BSI Perluas Akses Pembiayaan UMKM Melalui Sinergi Strategis dengan Komunitas Ritel Tradisional
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Salah satu pilar utama strategi BSI adalah menjalin kolaborasi erat dengan berbagai komunitas pelaku usaha mikro di seluruh penjuru nusantara. Upaya ini bertujuan untuk memperluas jangkauan dan kemudahan akses pembiayaan syariah yang inklusif dan berkelanjutan, demi memberdayakan roda perekonomian nasional.
Inisiatif terbaru BSI dalam memperkuat ekosistem UMKM nasional adalah melalui kerja sama strategis dengan Sampoerna Retail Community (SRC). Kemitraan ini diharapkan dapat membuka pintu lebar bagi para pelaku usaha mikro, khususnya di sektor perdagangan ritel tradisional, untuk mendapatkan dukungan pembiayaan yang tepat sasaran.
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian integral dari visi BSI untuk memperkuat UMKM sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Kami melihat segmen UMKM memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, BSI berkomitmen untuk menyediakan solusi pembiayaan yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan para pelaku usaha kecil,” ujar Kemas Erwan Husainy.
Saat ini, BSI telah berhasil menyalurkan pembiayaan UMKM senilai Rp 53,37 triliun, dengan jumlah UMKM binaan yang telah mencapai lebih dari 350.000 pelaku usaha. Melalui kemitraan dengan SRC, BSI menargetkan untuk dapat memberikan dukungan pembiayaan kepada sekitar 250.000 toko kelontong yang tergabung dalam jaringan SRC di seluruh Indonesia.
“Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara perbankan syariah dan pelaku usaha mikro. BSI siap mendukung pembiayaan sekitar 250.000 toko kelontong SRC di seluruh Indonesia agar mereka dapat meningkatkan kapasitas usaha dan memperkuat daya saing di tengah dinamika ekonomi,” tambahnya.
Memperkuat Ekosistem Ritel Tradisional Melalui SRC
Sampoerna Retail Community (SRC) sendiri telah berkembang menjadi sebuah komunitas yang sangat luas, mencakup lebih dari 250.000 toko kelontong di seluruh Indonesia. Jaringan yang masif ini didukung oleh lebih dari 6.300 Mitra SRC yang berdedikasi, serta terhubung melalui 10.000 Paguyuban SRC yang aktif. Keberadaan SRC ini menjadi jembatan penting bagi BSI untuk menjangkau para pelaku usaha mikro yang mungkin selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan formal.
Direktur Utama PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS), Romulus Sutanto, menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari perayaan 18 tahun perjalanan SRC dalam memberdayakan UMKM. “Selama 18 tahun, SRC terus berupaya menghadirkan pendampingan yang berkelanjutan bagi para pemilik toko agar dapat berkembang dan naik kelas. Komitmen ini kami wujudkan melalui berbagai inisiatif, termasuk memperluas kolaborasi strategis bersama berbagai pihak, salah satunya melalui penandatanganan kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI),” jelas Romulus Sutanto.
Ia menambahkan, kemitraan dengan BSI ini diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem UMKM nasional, khususnya dalam penyaluran pembiayaan syariah. “Kami ingin memperluas akses pasar bagi para pedagang kelontong, serta menghadirkan layanan yang relevan dan bernilai tambah bagi mereka di seluruh Indonesia,” tuturnya.
Solusi Pembiayaan Inklusif dan Pemberdayaan Berkelanjutan
BSI dan SRC memiliki kesamaan visi dan misi dalam mewujudkan inklusi keuangan syariah melalui jaringan toko SRC yang tersebar luas. BSI optimistis bahwa penyaluran pembiayaan melalui kanal ini akan berjalan lebih efektif dan mampu menjangkau lebih banyak pedagang di berbagai daerah, dari perkotaan hingga pelosok.
Lebih dari sekadar pembiayaan, kerja sama ini juga memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan pelaku UMKM. Diharapkan, melalui pemahaman yang lebih baik mengenai produk dan layanan keuangan syariah, para pelaku usaha mikro dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih optimal dan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
BSI terus berupaya menghadirkan solusi keuangan yang inklusif dan memberdayakan UMKM, yang merupakan tulang punggung perekonomian bangsa. Saat ini, BSI telah menyediakan berbagai layanan pembiayaan UMKM yang dapat diakses oleh pelaku usaha, di antaranya adalah:
- Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR): Skema pembiayaan yang disubsidi oleh pemerintah, dirancang untuk memberikan modal kerja dan investasi bagi UMKM.
- BSI Usaha Mikro: Produk pembiayaan yang dirancang khusus untuk kebutuhan modal usaha skala mikro, dengan proses yang relatif lebih sederhana.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, SRC juga secara aktif membantu para pemilik toko untuk meningkatkan pengelolaan usahanya. Inisiatif ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penataan toko agar menjadi lebih rapi, bersih, dan terang, hingga mendorong adopsi teknologi modern.
- Adopsi Teknologi AYO Toko: Membantu pedagang kelontong untuk bertransformasi menjadi toko yang lebih modern dan terdigitalisasi.
- Digital Payment: Memfasilitasi penggunaan sistem pembayaran digital untuk meningkatkan efisiensi transaksi.
Dengan berbagai upaya terpadu ini, BSI dan SRC bertekad untuk menjadikan usaha mikro semakin relevan, berdaya saing, dan mampu berkembang pesat mengikuti kebutuhan pasar yang terus berubah. Sinergi ini secara nyata mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung agenda pemberdayaan UMKM dan peningkatan produktivitas masyarakat, sejalan dengan prioritas nasional dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkeadilan.



















