Datin Wisnu Pranyoto: PSEL Solusi Cepat Atasi Krisis Sampah Bantul

Diposting pada

Dukungan Penuh untuk Pembangunan Instalasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

Wakil Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul, Datin Wisnu Pranyoto, memberikan dukungan penuh terhadap proyek pembangunan instalasi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang diinisiasi oleh pemerintah. Proyek ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi masalah sampah di wilayah tersebut.

Datin menegaskan bahwa proyek ini harus segera direalisasikan, khususnya karena saat ini masalah sampah di Bumi Projotamansari masih belum bisa dikelola secara optimal. Ia menilai, dengan adanya PSEL, sampah dapat diolah menjadi energi listrik, sehingga mengurangi jumlah sampah hingga 80-90 persen.

“Kami mendorong pemerintah untuk segera merealisasikan pembangunan PSEL yang berada di Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul,” ujarnya.

Proyek Nasional yang Melibatkan Wilayah Lain

Meskipun PSEL merupakan proyek nasional, tidak hanya sampah dari Kabupaten Bantul yang akan diolah, tetapi juga dari Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Hal ini menunjukkan bahwa proyek ini memiliki dampak yang luas dan penting bagi daerah-daerah sekitar.

Bantul memiliki peran penting dalam proyek ini, yaitu menyediakan lahan seluas 5,7 hektare di Piyungan yang berdekatan dengan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) sebelumnya. Selain itu, ada juga komitmen dalam hal anggaran bersama antara pemerintah kabupaten dan mitra pengelola.

Teknologi Modern yang Mengubah Limbah Menjadi Energi

Datin menilai PSEL sebagai teknologi modern yang mampu mengubah limbah menjadi sumber energi listrik. Ini menjadi inovasi yang sangat relevan dalam menghadapi tantangan lingkungan dan kebutuhan energi yang meningkat.

Ia menjelaskan bahwa PSEL bukan hanya sekadar alat pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi solusi yang efektif dalam mengurangi dampak negatif dari sampah terhadap lingkungan. Dengan demikian, PSEL diharapkan dapat membantu memperbaiki kualitas hidup masyarakat sekitar.

Dua Manfaat Utama PSEL

PSEL memiliki dua manfaat utama, yaitu pengelolaan sampah yang lebih baik dan pasokan energi listrik yang bermanfaat. Dengan sistem ini, sampah yang sebelumnya dianggap sebagai limbah bisa menjadi sumber daya yang berguna.

Namun, ia juga menyoroti bahwa pembangunan PSEL tidak sepenuhnya tanpa kendala. Jika pengelolaannya tidak dilakukan dengan baik, maka bisa menimbulkan dampak negatif seperti polusi udara. Oleh karena itu, pengawasan terhadap pengelolaan PSEL menjadi hal penting yang harus diperhatikan.

Pentingnya Pengawasan dan Regulasi

Agar penerapan PSEL dapat berjalan maksimal, Datin menekankan perlunya aturan dan regulasi yang jelas. Ia menilai bahwa PSEL adalah program baru, sehingga perlu disesuaikan dengan prinsip-prinsip regulasi yang berlaku saat ini.

“Kami akan atur sesuai aturan dan kondisi saat ini. Karena PSEL merupakan program baru untuk regulasi kita akan menyesuaikan dengan prinsip tidak melanggar regulasi yang di atas,” tegas dia.

Kesimpulan

Dengan dukungan penuh dari DPRD Kabupaten Bantul, PSEL diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam mengatasi masalah sampah dan memenuhi kebutuhan energi. Dengan pendekatan yang tepat dan pengawasan yang ketat, proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.


Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan