Tim Gabungan Lakukan Pendataan Ulang Korban Kebakaran di Desa Sungai Namang
AMUNTAI – Pasca insiden kebakaran yang melanda Desa Sungai Namang, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), tim gabungan yang beranggotakan berbagai unsur, termasuk personel pemadam kebakaran dan didampingi oleh Kepala Desa setempat, telah melaksanakan pendataan ulang terhadap para korban. Langkah ini diambil untuk memastikan data yang akurat mengenai dampak kebakaran yang terjadi pada dini hari Rabu, 25 Maret 2026, sekitar pukul 02.10 Wita.
Menurut keterangan dari Edy Saputra, salah satu anggota tim pemadam kebakaran HSU, proses pendataan ulang ini sangat krusial. Hal ini dikarenakan kejadian kebakaran terjadi pada dini hari, di mana aliran listrik sempat dipadamkan demi keamanan. Kondisi ini memerlukan pengecekan ulang yang cermat untuk mendapatkan gambaran yang paling detail dan akurat mengenai jumlah rumah yang terdampak serta potensi korban jiwa.
Rincian Kerusakan Bangunan Akibat Kebakaran:
Pendataan yang dilakukan tim gabungan mengidentifikasi bahwa sebanyak lima unit rumah mengalami kerusakan akibat kobaran api. Rincian kerusakannya adalah sebagai berikut:
- Tiga rumah dilaporkan terbakar 100 persen. Kondisi ini berarti tidak ada lagi bagian bangunan yang tersisa atau dapat diselamatkan. Puing-puing yang tersisa umumnya hanyalah kayu yang menghitam dan sisa pondasi yang sudah tidak layak pakai.
- Satu rumah mengalami kerusakan 70 persen. Bangunan ini masih menyisakan sebagian struktur yang mungkin dapat diperbaiki atau dimanfaatkan kembali, meskipun membutuhkan renovasi besar.
- Satu rumah lainnya mengalami kerusakan ringan, yaitu 10 persen. Bangunan ini kemungkinan hanya mengalami kerusakan minor akibat jilatan api atau asap, dan dapat segera diperbaiki.
Tujuan Pendataan Ulang dan Persiapan Bantuan
Edy Saputra lebih lanjut menjelaskan bahwa tujuan utama dari pendataan ulang ini adalah untuk mempersiapkan langkah selanjutnya, yaitu pengajuan permohonan bantuan bagi para korban kebakaran. Data yang akurat dan terperinci sangat dibutuhkan agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan mencukupi kebutuhan para korban untuk bangkit kembali.
“Kami melakukan pendataan untuk mempersiapkan permohonan pemberian bantuan kepada korban kebakaran yang akan segera disalurkan,” ujar Edy Saputra. Kesiapan data ini menjadi fondasi penting dalam proses pemulihan pasca-bencana, memastikan bahwa setiap korban mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan.
Kondisi Korban Pasca-Kebakaran
Para warga yang rumahnya terdampak kebakaran saat ini dilaporkan tengah mendapatkan tempat berlindung sementara di rumah keluarga terdekat maupun tetangga yang tidak terkena musibah. Kehidupan mereka terpaksa terhenti sementara, namun semangat gotong royong dan kepedulian dari masyarakat sekitar memberikan kekuatan tambahan bagi para korban untuk menghadapi cobaan ini.
Situasi ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan bencana di tingkat komunitas dan peran vital tim gabungan dalam merespons kejadian darurat. Pendataan yang teliti menjadi kunci awal dalam proses pemulihan, memberikan harapan dan dukungan nyata bagi mereka yang kehilangan harta benda akibat peristiwa nahas tersebut.
Kejadian ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keamanan lingkungan, terutama terkait potensi bahaya kebakaran yang bisa terjadi kapan saja. Upaya pencegahan dan kesiapan menghadapi bencana terus menjadi fokus utama bagi pemerintah daerah dan masyarakat di Hulu Sungai Utara.




