ring satu untuk memastikan wilayah pemukiman bebas dari bahan peledak berbahaya.
Kapolres Biak Numfor kembali mengimbau seluruh masyarakat untuk mematuhi perimeter keamanan yang telah ditetapkan dan tidak memasuki area ring satu hingga situasi dinyatakan benar-benar kondusif. Keselamatan warga adalah prioritas utama dalam penanganan insiden ini.













