Dedi Prasetyo Dilantik Jadi Kepala BRAN, Ini Rekam Jejak Panjangnya di Polri

Diposting pada

Presiden Prabowo Subianto melantik Komisaris Jenderal Polisi Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Penunjukan ini menandai peralihan tugas bagi Dedi setelah lebih dari tiga dekade berkarier di Kepolisian Negara Republik Indonesia, termasuk saat ia menjabat Wakil Kepala Polri sebelum masuk ke jajaran pemerintahan.

Lahir di Magetan, Jawa Timur, pada 26 Juli 1968, Dedi merupakan lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1990. Sejak awal bertugas, ia dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, operasional kepolisian, hingga pengembangan sumber daya manusia. Di luar pendidikan kepolisian, ia juga menempuh studi lanjut yang memperkuat kiprahnya di tubuh Polri, termasuk meraih gelar doktor di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.

Jejak kariernya dimulai di Jawa Timur pada 1991, ketika ia ditempatkan sebagai Pamapta Polda Jawa Timur dan Kepala Urusan Pembinaan Operasional Satuan Reserse Kriminal Polres Lamongan. Pada tahun yang sama, ia dipercaya memimpin Polsek Deket. Setelah itu, penugasannya berpindah ke sejumlah posisi lain di lingkungan Akpol dan Polda Metro Jaya, sebelum pada 1997 ia ditunjuk menjadi Kapolsek Serpong dan kemudian melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian.

Karier Dedi terus menanjak melalui berbagai jabatan di tingkat kewilayahan maupun pusat. Ia pernah memimpin Polresta Kediri pada 2008 dan Polres Lumajang pada 2009. Di bidang SDM Polri, Dedi juga mengisi sejumlah posisi penting, termasuk di Staf Sumber Daya Manusia Polri, Karo SDM Polda Maluku Utara, serta Karo SDM Polda Kalimantan Tengah. Pada 2017, ia diangkat menjadi Wakapolda Kalimantan Tengah, lalu setahun berikutnya dipercaya menjadi Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri.

Setelah itu, Dedi menerima penugasan sebagai Kapolda Kalimantan Tengah pada 2020. Setahun berselang, ia bergeser menjadi Kepala Divisi Humas Polri. Pada 2023, ia kembali mendapat amanah strategis sebagai Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, sebelum pada 2024 ditunjuk menjadi Inspektur Pengawasan Umum Polri. Jabatan-jabatan tersebut menjadi bagian dari lintasan karier yang membawanya ke posisi Wakapolri pada 2025.

Saat menjadi Wakapolri, Dedi tetap terlibat dalam agenda pendidikan dan pembinaan personel. Pada Juli 2026, misalnya, ia memimpin penutupan pendidikan Taruna Akpol angkatan ke-58 di Semarang. Di luar tugas kedinasan, namanya juga mendapat pengakuan akademik dan profesional. Pada 2025, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya menganugerahinya penghargaan Kepemimpinan Publik dalam kegiatan apresiasi alumni. Setahun kemudian, Fakultas Hukum Unissula memberikan penghargaan The Visionary Leader of National Security atas peran Dedi dalam reformasi dan transformasi Polri, termasuk pengembangan SDM dan pendidikan kepolisian.

Selama bertugas di Polri, Dedi juga menerima sejumlah tanda kehormatan, di antaranya Bintang Bhayangkara Pratama, Bintang Bhayangkara Nararya, dan beberapa Satyalancana Pengabdian. Dengan pengalaman di reserse, humas, pengawasan, SDM, hingga pucuk pimpinan Polri, kini ia memasuki tugas baru sebagai Kepala BRAN dalam bidang reforma agraria.

Sumber: nasional.kontan.co.id

Tinggalkan Balasan