Surganya Takjil Ramadan: Jalan M. Toha Cirebon, Pusat Perburuan Jajanan Berbuka
Setiap sore di bulan Ramadan, Jalan Mohammad Toha, Kota Cirebon, Jawa Barat, bertransformasi menjadi surga bagi para pencari takjil. Kawasan ini diserbu warga yang berburu aneka hidangan untuk berbuka puasa. Fenomena yang populer disebut ‘War Takjil’ ini bukan sekadar ajang belanja, melainkan sebuah perayaan kuliner Ramadan yang meriah dan penuh warna.
Aneka Jajanan Menggoda Selera
Sejak pukul empat sore, ratusan pedagang kaki lima telah menjajakan dagangan mereka berjejer rapi di sepanjang Jalan M. Toha. Ragam kuliner yang ditawarkan sangat menggugah selera, mulai dari hidangan tradisional yang manis dan lembut seperti kolak pisang, bubur sumsum, hingga candil yang kenyal. Tak ketinggalan, minuman segar yang siap menghilangkan dahaga, serta berbagai makanan kekinian yang tengah viral di media sosial turut meramaikan lapak-lapak pedagang.
Keberagaman pilihan ini membuat kawasan tersebut tak pernah sepi dari pengunjung. Warga rela berdesakan di antara keramaian demi mendapatkan menu favorit yang akan disantap saat adzan Magrib berkumandang. Suasana yang hidup dan semarak menjadikan pengalaman berburu takjil di sini semakin menyenangkan.
Anggaran Terjangkau, Pilihan Melimpah
Salah satu daya tarik utama War Takjil M. Toha adalah harganya yang sangat terjangkau. Dengan modal sekitar Rp 30.000 saja, masyarakat sudah bisa membawa pulang beberapa pilihan menu untuk berbuka. Hal ini diungkapkan oleh salah satu pengunjung, Salsabila Zahra (20).
“Baru beli ini, sama sate buat buka,” ujar Salsabila sambil menunjukkan beberapa kantong belanjaan. Saat ditanya mengenai pengeluarannya, ia menjawab santai, “Rp 30.000-an lah.” Baginya, suasana di War Takjil M. Toha terasa sangat meriah dan menyenangkan. “Seru, he-eh. Terus enak-enak juga,” tambahnya.
Pengunjung lain, Adelita Puspa, bahkan mengaku telah membatasi anggaran belanjanya setiap hari agar tidak berlebihan. “Biasanya sih Rp 50.000. Cukup,” katanya. Adelita mengaku betah berkeliling karena banyaknya pilihan jajanan yang ditawarkan.
“Banyak banget pilihannya, sama jajanan-jajanan yang lagi viral kayak risol yang saus cokelat gitu. Sumpah, seru banget,” ungkapnya dengan antusias.
‘War Takjil’: Lebih dari Sekadar Perang Jajanan
Fenomena ‘War Takjil’ sendiri merupakan istilah populer yang menggambarkan antusiasme tinggi masyarakat dalam berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa. Kata ‘war’ di sini bukanlah berarti perang sungguhan, melainkan menggambarkan suasana yang sangat ramai, antrean panjang, hingga dagangan yang cepat habis karena tingginya permintaan.
Fenomena ini menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang. Rohmat Fauzi (48), salah satu pedagang takjil di kawasan tersebut, mengaku omzet penjualannya meningkat signifikan, mencapai 80 persen dibandingkan hari biasa.
“80 persen ya (keuntungannya). Mungkin untuk ke depannya selanjutnya mudah-mudahan ramai semua,” jelas Rohmat, penuh harap. Ia menambahkan bahwa lonjakan pengunjung sudah terlihat sejak sore hari. “Jam 4 sudah mulai ramai, Kak,” katanya. Aktivitas jual beli biasanya memuncak menjelang Magrib, namun di lokasi ini, Festival UMKM tetap berlangsung hingga waktu sahur. “Habis Maghrib. Tapi ini kita bukakan Festival UMKM ini sampai sahur, jam 4,” ujarnya.
Ruang Interaksi Sosial dan Hiburan Ramadan
Menariknya, War Takjil di Jalan M. Toha tidak hanya menjadi tempat untuk berburu makanan. Kehadiran pertunjukan kesenian dan atraksi yang digelar di depan Kantor Balai Kota Cirebon semakin menghidupkan suasana ngabuburit. Warga tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga menikmati hiburan sambil menunggu waktu berbuka puasa tiba.
Kombinasi antara kuliner, hiburan, dan suasana yang meriah menjadikan War Takjil M. Toha lebih dari sekadar pusat jajanan. Kawasan ini telah menjelma menjadi ruang interaksi sosial yang dinamis sekaligus penggerak ekonomi musiman yang selalu dinanti setiap bulan Ramadan di Kota Cirebon. Pengalaman berburu takjil di sini menjadi bagian tak terpisahkan dari kemeriahan bulan penuh berkah ini.

















