Dari Desa Pinggiran, Asa Konektivitas Ditegakkan: TNI Mulai Bangun Jembatan Garuda di Tala

Diposting pada

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Handil Labuanamas Membuka Akses Konektivitas Wilayah Terpencil

Di tengah wilayah yang berada di pinggiran Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), muncul harapan baru bagi warga setempat. Harapan ini terwujud melalui dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Handil Labuanamas, Kecamatan Bumimakmur. Proyek ini menjadi langkah nyata untuk membuka akses ke wilayah pelosok yang sebelumnya sulit dijangkau.

Ground breaking jembatan tersebut dilakukan pada Senin kemarin dan menjadi bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur yang sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. Sebagai bentuk kontribusi TNI dalam menjawab tantangan konektivitas di daerah-daerah yang jauh dari kota, proyek ini juga merupakan implementasi dari program Kodam XXII/Tambun Bungai di wilayah Kodim 1009/Tanah Laut.

Dandim 1009/TLa Letkol Inf Adhy Irawan mengikuti prosesi secara virtual melalui video konferensi dan membacakan sambutan Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin. Dalam sambutannya, Pangdam menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini bukan hanya sekadar proyek fisik, tetapi juga simbol komitmen TNI dalam mendukung pemerataan pembangunan nasional.

Jembatan Perintis Garuda adalah hasil kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Proyek ini menjadi bagian dari bakti TNI untuk negeri, yang bertujuan membuka akses kemajuan bagi masyarakat di daerah terpencil. Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu mengatasi hambatan geografis yang selama ini membatasi mobilitas warga, mulai dari akses layanan publik hingga distribusi hasil ekonomi masyarakat.

Selain itu, Pangdam juga menekankan pentingnya kualitas dan keamanan dalam proses pembangunan. Hal ini bertujuan agar infrastruktur yang dibangun memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta elemen lainnya yang menyambut antusias dimulainya pembangunan.

Antusiasme juga datang dari warga Tanahlaut. Yuliana (38), warga Angsau, mengaku senang dan mengapresiasi langkah TNI yang dinilai nyata menyentuh kebutuhan masyarakat. Menurutnya, proyek ini sangat membantu warga, terutama yang tinggal di daerah dengan infrastruktur terbatas. Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut ke desa-desa pinggiran lainnya.

Hal senada disampaikan M Haryadi, warga Kecamatan Batibati. Ia berharap pembangunan infrastruktur seperti ini dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. “Semoga pembangunan jembatan itu cepat selesai dan bisa langsung dimanfaatkan. Mudah-mudahan program seperti ini terus berlanjut dan merata ke seluruh wilayah Tala,” katanya.

Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda, harapan akan terbukanya isolasi wilayah bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah konkret menuju pemerataan pembangunan di Tanahlaut.


Gambar Gravatar
Hidayat merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan