Personel Kepolisian Siaga Amankan Dua Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Pusat
Sebanyak 488 personel gabungan kepolisian telah disiagakan untuk mengamankan dua aksi unjuk rasa yang akan digelar di Jakarta Pusat pada hari Selasa, 7 April 2026. Dua demonstrasi ini direncanakan berlangsung pada pukul 11.00 WIB.
Kasi Humas Polres Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menghindari kawasan sekitar lokasi unjuk rasa guna mengurangi risiko kemacetan lalu lintas. Ia menyarankan warga mencari jalur alternatif selama aksi berlangsung.
“Untuk warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berlangsung,” ujar Iptu Erlyn dalam pernyataannya.
Lokasi dan Peserta Aksi Unjuk Rasa
Aksi unjuk rasa pertama akan digelar di Jalan Medan Merdeka Barat dan sekitar Patung Kuda, Gambir, pada pukul 11.00 WIB. Demonstrasi ini berasal dari kelompok BEM SI BSJB Kerakyatan serta sejumlah elemen massa lainnya. Mereka akan menyampaikan aspirasi mereka di lokasi tersebut.
Sementara itu, aksi unjuk rasa kedua akan berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan. Peserta dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Wilayah 3 akan turut serta dalam aksi ini. Mereka juga akan menyampaikan pendapat dan aspirasi mereka sebagai bagian dari proses demokrasi.
Pengaturan Lalu Lintas di Sekitar Lokasi Aksi
Pihak kepolisian akan melakukan rekayasa lalu lintas di titik-titik lokasi unjuk rasa secara situasional. Pengaturan ini dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah peserta dan kondisi lalu lintas di lapangan. Tujuannya adalah untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas serta keselamatan para peserta dan pengguna jalan.
Adapun rencana pengaturan lalu lintas akan terus dievaluasi seiring perkembangan situasi di lapangan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan atau gangguan berupa kemacetan yang berlarut-larut.
Peran Kepolisian dalam Mengamankan Aksi
Personel gabungan kepolisian yang ditempatkan di lokasi unjuk rasa akan bertugas untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung. Mereka akan bekerja sama dengan instansi terkait seperti dinas perhubungan dan pihak pengelola gedung untuk memastikan semua prosedur berjalan sesuai rencana.
Selain itu, polisi juga akan siap merespons jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tindakan anarkis atau gangguan keamanan lainnya. Tugas utama mereka adalah menjaga stabilitas situasi dan memastikan hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat tetap terlindungi.
Kesiapan Masyarakat Menghadapi Aksi
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terkini mengenai jalur-jalur yang dapat dihindari saat aksi unjuk rasa berlangsung. Adanya pengaturan lalu lintas akan membantu mengurangi dampak dari kepadatan lalu lintas yang mungkin terjadi.
Beberapa opsi transportasi umum dan jalur alternatif juga telah dipersiapkan oleh pihak terkait. Masyarakat diharapkan dapat mengikuti petunjuk dari petugas lalu lintas atau informasi yang diberikan melalui media massa maupun platform digital.

















