Harmonisasi Agenda Pariwisata Singkawang: Kalender Event yang Terintegrasi
Penyusunan kalender event pariwisata yang komprehensif di Kota Singkawang merupakan sebuah proses strategis yang membutuhkan keterlibatan mendalam dari berbagai pihak. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Singkawang, Mokhlis, menegaskan bahwa pembentukan kalender event tidak dapat dilakukan secara terburu-buru atau hanya berdasarkan konsep di atas kertas. Pendekatan ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha pariwisata, komunitas, dan masyarakat luas.
“Proses penyusunan kalender event memerlukan tahapan yang matang. Kami tidak bisa merancangnya hanya di atas meja, melainkan harus melibatkan semua pemangku kepentingan terkait, termasuk para pelaku pariwisata itu sendiri,” ungkap Mokhlis saat dikonfirmasi pada Sabtu, 17 Januari 2026. Keterlibatan aktif dari para pemangku kepentingan ini dipandang krusial untuk memastikan bahwa setiap event yang dirancang benar-benar relevan, menarik, dan memiliki dampak positif bagi pengembangan pariwisata Singkawang.
Lebih lanjut, Mokhlis memaparkan bahwa integrasi menjadi kunci utama dalam merangkai seluruh agenda pariwisata. Setiap event, baik itu berupa atraksi, kegiatan budaya, maupun promosi destinasi wisata, harus dirancang untuk saling melengkapi dan menciptakan sebuah rangkaian yang utuh. Integrasi ini berfokus pada tiga pilar utama yang saling terkait erat: pariwisata, olahraga, dan ekonomi kreatif.
“Jadi, semua event, mulai dari atraksi, kegiatan budaya, hingga promosi destinasi wisata, perlu dijadikan satu rangkaian yang tidak terpisahkan. Ketiga unsur ini—pariwisata, olahraga, dan ekonomi kreatif—harus terjalin harmonis dalam setiap agenda yang kita susun,” jelasnya. Pendekatan terpadu ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman yang lebih kaya dan beragam bagi pengunjung, sekaligus memaksimalkan potensi ekonomi dari setiap kegiatan.
Sinergi Tiga Pilar: Pariwisata, Olahraga, dan Ekonomi Kreatif
Pilar pariwisata menjadi fondasi utama, di mana berbagai atraksi dan destinasi unggulan Singkawang akan dipromosikan secara masif. Dengan menyajikan keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan sejarah, Singkawang diharapkan dapat menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sementara itu, unsur olahraga akan diintegrasikan melalui penyelenggaraan berbagai ajang olahraga, baik yang berskala lokal maupun nasional. Hal ini tidak hanya bertujuan untuk mempromosikan gaya hidup sehat, tetapi juga untuk menarik segmen wisatawan yang memiliki minat pada aktivitas fisik dan kompetisi. Keberadaan fasilitas olahraga yang memadai serta potensi alam Singkawang dapat dikolaborasikan untuk menciptakan event olahraga yang unik dan menarik.
Pilar ekonomi kreatif menjadi motor penggerak inovasi dan daya tarik tambahan. Sektor ini mencakup berbagai bentuk kreasi seperti seni pertunjukan, kerajinan tangan, kuliner, musik, dan berbagai produk kreatif lainnya. Dengan mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif, Singkawang dapat menawarkan pengalaman yang lebih otentik dan berkesan bagi para pengunjung.
Peran Sektor Swasta dan Potensi Ekonomi Kreatif
Selain keterlibatan pemerintah dan pelaku pariwisata, kolaborasi dengan pihak swasta juga memegang peranan penting dalam merealisasikan kalender event yang dinamis. Sektor swasta, dengan sumber daya dan jaringannya, dapat menjadi mitra strategis dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan, mulai dari pendanaan, promosi, hingga operasional.
Salah satu contoh nyata yang dapat dijadikan acuan adalah penyelenggaraan event ekonomi kreatif seperti Cap Go Meh. Perayaan Cap Go Meh di Singkawang telah dikenal luas dengan berbagai atraksi dan kegiatan kreatif yang mampu menarik ribuan pengunjung. Melalui penyelenggaraan yang terstruktur dan promosi yang efektif, event seperti ini dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi kota.
“Contohnya, dalam perayaan Cap Go Meh, kita bisa menampilkan berbagai atraksi seni, pertunjukan budaya, parade, dan berbagai kegiatan kreatif lainnya yang mampu memikat orang untuk datang ke Singkawang. Melibatkan para seniman lokal, pengrajin, dan pelaku kuliner dalam event tersebut akan semakin memperkaya pengalaman pengunjung dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas,” ujar Mokhlis. Kehadiran berbagai pertunjukan seni, tarian tradisional, hingga pameran produk lokal dapat menjadi daya tarik tersendiri yang membedakan Singkawang dari destinasi lainnya.
Dengan merangkai pariwisata, olahraga, dan ekonomi kreatif dalam sebuah kalender event yang terintegrasi, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan, Kota Singkawang optimis dapat meningkatkan daya tarik wisatanya, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan memperkuat posisinya sebagai destinasi pariwisata yang unggul di tingkat regional maupun nasional. Proses penyusunan yang cermat dan implementasi yang terencana akan menjadi kunci kesuksesan dalam mewujudkan visi pariwisata Singkawang yang berkelanjutan.




