Denise Chariesta, sosok yang dikenal publik dengan kepribadiannya yang blak-blakan dan sering menjadi sorotan, kembali menghebohkan jagat maya dengan pengakuannya. Di usianya yang kini memasuki 34 tahun, Denise secara tegas menyatakan niatnya untuk menjalani program bayi tabung demi menambah momongan. Keputusan ini diambilnya tanpa kehadiran sosok suami di sisinya, sebuah langkah yang tentu saja memicu berbagai komentar dan spekulasi.
Kronologi Denise Chariesta Mencari Donor Sperma dengan Syarat Ketat
Keputusan Denise untuk menempuh jalur bayi tabung ini bukanlah tanpa alasan yang kuat. Sebelumnya, pada awal tahun 2023, Denise sempat mengumumkan kehamilannya yang pertama. Kabar kehamilan tersebut sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan publik, memunculkan beragam spekulasi mengenai ayah dari calon buah hatinya.
Pada saat itu, pria yang disebut-sebut sebagai kekasihnya, berinisial JK atau yang dikenal sebagai Yuan Wibowo, dikabarkan tidak bersedia mengakui anak yang dikandung Denise. Menghadapi situasi tersebut, Denise akhirnya memutuskan untuk membesarkan putranya seorang diri. Ia menamai putra pertamanya Jaden Bowen Yeung.
Kini, setelah Jaden menginjak usia tiga tahun, Denise memiliki keinginan kuat untuk kembali merasakan kehamilan. Namun, ia menegaskan bahwa kali ini ia tidak ingin terburu-buru menikah, terutama jika hubungan yang terjalin tidak dilandasi oleh cinta sejati.
“Aku memutuskan untuk melakukan bayi tabung. Gua udah cek semua telur gua itu banyak dan udah ready buat bayi tabung ya guys,” ungkap Denise dalam sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat, 20 Januari 2026.
Ia melanjutkan, “Jadi gua memutuskan untuk tidak menikah tanpa cinta. Dan gua itu udah mau 35. Sebelum 35 gua memutuskan untuk bayi tabung.”
Untuk mewujudkan impiannya memiliki anak kedua, Denise Chariesta kini tengah aktif mencari pendonor sperma. Namun, pencariannya ini tidak sembarangan. Ia menetapkan standar yang sangat tinggi, bahkan bisa dibilang super ketat, bagi calon pendonornya.
“Gua lagi cari sperm donor, tapi gua maunya yang matanya biru, tinggi minimal 190, rambutnya blonde gitu ya guys ya,” ujar selebgram yang akrab disapa Denise Chadel ini.
Denise juga menambahkan, “Kalau ada info kayak gitu, info ke gua ya guys ya. karena gua gak akan menikah tanpa cinta, gua gak akan menikah kalo jadi beban.”
Ia menegaskan bahwa dirinya berhak untuk bahagia sebagai seorang ibu tunggal. “Gua jadi single aja, single mom berhak bahagia. Dan gua mau Jaden punya adik, sebelum gua menua,” pungkas pengusaha yang lahir pada 5 September 1991 ini.
Denise Chariesta Tak Dendam, Bersyukur Pernah Mengenal Ayah Jaden
Di tengah upayanya mencari pendonor sperma, Denise Chariesta juga memberikan pandangannya mengenai hubungan masa lalunya dengan ayah dari Jaden, yaitu JK. Meskipun sempat mengalami masa-masa sulit terkait pengakuan anak, Denise menyatakan bahwa ia tidak menyimpan dendam.
Ia justru merasa bersyukur pernah menjalin hubungan dengan pria yang disebut-sebut sebagai mantan suami aktris Jill Gladys tersebut. Pernyataan ini diungkapkannya dalam sebuah kesempatan, seperti dikutip dari kanal YouTube TRANS TV Official pada Rabu, 21 Januari 2026.
“Kenyataannya ya, sebenarnya sama si “Bapak Malin Kundang” itu aku berterima kasih, bersyukur,” ujar Denise.
Denise mengakui bahwa rasa benci terhadap JK sudah tidak ada lagi dalam dirinya. “Nggak ada benci, nggak ada, karena kalau nggak ada dia, nggak ada J (anak Denise) makan aku berterima kasih. Benci sih nggak,” tambahnya.
Menariknya, Denise juga mengakui bahwa membahas sosok ayah biologis anaknya tersebut justru memberikan keuntungan tersendiri baginya sebagai seorang kreator konten. “Cuma tiap ngomongin Bapak Malin Kundang itu penonton minimal satu juta,” ungkapnya.
Oleh karena itu, ia memilih untuk tetap terbuka mengenai topik tersebut. “Jadi daripada gua bikin konten yang lain, mendingan gua ngomong, ‘Eh, Bapak Malin Kundang, anak ini tidak ada hubungan darah dengan kau. Jangan kau ngaku-ngaku’, gitu aja sih,” tutup Denise.
Keputusan Denise Chariesta untuk menjalani program bayi tabung dengan mencari donor sperma menunjukkan tekadnya yang kuat untuk memiliki keluarga, meskipun dengan cara yang tidak konvensional. Syarat-syarat yang ia tetapkan pun mencerminkan keinginannya untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya di masa depan.












