Semarak Car Free Day Bundaran HI: Olahraga, Kebersamaan, dan Harapan Peningkatan Fasilitas
Minggu pagi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, kembali diramaikan oleh kehadiran warga yang berbondong-bondong mengikuti gelaran Car Free Day (CFD). Suasana penuh semangat terasa sejak dini hari, di mana banyak warga memanfaatkan momen ini untuk berolahraga, sekadar bergerak, bersantai, atau menghabiskan waktu berkualitas bersama orang-orang terkasih.
Pada pukul 06.30 WIB, area Bundaran HI sudah mulai dipadati pengunjung yang antusias melakukan berbagai aktivitas fisik, mulai dari lari, bersepeda, hingga sekadar berjalan santai. Dibandingkan pekan sebelumnya, CFD kali ini terlihat lebih ramai. Meskipun langit tampak mendung dan sempat diguyur hujan ringan di beberapa waktu, cuaca yang relatif bersahabat tidak menyurutkan semangat para peserta.

Ragam tujuan kedatangan warga terlihat jelas. Ada yang memilih untuk berlari seorang diri, menikmati ketenangan dan fokus pada rutinitas olahraganya. Sebagian lainnya datang bersama pasangan, menciptakan suasana romantis di tengah keramaian. Tak ketinggalan, banyak keluarga yang turut hadir, membawa anak-anak mereka untuk menikmati akhir pekan dengan aktivitas fisik di ruang terbuka yang aman dan menyenangkan.
Keluarga Aris dan Eka: Bersepeda Menjadi Pilihan Utama
Salah satu keluarga yang tampak menikmati pagi itu adalah pasangan Aris dan Eka, yang tengah asyik bersepeda bersama anak-anak mereka. Keduanya terlihat sigap bergantian mengawasi buah hati yang melaju santai di jalur CFD. Sesekali, mereka berhenti sejenak untuk memastikan anak-anak tetap merasa nyaman dan aman dalam perjalanan.
Bagi Aris dan Eka, bersepeda bersama keluarga bukanlah hal baru. Aris mengungkapkan bahwa kegiatan ini sudah beberapa kali mereka lakukan. “Sudah 4 kali lebih sih,” ujar Aris saat ditemui di lokasi.
Meskipun demikian, kegiatan ini tidak selalu dapat dilakukan setiap pekan. Kesibukan pekerjaan menjadi tantangan tersendiri bagi mereka untuk menemukan waktu luang yang pas. “Rutin juga sih, kalau pas lenggang, longgar. Karena kita dua-duanya pekerja,” jelas Aris. Eka menambahkan, “Kalau cuaca mendukung.”
Pilihan bersepeda sebagai aktivitas utama mereka bukan tanpa alasan. Aktivitas ini dinilai lebih ramah dan mudah dilakukan bersama anak-anak. “Karena lebih nggak capek. Lebih mudah istirahat dulu,” kata Aris, menekankan kemudahan dalam mengatur ritme dan tempo saat bersepeda bersama keluarga.

Pagi itu, keluarga Aris dan Eka memulai petualangan bersepeda mereka sejak pukul 06.00 WIB dari kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur. Jarak tempuh yang mereka rencanakan berkisar antara 5 hingga 9 kilometer, disesuaikan dengan kondisi fisik dan kecepatan anak-anak. Rute favorit mereka pun sudah menjadi langganan, yaitu dari Bundaran HI menuju Monumen Nasional (Monas).
“Dari HI ke Monas,” ujar Aris. Eka melengkapi, “Dari Utan Kayu terus HI ke Monas. Lalu pulang lagi.”
Selama perjalanan, keceriaan anak-anak terlihat jelas. Mereka tampak antusias mengayuh sepeda masing-masing, sesekali terdengar suara tawa riang saat mereka saling menyusul atau berhenti sejenak untuk menikmati minuman.

Di sela-sela waktu istirahat, obrolan ringan pun mengalir, mulai dari cerita seru selama bersepeda hingga rencana santapan lezat setelah berolahraga. Menurut Aris dan Eka, manfaat yang dirasakan dari kegiatan bersepeda bersama keluarga sangatlah signifikan, terutama dalam meningkatkan kebugaran fisik dan kebahagiaan.
“Badan lebih segar aja sih. Lebih enak karena banyak gerak,” ujar Aris. “Lebih fresh,” tambah Eka.
Bahkan, anak-anak mereka pun terlihat lebih menikmati aktivitas bersepeda dibandingkan jika hanya bermain di sekitar area CFD. “Lebih suka sepedaan,” ujar Eka singkat.
Setelah sesi bersepeda yang menyenangkan, agenda keluarga ini terbilang sederhana namun selalu dinantikan, khususnya oleh anak-anak. “Cari makan sih kita biasanya,” ungkap Aris. “Cari makan, santai aja,” timpal Eka sambil tertawa, menunjukkan betapa sederhana namun bermakna momen kebersamaan ini bagi mereka.
Harapan untuk Peningkatan Kenyamanan dan Fasilitas
Meskipun menikmati suasana CFD, Aris menyampaikan adanya masukan terkait kenyamanan bagi para pesepeda. Ia menilai bahwa pembagian ruang antara pesepeda, pejalan kaki, dan pelari masih perlu ditingkatkan. “Kalau sepeda, kurang nyaman ya karena banyak yang jalan juga. Jadi terganggu,” katanya.

Aris berharap ke depannya akan ada penataan yang lebih jelas agar CFD dapat menjadi lebih ramah bagi seluruh pengunjung. “Mungkin dibuat jalurnya khusus sepeda. Antara sepeda dan yang jalan kaki dan lari,” usul Aris. Eka menambahkan, “Khusus di sepeda, lebih ditertibkan lagi.” “Iya dipisahkan gitu,” lanjutnya, menyuarakan harapan akan adanya zonasi yang lebih terstruktur.

Sementara itu, berdasarkan pantauan pada pukul 08.10 WIB, kawasan Bundaran HI mulai diguyur hujan. Namun, hal ini tidak serta-merta menyurutkan antusiasme warga. Sejumlah pengunjung masih terlihat berlari dan bersepeda di bawah guyuran hujan, menikmati CFD dengan cara mereka masing-masing.
Bagi keluarga Aris dan Eka, CFD bukan sekadar ajang olahraga semata. Ia adalah momen kebersamaan yang berharga, sebuah kesempatan langka yang sulit didapatkan di tengah rutinitas hari kerja. Momen ini meninggalkan kesan dan makna mendalam, terutama bagi anak-anak, yang merasakan kebahagiaan dan kedekatan melalui aktivitas fisik yang sehat dan menyenangkan.




