Debut Liga Champions: Calvin Verdonk di Bawah Asuhan Putra Ancelotti

Diposting pada

Klub yang diperkuat oleh pemain keturunan Indonesia, Calvin Verdonk, LOSC Lille, telah mengumumkan kehadiran pelatih baru untuk menyambut musim mendatang. Pada hari Senin, 1 Juni 2026, tim berjuluk Les Dogues ini secara resmi menunjuk Davide Ancelotti sebagai nakhoda baru mereka, menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh Bruno Genesio.

Bagi para penggemar sepak bola, nama belakang Ancelotti tentu sangat familiar. Pelatih baru Calvin Verdonk ini tidak lain adalah putra dari Carlo Ancelotti, seorang pelatih legendaris yang kini membesut tim nasional Brasil dan telah mengukir segudang prestasi gemilang sepanjang kariernya. Davide Ancelotti sendiri telah menyepakati kontrak berdurasi hingga Juni 2028 untuk memimpin tim yang musim lalu finis di peringkat ketiga klasemen Ligue 1.

Meskipun namanya belum sebesar sang ayah di kancah sepak bola global, Davide Ancelotti yang baru berusia 36 tahun ini telah membuktikan kemampuannya dalam meracik strategi dan mengelola pemain. Setelah mengakhiri karier bermainnya yang singkat di usia awal 20-an, Davide segera menyadari bahwa fokus utamanya adalah menjadi seorang pelatih yang sukses.

Perjalanan Karier Davide Ancelotti

Perjalanan karier Davide di dunia kepelatihan dimulai pada tahun 2012. Saat itu, ia bergabung dengan tim asuhan ayahnya, Paris Saint-Germain, sebagai pelatih kebugaran. Sejak saat itu, Davide secara konsisten mengikuti langkah Carlo Ancelotti ke mana pun sang ayah melanjutkan kariernya.

Ia mengasah kemampuannya sebagai anggota staf maupun asisten ayahnya di berbagai klub top Eropa, termasuk Bayern Muenchen, Napoli, Everton, dan Real Madrid, hingga akhirnya mendampingi tim nasional Brasil. Sebagai asisten, Davide dinilai memiliki peran krusial dalam setiap kesuksesan yang diraih oleh “Carletto” – panggilan akrab Carlo Ancelotti – bersama klub-klub tersebut.

Baru pada bulan Juli 2025, Davide Ancelotti memulai babak baru dalam kariernya dengan mengambil peran sebagai pelatih kepala untuk pertama kalinya di klub Brasil, Botafogo. Namun, petualangannya di sana hanya berlangsung selama lima bulan, di mana timnya berhasil finis di peringkat keenam liga domestik.

Menariknya, Davide, yang pernah menjadi bagian dari akademi AC Milan sebagai gelandang, masih tercatat sebagai anggota staf Carlo Ancelotti yang memimpin timnas Brasil dalam Piala Dunia 2026. Ia akan tetap memantau perkembangan di Lille melalui koneksi video jarak jauh hingga tugasnya bersama Selecao selesai.

Meskipun perannya lebih banyak berada di balik layar bersama ayahnya, rekam jejak Davide sudah cukup meyakinkan bagi manajemen LOSC Lille. Terlebih lagi, ia telah mengantongi lisensi kepelatihan UEFA A sejak tahun 2016, saat usianya belum genap 30 tahun. Hal ini menjadi modal keyakinan bagi Lille bahwa Davide adalah seorang juru taktik muda yang memiliki potensi besar dan ide-ide segar untuk mengembangkan tim.

Pelatih Modern dengan Visi Jelas

Presiden klub LOSC Lille, Olivier Letang, mengungkapkan pandangannya terhadap sosok Davide Ancelotti.

“Davide adalah seorang profesional sejati yang memiliki semua kualitas dan keterampilan seorang pelatih modern,”

ujarnya, sebagaimana dikutip dari laman resmi klub.

“Saya telah mengenalnya selama bertahun-tahun dan secara dekat mengikuti perkembangannya di level tertinggi, mengikuti jejak Carlo Ancelotti yang legendaris. Visi sepak bolanya serta pendekatannya dalam melatih sangat ketat dan relevan. Kami sangat terkesan dengan energi dan tekadnya, serta kedewasaan dan pengalamannya. Kami yakin bahwa ia siap dan memiliki semua keterampilan yang diperlukan untuk memimpin dan mengembangkan proyek olahraga LOSC berkat kemampuan teknis dan pengalaman serta nilai-nilai kemanusiaan yang ia wujudkan.”

Menukangi LOSC Lille, yang akan tampil di Liga Champions musim depan, akan menjadi debut spesial bagi Davide Ancelotti sebagai pelatih kepala di sebuah klub top Eropa. Jika kontraknya diperpanjang, Calvin Verdonk pun berpeluang menjalani debutnya di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa bersama putra dari salah satu pelatih terbaik di dunia.

Davide Ancelotti sendiri menyampaikan rasa bangga dan bahagianya atas kesempatan yang diberikan.

“Saya merasakan ikatan kuat dengan gagasan dan nilai-nilai yang sama. Proyek LOSC sangat cocok bagi saya dengan identitas jelas, standar yang tinggi, dan komitmen terhadap kerja keras,”

ucapnya.

“Ini adalah klub yang serius, ambisius, dan kompetitif, yang secara rutin berlaga di kompetisi Eropa. Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk mewakili LOSC.”

Keputusan LOSC Lille untuk merekrut Davide Ancelotti menunjukkan adanya kepercayaan pada generasi pelatih muda yang memiliki visi modern dan latar belakang yang kuat, didukung oleh pengalaman mendalam dari sang ayah yang legendaris. Para penggemar Lille tentu menantikan bagaimana Davide akan membawa Les Dogues mengarungi tantangan di Ligue 1 dan Liga Champions.

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan