Isu KDRT: Wali Kota Kendari Laporkan Suami ke Polda Sultra, Pemerintah Kota Klaim Telah Diselesaikan Kekeluargaan
Baca Juga: Kumpulan Berita Terkini Seputar Kendari
Kehidupan rumah tangga Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran (SKI), menjadi sorotan publik belakangan ini. Kabar mengejutkan beredar di media sosial mengenai dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang melibatkan SKI dan suaminya, Adriatma Dwi Putra (ADP). ADP sendiri bukanlah sosok asing di kancah politik lokal, ia pernah menjabat sebagai Wali Kota Kendari periode 2017–2018.
Laporan dugaan KDRT ini disebut-sebut telah disampaikan oleh Siska Karina Imran ke Subdirektorat Remaja, Anak, dan Wanita (PPA) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara. Laporan tersebut diketahui diajukan pada bulan Maret 2026.
Kuasa hukum Adriatma Dwi Putra, Bosman, ketika dikonfirmasi pada Senin (1/6/2026), membenarkan adanya laporan terkait dugaan kasus KDRT yang dilayangkan oleh Siska Karina Imran. “Benar laporannya sudah lama, sekitar bulan Maret 2026. Ini kan urusan rumah tangga, kami mengedepankan untuk berupaya menyelesaikan secara kekeluargaan,” ujar Bosman.
Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Sahuriyanto, memberikan pernyataan berbeda. Sahuriyanto mengklaim bahwa isu prahara rumah tangga antara Wali Kota Siska Karina Imran dan suaminya, Adriatma Dwi Putra, telah selesai dan tidak perlu diperpanjang.
Penyelesaian Kekeluargaan: Upaya Pemkot Kendari
Menurut Sahuriyanto, persoalan tersebut telah diselesaikan secara baik melalui pendekatan kekeluargaan. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak terkait telah melakukan pertemuan dan mencapai kesepakatan damai.
“Masalah ini sebenarnya sudah clear. Sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan sangat baik. Jadi, tidak ada lagi yang perlu dipermasalahkan atau digoreng menjadi bola liar di luar sana,” jelas Sahuriyanto dalam keterangan resminya.
Sahuriyanto, yang juga merupakan mantan Kepala Dinas Pertanian, berharap agar masyarakat dapat bersikap lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar. Ia juga menekankan pentingnya menghormati privasi setiap individu, terutama dalam urusan pribadi.
Lebih lanjut, Sahuriyanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan penuh terhadap program-program pembangunan Kota Kendari yang sedang digalakkan di bawah kepemimpinan Wali Kota Siska Karina Imran. “Roda pemerintahan tetap berjalan normal, Wali Kota tetap fokus bekerja untuk masyarakat,” imbuhnya.
“Kami berharap tidak ada lagi penggiringan opini negatif terkait urusan pribadi ini,” pungkas Sahuriyanto, seraya menggarisbawahi bahwa fokus utama saat ini adalah pada kemajuan kota dan kesejahteraan warganya.
Status Laporan yang Belum Jelas
Di sisi lain, kuasa hukum Adriatma Dwi Putra, Bosman, mengaku belum mendapatkan pembaruan mengenai status laporan KDRT yang diajukan oleh Siska Karina Imran. Ia menyatakan bahwa dirinya belum mengetahui secara pasti apakah laporan tersebut telah dicabut oleh pelapor atau masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
“Saya belum tahu apakah sudah dicabut atau belum,” ungkap Bosman saat ditanya mengenai perkembangan terkini status laporan tersebut. Ketidakjelasan ini menambah lapisan misteri di tengah isu yang telah menjadi perhatian publik.
Profil Singkat Siska Karina Imran dan Adriatma Dwi Putra
Siska Karina Imran saat ini menjabat sebagai Wali Kota Kendari untuk periode 2025-2030. Beliau juga dikenal sebagai seorang politisi dari Partai NasDem. Sang suami, Adriatma Dwi Putra (ADP), memiliki rekam jejak politik yang juga cukup dikenal di Kendari.
ADP pernah memimpin Kota Kendari sebagai Wali Kota, namun masa jabatannya terbilang singkat, yaitu dari 9 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018. Kepemimpinannya terhenti akibat tersandung masalah hukum yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Keterlibatan ADP dalam dunia politik tampaknya merupakan warisan dari sang ayah, Asrun, yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Kendari selama dua periode (2007-2012 dan 2012-2017). Sementara itu, Siska Karina Imran adalah putri dari almarhum Imran, seorang tokoh yang pernah menjabat sebagai Bupati Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara, periode 2005-2015.
Pasangan Siska Karina Imran dan Adriatma Dwi Putra menikah pada tanggal 23 Juli 2016. Pernikahan mereka dikaruniai tiga orang anak, terdiri dari dua putri dan satu putra.






