Determinasi Tanpa Kemenangan: PSIS Semarang Tertahan Imbang di Kandang
Pelatih PSIS Semarang, Andri Ramawi, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pemainnya atas perjuangan tanpa kenal lelah dalam menghadapi Persela Lamongan. Meskipun hasil imbang 1-1 di Stadion Jatidiri pada Minggu (15/2/2026) tidak sesuai dengan target awal untuk meraih tiga poin penuh, Andri melihat determinasi dan semangat juang tinggi hingga menit-menit akhir sebagai modal berharga.
“Terima kasih kepada semua pemain yang telah berjuang hingga menit akhir,” ujar Andri. “Meskipun hasilnya tidak sesuai dengan yang kita inginkan, target kami adalah tiga poin, namun saya melihat determinasi dan daya juang yang luar biasa. Ini menjadi sinyal positif untuk pertandingan selanjutnya.”
Laga melawan Persela ini menandai debut Andri sebagai nakhoda tim berjuluk Mahesa Jenar. Ia diperkenalkan kepada publik sehari sebelum pertandingan tersebut. Hasil imbang ini menambah satu poin bagi PSIS di klasemen sementara, mengumpulkan total 12 poin. Namun, posisi tim belum beranjak dari peringkat kesembilan.
Kehilangan dua poin di kandang sendiri tentu menjadi catatan yang disayangkan. Mengingat, Otavio Dutra dan kawan-kawan hanya menyisakan tiga pertandingan kandang lagi di sisa musim ini. Pertandingan kandang tersebut dijadwalkan melawan Barito Putera, Persipal Palu, dan Kendal Tornado FC. Sementara itu, lima pertandingan sisa lainnya akan berlangsung di markas lawan, yang diprediksi akan menuntut perjuangan ekstra keras. Laga terdekat yang akan dihadapi PSIS adalah melawan Deltras FC pada pekan ke-20, atau pekan mendatang.
Gol Penyelamat di Menit Akhir: PSIS Gagal Maksimalkan Keuntungan Tuan Rumah
PSIS Semarang harus menelan pil pahit karena gagal mengamankan poin penuh dalam laga krusial menjamu Persela Lamongan di Stadion Jatidiri, Semarang. Keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri tidak mampu dimaksimalkan untuk meraih kemenangan, setelah pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1.
Gol penyama kedudukan bagi PSIS baru tercipta di menit-menit akhir pertandingan, tepatnya pada menit ke-91 melalui tendangan Rafinha. Gol tersebut berhasil menyelamatkan muka tim tuan rumah di hadapan para suporternya.
Sebelumnya, PSIS harus tertinggal lebih dulu. Pemain Persela, Hambali Tholib, berhasil merobek jala gawang PSIS yang dijaga oleh Mario Londok pada menit ke-15. Situasi pertandingan semakin menarik ketika Persela harus bermain dengan sepuluh pemain sejak pertengahan babak pertama. Hal ini terjadi setelah wasit memberikan kartu merah kepada salah satu pemain Persela. Namun, kondisi keunggulan jumlah pemain ini belum mampu dimanfaatkan oleh PSIS untuk meraih hasil maksimal, meskipun mereka bermain menekan sejak awal pertandingan.
Jalannya Pertandingan Penuh Tensi
Sejak awal laga, PSIS berupaya untuk mencuri momentum. Peluang pertama tercipta pada menit ke-8 melalui Tegar Infantrie. Namun, tendangan kerasnya dari luar kotak penalti masih dapat diamankan dengan baik oleh kiper Persela, Rafli Mahreza.
Tim tamu, Persela, yang memiliki ambisi kuat untuk mencuri tiga poin, tidak tinggal diam. Mereka terus memberikan perlawanan sengit dan melancarkan serangan balik. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil ketika Hambali Tolib berhasil mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-15, setelah berhasil menaklukkan kiper PSIS, Mario Londok.
Tertinggal satu gol, PSIS berusaha keras untuk menyamakan kedudukan dengan meningkatkan intensitas serangan dan mendominasi penguasaan bola. Namun, pertahanan kokoh tim berjuluk Laskar Joko Tingkir membuat upaya Otavio Dutra dan rekan-rekannya kesulitan menembus.
Peluang lain bagi PSIS datang pada menit ke-25 melalui Aysah Madilesa, namun tendangannya masih belum menemui sasaran. PSIS terus berupaya mencetak gol penyama, namun serangan yang dibangun oleh para pemain muda Semarang masih belum membuahkan hasil.
Pada menit ke-35, pertandingan kembali memanas ketika Persela harus bermain dengan sepuluh orang. Titan Agung, pemain Persela, menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah setelah dianggap melakukan pelanggaran keras terhadap pemain PSIS, M. Alwi. Para pemain PSIS sempat memprotes dan mengklaim adanya tendangan penalti, namun wasit memutuskan tendangan bebas setelah melakukan tinjauan melalui VAR (Video Assistant Referee). Sayangnya, peluang dari tendangan bebas tersebut gagal dimanfaatkan dengan baik, di mana tendangan Esteban Vizcarra masih membentur pagar betis pemain Persela.
Babak Kedua: Perubahan Strategi dan Peluang yang Terbuang
Memasuki babak kedua, PSIS melakukan beberapa rotasi pemain untuk menyegarkan lini serang. Salah satunya adalah memasukkan Rafinha yang sebelumnya duduk di bangku cadangan.
PSIS sempat mencetak gol pada menit ke-68 melalui sundulan Otavio Dutra. Namun, gol tersebut dianulir setelah wasit kembali melakukan pengecekan melalui VAR.
Di babak kedua ini, PSIS sebenarnya memiliki banyak peluang untuk mencetak gol. Termasuk tendangan keras Rafinha pada menit ke-74 yang sayangnya hanya membentur mistar gawang.
Di saat pertandingan seolah akan berakhir dengan kemenangan tim tamu, PSIS akhirnya berhasil menyamakan kedudukan di menit-menit tambahan waktu babak kedua. Tepatnya pada menit ke-91, Rafinha berhasil mencetak gol penyeimbang yang disambut riuh rendah para pendukung tuan rumah. Skor imbang 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, mengakhiri pertandingan yang penuh drama dan ketegangan.




